Halo!!!! Jujur siapa di sini yang nungguin up Chayyara berasa setahun? Huhu maaf banget yaaaa, kemaren aku udah umumin di wall
Dan syukurnya kaki aku udah ga sakit banget kaya kemarin, jadi masih bisa ngetik dan lanjutin cerita ini... Dan yaampun komentarnya kok bisa tembus 200an gitu jadi kaget kan aku liatnya huhu makasih banyak yaaaaa!!!
.
.
.
.
.
Jangan lupa follow akun aku, vote dan komentarnya!!!
.
.
.
.
.
***
"Kita mau kemana, Kak?" tanya Chayyara seraya memakan camilan yang tadi sempat di siapkan oleh Esty karena Chayyara tipikal yang harus membawa camilan ketika mereka bepergian.
"Butik," jawab Armor singkat.
Chayyara pun menganggukkan kepalanya beberapa kali. Perempuan itu tampak asyik memakan camilannya, sedangkan Armor terlihat fokus menyetir.
Setelah camilan yang Chayyara makan habis, ia pun mengeluarkan sesuatu dari tas makanannya. Armor melirik ke samping dimana istri kecilnya itu berada, Armor tersenyum tipis saat melihat Chayyara yang terlihat antusias mengeluarkan kotak bekalnya.
Armor memang mendadak mengajak Chayyara untuk ikut bersamanya. Armor mengajak Chayyara ke butik untuk mencari gaun yang akan dikenakan istri kecilnya itu di acara pernikahan rekan bisnisnya nanti.
"Kak Armor mau tidak?" tanya Chayyara.
"Apa?" Armor balik bertanya.
"Ini dimsum udang," ucap Chayyara menunjukan kotak bekalnya.
Armor mengangguk, Chayyara pun menyodorkan satu buah dimsum yang sudah perempuan itu lumuri chili oil buatannya, mengarahkan dimsum itu ke mulut suaminya saat lampu merah sedang menyala.
"Enak tidak?"
Armor mengangguk, "Kapan kamu membuatnya?" tanya Armor.
"Waktu siang saat jam pelajaran selesai," jawab Chayyara yang tengah menyuap dua dimsum sekaligus membuat kedua pipinya itu menggembung.
Armor menyunggingkan senyum tipisnya, mengulurkan tangannya ke sudut bibir Chayyara yang terdapat noda mayonaise. Perlahan Armor mendekatkan wajahnya. Sedangkan Chayyara mengerjapkan matanya, pipinya tiba-tiba memerah, Chayyara merasa salah tingkah saat Armor mendekatkan wajahnya ke arah Chayyara dengan tatapan seintens itu.
Suara klackson dari arah belakang mobil menyadarkan mereka, Armor pun langsung tersadar, ia pun menancap gasnya, melirik ke arah Chayyara yang kembali sibuk dengan dimsum-dimsumnya. Armor menggelengkan kepalanya. Lagi-lagi bibir Chayyara membuat dirinya terhipnotis. Armor benar-benar tidak mengerti apa yang sudah istri kecilnya itu lakukan hingga membuatnya menjadi seperti ini.
***
Setengah jam mereka menempuh perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di butik langganan keluarganya. Saat memasuki butiknya pun Chayyara dan Armor langsung di sapa hangat oleh desainer terpercaya keluarganya itu yang kebetulan teman dekat Silva.
"Armor! Oh, hai Kay! Masih ingat dengan saya?" sapa perempuan yang umurnya setara dengan mertuanya itu. Perempuan yang kerap di panggil Oliana itu memeluk Chayyara dari samping.
"Halo Tante Oliana..." Chayyara membalas sapaan itu dengan senyuman hangat. Bagaimana Chayyara bisa lupa? Perempuan dihadapannya itu yang pernah ikut membantu pernikahan Chayyara dan Armor. Dari mulai gaun pengantin, riasan dan make up dirinya, Oliana lah yang membantu Chayyara dalam segala hal pada saat itu.
"Bagaimana kabarmu, Kay?" tanya Oliana seraya melirik ke arah Armor yang memasang wajah dinginnya itu.
Chayyara mengangguk pelan, "Baik Tante..."
KAMU SEDANG MEMBACA
Chayyara
RomantikChayyara, gadis itu harus kehilangan masa remajanya ketika takdir menggariskan Chayyara yang harus menikah dengan pria dingin, kekasih dari kakaknya itu yang sudah menghamilinya. Penasaran dengan kisah selanjutnya? BISA BELI EBOOKNYA LANGSUNG YA, TE...
