Chapter 84 - Ocehan Pangeran

6.5K 337 12
                                        

"Aunty Kay?" panggil suara anak kecil yang sangat Chayyara kenali.

"Pangeran?" tanya Chayyara memastikan suara itu. Chayyara keluar dari walk-in closet kamarnya, dan benar saja. Chayyara melihat sosok yang dulunya masih kecil kini terlihat lebih tinggi dan pastinya dengan wajahnya yang lebih tampan.

"Kamu kapan ke sini?" Chayyara bertanya seraya menghampiri Pangeran, Chayyara merendahkan tubuhnya yang membuat Pangeran langsung memeluk Chayyara erat.

"Pangeran rindu Aunty Kay..."

Chayyara tersenyum saat mendengar tutur kata Pangeran yang sudah tidak cadel lagi. Tidak terasa, sosok kecil ini sudah tumbuh besar.

"Aunty juga... Bagaimana sekolahmu di Sydney?"

Pangeran menggeleng, "Selesai lebih cepat," ujar Pangeran dengan wajah sumringah.

"Kamu akan lanjut sekolah di sana lagi?"

Pangeran menggeleng, "Tentu saja tidak, Aunty," ujar Pangeran mendelik, "Sesuai perjanjian Pangeran dengan Mama Papa, kalau Pangeran bisa mengontrol emosi dan tidak selalu merengek meminta sesuatu, Pangeran akan lanjut sekolah di sini."

"Benarkah? Kamu akan lanjut sekolah di sini?" Chayyara terlihat antusias.

Pangeran mengangguk dengan bola mata yang berbinar, "Pangeran ingin di Indonesia saja, Pangeran ingin menemani baby Val bermain dan menjaga Aunty Kay."

Chayyara tersenyum hangat, melepas pelukan Pangeran lantas mengusap pelan puncak kepala anak kecil yang kini sudah berusia tujuh tahun itu.

"Baby Val dimana, Aunty?"

"Baby Val ada bersama Oma tadi, memang Pangeran tidak ke Oma dulu?" tanya Chayyara.

Pangeran menggeleng seraya memberikan cengiran lebarnya. "Pangeran tadi langsung ke sini saja," ujarnya menggemaskan.

Chayyara mencubit hidung Pangeran pelan, "Dasar..." ujar Chayyara, "Ya sudah, ayo kita keluar."

"Okey, Aunty Kay!"

Mereka pun berjalan keluar kamar, berjalan menuju ruang keluarga.

"Nah itu Pangeran..."

"Benar dugaanku, dia pasti berlari ke kamar Kay."

Chayyara pun berbincang dengan keluarga dari suaminya itu, membicarakan banyak hal, dari mulai perjalanan Chayyara menjadi seorang Ibu, hal-hal lucu yang sering dilakukan Valerio sampai cerita tentang Pangeran yang ingin pindah ke Indonesia karena tidak tahan dengan sikap gadis kecil yang selalu mengganggu Pangeran, kebetulan gadis itu tinggal di sebelah rumah Pangeran di Australia.

Ah, rupanya itu alasan yang sebenarnya mengapa Pangeran ingin melanjutkan sekolah dasarnya di sini. Chayyara tertawa kecil membayangkan bagaimana menggemaskannya mereka berdua. Seperti di novel-novel yang sering dibacanya, dunia ini begitu sempit, dan jika Tuhan berkehendak lain, ada kemungkinan besar Pangeran akan dipertemukan kembali dengan gadis kecil itu di masa mendatang.

***

"Aunty Kay..."

"Iya, sayang?" jawab Chayyara dengan nada lembut.

"Bolehkah Pangeran bercerita?"

Chayyara tersenyum, "Tentu boleh, Pangeran tampan. Mau cerita apa hm?"

Armor yang tengah sibuk dengan iPadnya di sofa tiba-tiba tertarik untuk melihat interaksi antara sepupu kecil dengan istrinya itu. Armor tersenyum saat melihat Chayyara yang tengah memberikan asi kepada putra mereka Valerio, dan Pangeran yang terlihat nyaman berbaring dengan berbantalkan paha Chayyara.

ChayyaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang