Chapter 13 - Jakarta

72.2K 5.1K 39
                                        


Jujur ini aku kaget waktu banyak notifikasi dari aplikasi wattpad hiks. Terharu banget! Makasih banyak yang udah baca apalagi yang udah komentar luv!
.
.
.
.
.
***

Sepanjang perjalanan, Chayyara lebih banyak diam. Ia hanya memperhatikan kedua orang yang tengah asyik mengobrol. Ya. Feranda dan Armor sedang membicarakan banyak hal. Dari mulai dunia model hingga pembahasan tentang bisnis. Chayyara menguap, perempuan itu merasa bosan.

Di sisi lain, Armor sesekali melirik istri kecilnya itu dari kaca spion dalam. "Kamu lapar?" tanya Armor.

Feranda menggeleng seraya menjawab, "Tidak, aku tidak—"

"Aku bertanya pada adikmu."

Feranda langsung terdiam, perasaannya langsung tidak enak, Feranda pun menoleh ke kursi belakang. Terlihat Chayyara tengah menopang dagunya dengan wajah cemberut.

"Kamu lapar, Kay?" tanya Feranda.

Mendengar namanya dipanggil, Chayyara menoleh kepada kakaknya dan sedikit melirik ke arah kaca spion, terlihat Armor juga tengah memperhatikannya dari sana.

"Kamu harus makan, kita akan berhenti di rest area. Kamu ingin pesan apa?" tanya Armor.

Chayyara melihat ke atap mobil, Chayyara tengah berpikir. "Kay ingin big burger dan kentang goreng."

Armor mengangguk.

"Kamu ingin apa, Nda?" tanya Armor membuat Feranda menoleh.

"Nanti aku lihat-lihat dulu saja, Ar."

Pria itu pun mengangguk pelan dengan tatapan kembali lurus ke jalan.

***

Setelah memesan makanan, Armor dan Feranda memutuskan untuk makan di mobil karena lagi-lagi Feranda harus mengejar waktu pemotretannya di Jakarta.

Sedangkan Chayyara tengah menikmati big burger dan kentang gorengnya. Perempuan itu tampak lahap memakan makanannya. Berbeda dengan Feranda yang hanya memakan salad karena Feranda harus menjaga bentuk tubuhnya.

Armor terus melirik ke arah Chayyara yang tengah sibuk mengunyah dengan mulut terisi penuh. Hal itu tak luput dari perhatian Feranda yang melihat pandangan penuh arti Armor kepada Chayyara. Hati Feranda berdenyut nyeri saat menyadari sesuatu yang perlahan mulai berubah dari diri Armor.

Berbeda dengan Chayyara yang sempat merasa cemburu saat melihat kedekatan Armor dengan kakaknya. Chayyara berusaha menahan perasaan itu di dalam hatinya karena Chayyara merasa tidak berhak atas itu.

Chayyara sadar bahwa dirinya mulai tertarik pada Armor. Siapa yang tidak tertarik? Ayah dari bayi yang tengah dikandungnya itu jelas sangat tampan, dengan wajah blasteran seperti Armor, siapa yang tidak akan jatuh ke dalam pesona pria itu? Kakaknya termasuk orang yang beruntung karena bisa mendapatkan kekasih yang tampan, mapan, dan pintar seperti Armor.

Chayyara juga melihat bagaimana Armor bersikap lebih santai dan tidak menunjukan aura menyeramkan saat bersama Feranda, berbeda saat Armor bersama dengan dirinya.

***

Armor, Chayyara dan Feranda telah sampai di mansion milik keluarga besar Armor.

Silva dan Kate menunggu kedatangan mereka di depan pintu, menyambut Chayyara dengan hangat. Kate langsung memeluk Chayyara dan mencium kedua pipinya.

Sedangkan Silva menghampiri Feranda yang sedari tadi hanya diam, Silva memeluk Feranda.

"Akhirnya kalian sampai juga," ujar Silva. Wanita itu beralih memeluk Chayyara.

"Oma sudah menunggu kedatangan kamu, maaf sekali Oma tidak datang saat kamu masuk rumah sakit. Javier melarang Oma ke Bandung."

ChayyaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang