Chapter 24 - Mimpi buruk dan Pelukan

75.1K 5K 108
                                        

Ini aku mau nanya, kalian sakit hati ga sih kalau komennya ga aku bales? Soalnya komen kalian udah aku baca tapi emang sengaja ga aku bales:(
.
.
.
.
Kalau kalian merasa tersinggung atau aku keliatan kaya yang sombong, aku bakal luangin waktu buat bales komenan kalian satu-satu kok, maaf ya:( Dan oh iyah, jangan lupa follow akun aku, vote dan komen juga ya! Terimakasih! <333
.
.
.
.
.

***

Seumur hidup Chayyara, ia tidak pernah berinteraksi dengan pria mana pun, saat di sekolah pun Chayyara lebih senang berdiam diri di perpustakaan. Tidak peduli dengan kehidupan siswa sekolah pada umumnya, seperti bermain bersama, aktif dalam kegiatan, datang ke pesta, menyukai pria popular, dan lain sebagainya.

Chayyara tidak tertarik dengan hal semacam itu, ia hanya tertarik pada buku, novel dan semua hal yang bisa ia baca. Menurutnya, membaca adalah hal yang tidak pernah membuatnya bosan, selalu membuatnya terhibur meski deretan tulisan itu hanya berkeliaran di kepalanya membentuk imajinasi yang membuatnya merasa nyaman.

Chayyara merupakan siswa kelas sepuluh di salah satu sekolah ternama di negeri gingseng itu. Ia yang selalu membiasakan diri berangkat pagi dengan bus sekolah tiba-tiba menjadi siswa yang harus menetap di dalam rumah selama berbulan-bulan lamanya karena datangnya wabah virus.

Dengan hadirnya COVID-19, negaranya mengalami lockdown, tidak hanya negaranya saja, tapi hampir seluruh dunia. Sekolah mulai menerapkan sistem daring, begitu pun dengan perusahaan juga yang menggunakan sistem work from home.

Saat keadaan mulai membaik, Chayyara ingin kembali menyelesaikan satu misi dalam hidupnya, yaitu mengetahui kebenaran yang masih disembunyikan dunia, mengenai kematian orangtuanya. Chayyara memutuskan untuk memberanikan dirinya keluar dari zona nyaman.

Ya. Keputusan pertama Chayyara adalah pergi ke Indonesia, tempat dimana ia dilahirkan. Chayyara kembali ke negara asalnya. Ia teringat mengenai Feranda, informasi yang ia dapatkan dari orang kepercayaan papa dan mamanya dulu saat mereka masih hidup. Jika Chayyara menginginkan kebenaran itu, orang yang harus ia dekati adalah Feranda. Namun semuanya tidak berjalan sesuai keinginannya.

Di takdirkan untuk menikah dengan pria matang seperti Armor tidak pernah sekalipun terlintas di pikirannya, ditambah Chayyara yang masih duduk dibangku sekolah, ia harus menerima nasib dengan kondisi hamil anak dari pria yang sebelumnya merupakan kekasih kakak sepupunya, Feranda.

Chayyara merasa hidupnya sudah seperti cerita novel romantis yang pernah ia baca. Di perkosa, hamil, lalu menikah karena terpaksa. Entah ini sebuah keberuntungan atau justru musibah yang menimpanya.

Chayyara harus menikah dengan pria tampan, mapan dan pintar seperti Armor, meski sikap pria itu dingin dan kata-katanya yang terkadang menyakitkan, Chayyara tetap merasa bahwa Armor terlalu sempurna bagi dirinya yang terlihat biasa saja.

Armor merupakan pria pertama yang merebut semua hal dalam dirinya. Armor mengambil mahkota yang seharusnya ia jaga di usianya yang sekarang, Armor juga merebut ciuman pertamanya yang seharusnya ia rasakan dengan laki-laki seusianya.

Secara keseluruhan, Armor sudah menyentuh semua yang dimilikinya, termasuk hatinya. Entah kapan datangnya perasaan itu, Chayyara tidak tahu pasti. Chayyara selalu merasa gugup, jantungnya selalu berdegup lebih kencang saat Armor berada di dekatnya.

Terlebih sikap Armor yang terkadang membuatnya salah tingkah, Chayyara selalu bertanya-tanya pada dirinya, apa ia jatuh cinta pada suaminya itu? Tapi bagaimana dengan perasaan kakaknya? Bukankah Armor dan kakaknya—Feranda saling mencintai?

ChayyaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang