Chapter 90 - Perkara Instagram

6.1K 311 6
                                        


"Kak Armor," panggil Chayyara.

Armor tidak menjawab.

"Kak."

Tetap tidak ada jawaban.

"Kak Armor! Kay panggil-panggil!" Chayyara mengerucutkan bibirnya melihat Armor yang tidak meresponnya sama sekali. Pria itu tampak sibuk dengan iPadnya di meja kerja.

Chayyara beranjak dari ranjang menghampiri Armor. Perempuan itu merebut iPad Armor, lantas ia mendudukkan dirinya di pangkuan Armor. Chayyara menyimpan iPad suaminya itu di atas meja kerja.

"Kay panggil-panggil, tidak dengar?" tanya Chayyara dengan raut wajah kesal.

"Panggil apa?" tanya Armor terlihat santai.

"Tadi Kay panggil. Kak Armor? Kak? Tapi Kakak cuek," ujar Chayyara. Kini tangan Chayyara sudah menangkup wajah suaminya itu. Menatap serius ke arah Armor, "Kak Armor marah?"

Armor diam.

"Kay sudah bikin Kak Armor kesal?"

Hening diantara keduanya. Chayyara berdecak setelah menunggu lama Armor untuk menjawab pertanyaannya.

"Kay sudah bikin Kakak kesal kan? Coba jelaskan, Kay akan bertanggung jawab. Kay janji." Chayyara mengangguk-anggukan kepalanya, mencoba meyakinkan Armor bahwa dirinya akan melakukan apapun, entah itu meminta maaf, atau membuatkan sesuatu yang diinginkan suaminya, atau Chayyara berjanji akan lebih berhati-hati lagi ke depannya.

Armor hanya menatap Chayyara tanpa menjawab pertanyaan-pertanyaan istrinya itu.

"Kak!" tegur Chayyara pelan yang semakin dibuat kesal karena Armor memilih untuk diam.

"Ayo Kak bicara! Kay bingung kalau Kakak hanya diam saja."

"Kata sayangnya mana?" Armor akhirnya bersuara, pria itu menyipitkan kedua matanya, memperhatikan raut wajah istrinya yang langsung berubah. Sungguh menggemaskan.

Chayyara membulatkan matanya. Kata sayang? Astaga! Chayyara hampir saja lupa! Benar juga. Mereka kan sudah membuat kesepakatan untuk memanggil dengan sebutan 'sayang'. Padahal itu perjanjian yang dibuat Chayyara sendiri. Saat itu Chayyara merasa orang-orang di luar sana terlihat romantis saat memanggil pasangannya 'sayang'. Alhasil, setelah pulang dari makan malam bersama kolega Armor beberapa hari yang lalu, Chayyara menanyakan perihal ini kepada suaminya itu.

"Kak?"

"Hm."

"Kakak keberatan tidak kalau Kay panggil sayang?"

Armor menatap Chayyara dengan pandangan heran, "Kenapa bertanya seperti itu? Tentu saja tidak."

"Kay ingin mengganti panggilan 'kakak' dengan panggilan 'sayang'. Meski mungkin nanti belum terbiasa tapi Kay ingin mencoba. Kak Armor tidak akan ilfeel kan?"

Lagi-lagi Armor menatap heran Chayyara, "Untuk apa ilfeel?"

"Soalnya Kay lihat di komentar Instagram, orang yang pacaran terus panggilan ke pasangannya itu 'sayang', terlihat alay atau lebay. Jadi kebanyakan dari mereka lebih memilih memanggil nama masing-masing," jelas Chayyara.

Armor mengerutkan keningnya. Memang iya?

"Tapi katanya juga, masih banyak kok yang panggil pasangannya dengan sebutan 'sayang', cuman jatuhnya jadi terdengar pasaran begitu. Soalnya kan sudah banyak yang dipanggil 'sayang'."

"Kamu baca dimana tentang hal itu?"

"Komentar Instagram." Chayyara mengerjapkan matanya lucu.

ChayyaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang