Selamat membaca~
"Meminta maaf bukanlah hal pengecut
melainkan seorang ksatria yang pemberani"
author
Aarav dan teman-temannya sedang berada di warung belakang sekolah. Sehabis pulang sekolah, mereka tidak langsung pulang melainkan mampir terlebih dahulu ke warung.
Katanya Farzan, nongkrong merupakan separuh dunianya
"Pok ame-ame... belalang kupu-kupu.." Farzan tengah asik bernyanyi yang merupakan salah satu musik yang sedang tren di tikt*k sambil berjoget sesuai dengan alunan musiknya.
"ASEKK!! GAS ZAN!" Arsen mengikuti gerakan Farzan dengan lihainya.
"Stres semua." Ejek Rafan dengan sedikit berteriak agar mereka berdua yang tengah asik berjoget ria dan bernyanyi mendengarnya.
"MANTAP AR!!"
Aarav yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala, sedangkan Gibran lelaki itu tengah asik melihat-lihat foto cewek-cewek dengan body yang seperti gitar Spanyol, dia sedari tadi senyum-senyum sendiri. Tidak ada yang memperhatikannya sedikitpun, mereka berlima sibuk dengan urusannya masing-masing.
"Ganti yang lain, Zan." Arsen menyuruh Farzan untuk membuat video tikt*k yang lain, ia sudah bosan.
Farzan yang mendengarnya langsung mengacungkan jempolnya dengan tinggi.
"Gue balik." Aarav beranjak dari duduknya dan pergi untuk pulang.
"HATI-HATI AAR!! NANTI KALO ADA JANDA CANTIK HUBUNGIN GUE!!" Teriak Farzan dan dibalas dengan acungan jempol dari Aarav.
Farzan yang melihat itu pun tertawa terbahak-bahak diikuti Arsen.
🌻🌻
Aarav pulang dengan mengendarai motor sportnya, dia biasanya pulang melalui jalan tikus agar cepat sampai rumah. Alasan yang lain juga karena Aarav malas dengan kemacetan di jalan raya.
Aarav mengendarai motornya dengan santai, tanpa diketahuinya terdapat beberapa preman yang sedang menunggunya di depan sana untuk menghadangnya.
Biasanya tidak ada, tapi sekarang entah mengapa preman-preman dengan badan kekar itu ada.
Citt
"Sialan." Umpat Aarav dengan pelan, apakah ia harus menghubungi Farzan? Ah tidak, Farzan berpesan kalau ia harus menghubunginya saat bertemu janda cantik, tapi ini... yang ada orang dengan otot kawat tulang besi. Sial sekali Aarav.
Aarav tau, kalau ia bisa berkelahi dengan baik tapi jika dihadapkan dengan beberapa preman dengan badan yang kekar, apakah dia bisa menghadapinya semua?
"TURUN LO!!" Ucap salah satu dari preman itu, udah kepalanya botak, bertato dan bertindik.
Aarav turun dari motornya dan menghampiri para preman itu dengan santai. Aarav menaikkan satu alisnya bertanya.
"SONGONG BANGET TUH ANAK!" Preman yang lain dengan rambut ala-ala Korea style tapi jatuhnya bukan Korea style malah seperti mangkok.
Preman itu melayangkan satu pukulan pada Aarav membuatnya geram. Aarav ingin menyelesaikan ini semua dengan baik-baik tapi mereka semua malah menghajarnya.
"Anjing."
Bugh
Duk
Bugh
Bugh
Plakk
Aarav melayangkan beberapa pukulan terhadap preman itu, satu preman saja sudah membuatnya lelah apalagi lebih dari sepuluh. Aarav sudah lama tidak berkelahi, mungkin terakhir berkelahi saat ia duduk di sekolah menengah pertama.
Sepuluh menit berlalu, tapi para preman itu masih saja menghajar Aarav. Aarav yang sudah mulai letih pun sedikit goyah.
Bugh
"Arghh..." Ringis Aarav saat perutnya ditendang begitu saja.
"Pengecut kalian!!" Aarav menoleh menatap seseorang dengan hoodie hitam dan masker yang melekat pada wajahnya.
Orang itu melawan preman itu dengan mudah, Aarav bangkit untuk membantu orang itu.
Akhirnya, para preman itu pergi setelah wajahnya sudah dipolesi dengan tinjuan-tinjuan yang dilayangkan oleh Aarav dan orang itu.
Aarav mengucapkan terima kasih kepada orang itu. Orang itu hanya mengangguk dan pergi. Sepertinya, dewi keberuntungan sedang tidak berpihak pada orang itu. Ia tersandung batu hingga menampakkan seorang gadis.
"LO?!!" Jelas, Aarav sangat mengenal gadis di depannya. Dia adalah Stasya.
Stasya memukul kepalanya sendiri, kenapa akhir-akhir ini ia sangat ceroboh?
Bodoh lo, Stasya, batin Stasya.
Stasya berdiri dan membalikkan badannya menatap Aarav yang kini menatapnya dengan datar.
"I-itu batunya yang salah."
"Siapa lo sebenarnya?" Aarav sangat bingung dengan gadis di depannya, mengapa dia sangat berbeda dengan gadis lain. Stasya juga yang membuat Aarav saat berada didekatnya jantung Aarav berdisko dengan kencang.
"A-aku St-stasya lah. Siapa lagi? Hehe." Stasya tidak tau harus mengatakan apa lagi, ia sungguh bingung harus mengatakan apa kepada Aarav ditambah ia kesal pada dirinya.
Ck, tuh batu kenapa disitu sih?, Stasya terus menyalahkan batunya, padahal jelas-jelas dia yang salah.
"Siapa lo, Stasya?" Pertanyaan yang dilontarkan Aarav membuatnya terdiam kaku, ia tidak bisa menjawabnya sekarang.
Ide cemerlang muncul di otak Stasya, ia harus cepat-cepat pergi dari sini.
"Kak Aarav!! Premannya i-itu dateng lagi!!" Pekik Stasya sambil menunjuk dari arah belakang Aarav. Sepertinya, rencananya berhasil Aarav menoleh ke belakang, kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Stasya. Stasya berlari pergi.
"Shit!!"
_
_
_
_
_
_
_
_
KAMU SEDANG MEMBACA
Who Is She? [END]
Mystery / Thriller"Kebangkitan seseorang untuk mengembalikan jati dirinya" Kisah ini menceritakan seorang gadis dengan kehidupan yang baru. Akankah gadis tersebut akan kembali ke kehidupan yang dulu atau dia akan tetap di kehidupan yang ia jalani sekarang? Gadis yang...
![Who Is She? [END]](https://img.wattpad.com/cover/313143527-64-k327471.jpg)