Selamat membaca~
"Kegelapan akan sirna dengan
adanya cahaya, sama halnya dengan
kejahatan"
Calansha A.
Seorang gadis dengan keadaan yang terbilang cukup buruk terkapar di pinggir jalan. Calansha, gadis itu dibuang oleh sang penculik. Seperti yang dikatakan oleh gadis berbaju hitam, ia hanya menginginkan apa yang dirasakannya olehnya dirasakan juga oleh Calansha. Tapi semua itu belum menjadi akhir, melainkan awal dari kehancuran.
Sudah satu jam gadis itu terlelap karena obat bius yang diberikan. Kini jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Tidak ada seorang pun yang melalui jalan itu. Mata lentik Calansha perlahan terbuka. Ia mengerjap pelan, ia sudah tidak berada di ruangan lagi.
"Ini...gue dimana?" Matanya mengedar, ia berharap melihat sesuatu. Tapi nihil, disana hanya ada dirinya seorang dan tidak ada satupun rumah.
"Handphone, handphone gue mana?" Ia meraba-raba saku nya mencari benda pipih itu. Calansha teringat, jika baterai handphone itu habis. Setelah ini, apa yang ia akan lakukan? Apakah ia akan menunggu pagi?
"Kertas?" Calansha ingat, sebelum ia pingsan, gadis itu memasukkan secarik kertas.
Kertas itu hanya berisikan inisial 'AD', "Dia adalah orang yang sama. Maksud semua ini apa?" Calansha sungguh tidak paham dengan semua ini.
"Gue nggak bisa disini, gue harus pergi."
Saat ingin menyeberang jalan, sebuah truk melintas. Calansha tidak menyadari hal itu dan....
Brakk
Tubuh seseorang terpental dengan sangat jauh. "G-gue..." Ia melihat tubuhnya sendiri, tidak ada luka besar apapun hanya luka kecil akibat tergores oleh ranting pohon.
Ada yang menolong Calansha, gadis itu tiba-tiba didorong oleh seseorang. Calansha berlari menghampiri orang yang menolongnya.
"L-lo g-gapapa?" Calansha sangat ketakutan, ia tidak tau harus berbuat apa.
"TOLONG!!" Bahkan Calansha belum melihat siapa orang yang menolongnya. Tapi...dia adalah seorang perempuan.
"SIAPAPUN, TOLONG!!" Percuma Calansha berteriak, tidak ada seorang pun disana.
Calansha melihat handphone di saku gadis itu. Ia mengambilnya dan menelpon ambulans.
Calansha memberanikan diri melihat sosok yang menjadi malaikat penolongnya. Wajah itu dipenuhi dengan darah. "Stasya?!!"
🌻🌻
Calansha menghubungi keluarganya, ia harus memberi tau ini semua.
"Calansha!!"
"Mama!! Ansha, takut. Ada yang culik Ansha. Ta-tapi Ansha nggak tau."
"Ansha, gapapa kan?" Ibu Calansha pun memeluk wanita dihadapannya. Calansha menggeleng, ia tidak apa-apa. Tapi...
"Ma...i-itu tadi yang nolongin Ansha, Ansha hampir tertabrak truk. D-dia pasti baik-baik aja kan?"
"Pasti, sayang. Kamu yang tenang ya." Ibu Calansha mencoba untuk menenangkan Calansha. Ibu nya pun mengajak Calansha, agar gadis itu juga diobati.
Ceklek
"Apakah ada keluarga pasien?" Kandra, ibu Calansha mewakilinya.
"Saya dok, untuk keluarga. Saya belum menghubunginya."
"Baik, jadi begini bu. Keadaan pasien tidak apa-apa tapi...pasien mengalami kritis karena benturan di kepalanya cukup keras. Untuk sementara, pasien harus berada di ICU." Ujar dokter itu.
"Lakukan yang terbaik dok." Putus Kandra.
🌻🌻
Seorang gadis cantik sedang duduk di pinggiran dengan di depannya adalah pemandangan sungai yang sangat indah.
Senyum yang terukir di wajahnya tak pernah luntur. Ia melihat-lihat foto masa kecilnya bersama dengan seorang anak laki-laki. Di foto itu terlihat bahwa mereka sangat bahagia. Tertawa bersama dan berlarian bersama.
Gadis itu rindu dengan anak laki-laki itu.
"Hey," gadis itu menoleh dan mendapati seseorang yang ia sangat sayangi tengah duduk juga disampingnya. Ia tersenyum padanya.
"Lagi apa?" Seseorang itu mengintip foto yang dipegang oleh gadis cantik itu. Ia tersenyum hambar melihatnya.
"Gue kangen banget sama dia." Seseorang itu hanya mengangguk-angguk kepalanya.
"Lo tau? Kesedihan lo adalah kesedihan gue juga. Semua yang terjadi sama lo bakal terjadi sama gue juga. Kita itu satu, tapi berbeda. Nggak akan ada yang bisa pisahin kita selain diri kita sendiri. Lo dan gue memang sama tapi berbeda. Bahkan, disaat terang pun kita sama. Apalagi, gelap nggak ada seorang pun yang tau." Seseorang itu menatap pemandangan di depannya dan gadis itu menatap seseorang disampingnya dengan tersenyum manis.
"An, gue sayang banget sama lo. Kebahagian lo adalah kebahagiaan gue juga. Gue nggak bisa liat lo sedih." Gadis cantik itu memegang lengan seseorang yang disampingnya membuat seseorang itu menoleh menatap gadis cantik itu.
"Kebahagiaan gue adalah saat lo menggantikan gue." Setelah itu gadis cantik itu pun tersenyum manis kepada seseorang yang telah memukul kepalanya dengan batu. Entah kapan ia membawanya dan...
Byurr
Gadis itu menyatu bersama dengan air yang jernih dan hanyut bersamanya.
Air mata mengalir dari mata gadis itu. Hanya setetes tapi membuat semua yang berada di ruangan itu senang. Tandanya, gadis yang terbaring kaku itu sudah mengalami perubahan.
_
_
_
_
_
_
_
KAMU SEDANG MEMBACA
Who Is She? [END]
Misteri / Thriller"Kebangkitan seseorang untuk mengembalikan jati dirinya" Kisah ini menceritakan seorang gadis dengan kehidupan yang baru. Akankah gadis tersebut akan kembali ke kehidupan yang dulu atau dia akan tetap di kehidupan yang ia jalani sekarang? Gadis yang...
![Who Is She? [END]](https://img.wattpad.com/cover/313143527-64-k327471.jpg)