Selamat membaca~
Plak
Kandra menampar Calantha untuk kesekian kalinya. Bahkan, kondisi Calantha sekarang sudah kacau. Matanya memerah menahan emosi dan tangis.
"Sudah, Ma." Calansha tidak tega melihat adiknya alias kembarannya diperlakukan seperti itu. Meskipun dulu ia mempunyai dendam pada Calantha, tapi ia tidak setega itu.
"Calantha, kamu harus mempertanggung jawabkan semuanya."
"Gue nggak mau. Kenapa lo masih hidup hah?! Seharusnya lo itu udah mati dan nggak ganggu hidup gue lagi."
Calansha terkekeh mendengarnya, "Kamu tau, bahkan untuk yang kedua kalinya aku bangkit dari kematian. Aku memang sempat dinyatakan dua kali meninggal, tapi Tuhan masih kasih aku kesempatan. Buat apa? Tujuanku di dunia ini belum selesai."
Calansha memegang tangan Calantha dan menatapnya dengan tatapan kasih sayang. Jujur, Calantha rindu dengan Calansha, ia rindu dengan kasih sayang dari Calansha. Calansha rela melakukan apapun untuk Calantha, bahkan ia pernah rela menolong Calantha saat ia tenggelam di sungai.
"Antha......aku tau kamu bukan orang jahat. Mama sama papa nggak pernah beda-bedain kita berdua. Papa kirim kamu ke nenek sama kakek karena...Ansha sakit. Ansha harus berobat."
Kandra sudah terisak di pelukan suaminya. Mereka semua menatap haru ke arah Calansha dan Calantha.
"Gue nggak mau di penjara, Calansha." Air mata Calantha mengalir deras.
Calansha memeluk Calantha dengan erat menyalurkan kekuatannya pada saudaranya. Calantha semakin terisak hebat.
"Hey, Calantha itu orangnya kuat. Dia nggak secengeng ini. Mana Calantha yang dulu? Calantha yang suka jahil sama Ansha. Calantha yang selalu nakal." Calansha memegang kedua pipi Calantha.
"Kenapa lo nggak bunuh aja gue sejak dulu? Kenapa?!! Daripada lo teror gue, kenapa Calansha?!!"
"Kalo Calantha nggak ada, Calansha juga bakal nggak ada. Separuh kehidupan Calansha ada di Calantha."
Alasan Calansha memberikan teror pada Calantha karena ia menginginkan kalau Calantha sadar perbuatannya itu salah dan menyesal. Calansha tau, Calantha orangnya seperti apa. Jika ia bisa menyelesaikan semuanya dengan bicara baik-baik.
Mungkin orang lain akan seperti itu, tapi tidak dengan Calantha. Dia memiliki cara tersendiri untuk membuatnya tenang.
"Calantha dipenjara nggak bakal lama kok. Calansha juga nggak tega lihat Antha yang di penjara. Tapi, kamu harus mempertanggung jawabkan semuanya. Aku bakal jenguk setiap hari dengan membawa mawar merah." Calansha terkekeh kecil, masih dengan air mata yang mengalir.
Calansha tersenyum, Calantha juga tersenyum manis ke Calansha.
"Ca-calantha siap di penjara. Sama seperti yang Calansha bilang, gue bakal mempertanggung jawabkan semuanya." Semua yang mendengarnya tersenyum lebar, Calansha memang perempuan hebat. Bahkan, Calansha lebih mengenal Calantha dari ibunya sendiri.
Calantha kembali memeluk Calansha dengan erat sambil terisak-isak. Ia akan merindukan Calansha saat di dalam sel.
Ia beralih menatap ibunya yang kini tersenyum, ia berlari dan menerjang ibunya dengan kuat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Who Is She? [END]
Mystery / Thriller"Kebangkitan seseorang untuk mengembalikan jati dirinya" Kisah ini menceritakan seorang gadis dengan kehidupan yang baru. Akankah gadis tersebut akan kembali ke kehidupan yang dulu atau dia akan tetap di kehidupan yang ia jalani sekarang? Gadis yang...
![Who Is She? [END]](https://img.wattpad.com/cover/313143527-64-k327471.jpg)