Setelah menemani Valerio tidur siang, Chayyara memutuskan untuk keluar dari kamar, pandangannya tak sengaja melihat ke arah balkon yang menunjukan taman belakang. Ya. Saat ini Chayyara tengah berada di rumah mertuanya karena sudah menjadi rutinitas mereka akan menginap setiap akhir pekan di sini. Meski pada awalnya, Armor, suaminya itu merasa keberatan, tetapi setelah mengetahui bahwa Silva dan Javier meminta agar Valerio tidur bersama kedua orangtuanya itu, membuat Armor pun berubah pikiran. Armor melihat itu sebagai kesempatan.
Chayyara tersenyum, mengikat rambutnya lantas berjalan menuruni tangga. Mansion keluarga suaminya itu memang masih menggunakan tangga, berbeda dengan mansion yang mereka tempati yang sudah ada lift di dalamnya.
***
"Kay dimana?" tanya Silva kepada para pelayan.
"Tadi saya melihat Nona Chayyara mengajak Tuan Kecil Valerio untuk tidur siang, Nyonya."
Silva mengerutkan keningnya. "Tadi saya habis dari kamar Val, tapi tidak ada Kay di sana."
Para pelayan pun membelalakan matanya terkejut. Salah satu pelayan membungkuk, "Izinkan kami mencari Nona Chayyara, Nyonya Silva."
Silva mengangguk. Silva mulai merasa gelisah.
Sepuluh menit berlalu, tapi tidak ada satupun pelayan yang menemukan Chayyara. Mereka sudah menyusuri seluruh ruangan tapi tidak ada satupun yang menemukan keberadaan perempuan kesayangan dari keluarga ini.
"Ketemu?" tanya salah satu pelayan kepada temannya.
Mereka menggeleng.
"Terus cari! Jangan lupa periksa di kamar Tuan Kecil Valerio, mungkin Nona Chayyara sudah kembali ke kamar!"
Mereka pun mengangguk, setelah itu bergegas berlari menuju lantai atas.
Kate keluar dari kamar dengan wajah segar setelah tidur di siang hari. Wajahnya terlihat kebingungan saat terdengar suara berisik dari arah lorong, Kate melihat dua pelayang berlarian dengan wajah panik. Merasa penasaran, Kate menghentikan mereka. "Hei! Ada apa kalian? Kenapa sampai lari-lari?"
"Anu...Nyonya...Nona Chayyara..."
"Ada apa dengan Kay?!" tanya Kate dengan wajah tak bersahabat.
"Kami sedang mencari keberadaan Nona Chayyara."
Kate membulatkan matanya, "Maksudmu Kay hilang?"
Mereka berdua mengangguk. Hal itu sukses membuat raut wajah Kate berubah. "Kalau begitu cepat cari Kay!" Setelah berujar seperti itu kepada para pelayan, Kate pun berjalan cepat menyusuri lorong lantas berjalan menuruni tangga.
Pria dengan perawakan jangkung menghampiri Silva dengan wajah khawatir, pria itu langsung membungkuk hormat, "Penjaga yang lain sudah mencari di luar mansion ini, tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan Nona Chayyara."
Kate yang tengah berjalan mendekati Silva hampir dibuat menangis saat mengetahui kabar mengenai hilangnya Chayyara.
"Saya akan mencoba cek CCTV," ujar pria itu.
Tak lama setelah itu datanglah Yoshua yang baru saja mengecek keberadaan Chayyara lewat kalung berlian yang telah terpasang GPS di dalamnya. Namun GPS itu justru menunjukan keberadaan Chayyara yang masih berada di lantai dua, lebih tepatnya di kamar Armor.
Kedua pelayan yang sudah mengecek ke sana pun menggelengkan kepalanya, "Tetap tidak ada. Nona Chayyara tidak ada di sana."
Silva menutup mulutnya dengan kedua tangan. Matanya mulai berkaca-kaca, berbeda dengan Kate yang sudah menangis sedari tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chayyara
RomansaChayyara, gadis itu harus kehilangan masa remajanya ketika takdir menggariskan Chayyara yang harus menikah dengan pria dingin, kekasih dari kakaknya itu yang sudah menghamilinya. Penasaran dengan kisah selanjutnya? BISA BELI EBOOKNYA LANGSUNG YA, TE...
