Hallo? Apa kabar semua?
.
.
.
Ada yang kangen?
.
.
.
Bae memutuskan untuk melanjutkan beberapa chapter di sini yaa, tiba-tiba ada mood aja hihi
Diary Chayyara,
Apa wajar jika Kay merasa cemburu? Entah kenapa, Kay selalu terbayang tentang Kak Armor dan Kak Feranda yang tengah berpelukan, Kay tidak bisa menghilangkannya begitu saja☹
Kay sudah sangat lelah, jadi Kay memutuskan untuk menjauhi Kak Armor saja, selain karena Kay tidak ingin tidur sendirian, Kay juga tidak ingin melihat wajah Kak Armor yang tidak bersahabat akhir-akhir ini☹
Saat di rumah sakit saja Kak Armor membentak Kay lagi... huffttt☹ Kak Armor pasti sudah capek menghadapi sifat Kay yang seperti ini☹ Kasihan Kak Armor harus memiliki istri seperti Kay☹ Selain merepotkan, tidak pintar, biasa saja, Kay selalu membuat Kak Armor marah, Kay akui selama ini Kay memang tidak bisa langsung berterus terang dalam hal apa pun... bukan karena Kay tidak percaya kepada Kak Armor☹ Kay hanya tidak ingin beban pikiran Kak Armor semakin bertambah☹ Tetapi Kak Armor tidak mengerti☹ Belum lagi Kay juga yang terlalu takut membela diri dan akhirnya Kay hanya bisa menangis lagi☹
***
Diary Chayyara,
Maaf Kak Armor, Kay belum bisa menjadi istri yang baik☹
Armor terus membalikkan halaman demi halaman, ia juga berulang kali mengecup punggung tangan istri kecilnya setiap kali ia membaca bagian dimana Chayyara yang selalu menyalahkan diri sendiri.
Armor dibuat geram saat membaca di salah satu halaman dimana Chayyara mulai menyebut-nyebut kata perceraian di sana.
Diary Chayyara,
Kak Armor? Sepertinya jalan perceraian adalah pilihan terbaik untuk hubungan Kay dan Kak Armor.
Armor terlarut dengan bacaan-bacaan diary istrinya hingga terdengarlah dering ponsel yang membuat Armor mau tak mau harus menghentikan aktivitas membacanya.
"Hm," jawab Armor.
"... "
"Adili mereka semua dengan hukuman yang setimpal."
"..."
"Tembak."
Armor mengangguk di akhir pembicaraannya, ia pun menutup panggilan itu. Pandangannya kembali tertuju pada wajah cantik Chayyara. Membayangkan segala hal yang diperbuatnya hingga membuat Chayyara menderita. Istri kecilnya itu lebih memilih memendam semua perasaannya di dalam buku diary dibanding menceritakan kesedihannya kepada orang-orang sekitar.
***
Armor berjalan memasuki mansionnya, terlihat tubuh ramping seseorang berlari pelan ke arahnya.
"Kak Armor..." sapa seseorang itu dengan suara lembut.
Hal itu membuat Armor tersenyum lebar, Armor berjalan mendekati seseorang itu seraya merentangkan tangannya. Tubuh kecil namun berisi itu menubruk dirinya, membenamkan kepala itu di dadanya, begitu pun dengan Armor yang langsung mencium wangi segar dari rambut halus perempuan yang selama ini sudah menempati hatinya, sumber kebahagiaannya.
"Kay sudah memasakkan makanan khas jepang untuk Kakak."
Armor mengangguk seraya mengecup kening istri kecilnya itu cukup lama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chayyara
RomanceChayyara, gadis itu harus kehilangan masa remajanya ketika takdir menggariskan Chayyara yang harus menikah dengan pria dingin, kekasih dari kakaknya itu yang sudah menghamilinya. Penasaran dengan kisah selanjutnya? BISA BELI EBOOKNYA LANGSUNG YA, TE...
