Udah mulai nih benih-benihnya, semoga kalian suka yaaaaa, makasih banyak yang tetep setia baca cerita aku, apalagi yang udah comment hiks<3
.
.
.
.
Jangan lupa Vote dan Commentnya, terimakasih! <3
.
.
.
.
***
Semenjak kejadian kemarin, Armor tidak banyak bicara selain menanyakan kondisi kesehatan Chayyara. Ketika Chayyara menghampiri Armor di gazebo taman pun, pria itu tampak asyik dengan iPadnya, tidak memperdulikan kehadirannya.
"Kak Armor tidak bekerja?" tanya Chayyara pelan.
Armor hanya menoleh sekilas lalu fokus kembali pada iPadnya. Pria itu tidak menjawab pertanyaan Chayyara. Sementara itu Chayyara merasa tidak enak pada hatinya, lagi-lagi Chayyara harus sabar menghadapi sikap Armor yang seperti ini.
Chayyara menggigit bibir bawahnya. Perempuan itu ingin mengatakan sesuatu yang pada akhirnya Chayyara memutuskan untuk tidak mengatakan apa-apa.
Menyadari Chayyara tidak kunjung pergi dari posisi perempuan itu berdiri membuat Armor menatap Chayyara,
Dan sorot mata dingin Armor selalu saja membuat Chayyara kesulitan untuk mengatakan apa yang ia inginkan.
"Ada apa?" tanya Armor masih dengan wajah dinginnya.
Chayyara menggigit bibir bawahnya. Armor yang melihat itu mendengus, ia bangun dari duduknya lantas menghampiri Chayyara yang tengah memainkan jarinya.
"Ada apa hm?" Jika sudah seperti ini Armor tidak bisa mendiamkan Chayyara lama-lama.
"Apa Kak Armor masih marah?" tanya Chayyara pelan.
Armor tak menjawab.
"Kay—"
"Maaf, saya tidak bermaksud membuatmu bingung." Kata itu tiba-tiba keluar begitu saja dari mulut Armor.
Chayyara mendongakkan kepalanya, mata perempuan itu berkaca-kaca. Ternyata Armor menyadari sikapnya sendiri yang memang membuat Chayyara kebingungan. Pasalnya Armor tidak mengatakan apa-apa, suaminya itu langsung mendiamkannya, seakan Chayyara sudah melakukan kesalahan yang Chayyara sendiri tidak tahu apa kesalahannya.
Armor menarik Chayyara ke dalam pelukan hangatnya, dan tanpa diminta, Chayyara pun langsung menangis di pelukan Armor. Di satu sisi, Armor merasa kasihan pada Chayyara yang harus kehilangan masa remaja karena dirinya. Selama ini juga Armor berusaha bersikap baik karena keluarganya meminta Armor untuk bersikap baik kepada Chayyara, membuat dirinya mau tak mau menuruti permintaan mereka.
Tetapi saat ini, kondisinya telah berbeda, Armor merasa bukan dirinya, pria itu merasa ada banyak perubahan. Sikapnya yang seperti ini bukan atas dasar rasa kasihan ataupun permintaan keluarganya.
Perasaan ini jelas sangat berbeda. Saat Chayyara lebih banyak menghabiskan waktu dengan adiknya, lalu fakta mengenai dirinya yang lupa bahwa kemarin adalah ulang tahun istri kecilnya itu, di tambah terakhir puncaknya saat ia melihat Chayyara tertawa bersama para pria, membuat Armor tidak suka dan marah melihat pemandangan yang tersuguh di depan matanya.
Armor tidak pernah melihat Chayyara tertawa selebar itu padanya, lalu mengapa istri kecilnya itu dengan mudahnya tertawa di depan teman-teman adiknya? Armor juga tidak menyadari bahwa kemarin adalah hari ulang tahun Chayyara. Justru adiknya lah yang selangkah lebih maju darinya, dan hal itu yang membuat Armor tidak bisa untuk tidak marah dan merasa kesal pada dirinya sendiri.
"Kak Armor?" panggil Chayyara pelan.
"Hm?"
"Boleh minta tolong? Kay ingin mengerjakan tugas Matematika tapi kepala Kay tiba-tiba pusing." Chayyara berterus terang. Hal itu membuat Armor melepaskan pelukannya, pria itu tersenyum tipis, lalu mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chayyara
RomanceChayyara, gadis itu harus kehilangan masa remajanya ketika takdir menggariskan Chayyara yang harus menikah dengan pria dingin, kekasih dari kakaknya itu yang sudah menghamilinya. Penasaran dengan kisah selanjutnya? BISA BELI EBOOKNYA LANGSUNG YA, TE...
