Eps 38: Ulang Tahun Calansha

539 23 0
                                        

Selamat membaca~

"Kebahagiaanmu adalah kesengsaraan untukku"
Calansha A.

Orang tua Calansha beserta teman-teman Calansha termasuk Aarav dan teman-teman juga sudah merencanakan perayaan ulang tahun Calansha.

"An, lo tau nggak? Hari ini tuh spesial banget tau." Trita menggoyang-goyangkan lengan Calansha, entah apa yang membuatnya sangat senang.

Mood Calansha sudah buruk, rasanya ia ingin sekali memberi tau ke seluruh dunia bahwa sekarang adalah hari ulang tahunnya. Kenapa semuanya melupakannya?

"Hm.." Calansha hanya berdehem menyahuti ocehan Trita.

"Ya elah, seneng dikit gitu kek. Senyum dong." Trita menarik bibir Calansha agar tersenyum, ia tidak tau aja jika Calansha sudah mengamuk.

Calansha menepis tangan Trita dengan kasar membuat Trita menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Apa salah gue?,  batin Trita.

"Trita, lo diem napa. Lo kagak liat tuh wajah udah kayak mau terkam aja." Nay memperingati Trita, ia saja takut melihat wajah garang Calansha.

Trita melihat wajah Calansha, tapi ia masih saja menggodanya.

"An, gue kasih tau ya. Masa postingan gue di instagram, di like dong sama Kak Gibran. Seneng banget gue...ya ampun." Lagi dan lagi Trita menggoyang-goyangkan lengan Calansha kegirangan.

Brak

"Lo bisa diem nggak sih?!!" Calansha menggebrak meja dengan keras membuat beberapa murid yang berada di kelas terlonjak, termasuk Trita dan Nay karena Fara dan Becca belum dateng.

Nay sedari tadi sudah memperingati Trita untuk diam saja tapi sepertinya Trita tidak bisa dinasehati. Trita yang biasanya mengoceh, kini hanya diam saja. Ia benar-benar tidak akan mengulangi ini lagi.

"Mampus gue.." lirih Trita sambil menutup matanya rapat-rapat.

Calansha kembali duduk dan menenggelamkan wajahnya di lipatan tangannya.

"Gue udah kasih tau lo. Lo sih..." Bisik Nay kepada Trita yang masih memejamkan mata, ia takut melihat Calansha.

Trita mengintip pada Calansha, takutnya ia masih akan melihat wajah menakutkan Calansha. Ia menghela napasnya lega.

"Sorry..."

🌻🌻

"MA!! Ini kenapa lampunya kok mati?!" Tidak biasanya lampu rumah ini mati.

"Ck, kemana sih?! Udah malem-malem, gelap lagi." Calansha turun di tangga sambil perlahan, ia juga sudah memakai lampu senter dari handphone-nya.

"MA!!PA!!" Calansha masih saja meneriakkan mama dan papanya, tapi masih belum ada jawaban.

Brak

Calansha menoleh ke suara itu, ia tidak bisa menatap jelas. Tapi ia tau ada seseorang disana, Calansha takut jangan-jangan ada pencuri lagi.

"Siapa disana?!"

Ngingg...

Hanya suara angin yang berhembus. Calansha semakin penasaran, ia tadi melihat sangat jelas bayangan seseorang. Calansha mendekat ke arah pintu halaman belakang rumahnya.

Dep

Dep

Dep

Suara langkah pelan Calansha menghampirinya dan....

Dor

"HAPPY BIRTHDAY!!"

Calansha tersenyum lebar melihat semuanya ada disini dengan Aarav memegang kue. Calansha mendekat, senyumnya tidak luntur sedikitpun.

"Tiup lilinnya, jangan lupa make a wish." Ujar Aarav pada Calansha.

Calansha memejamkan matanya berdoa, ya Tuhan semoga semua usahaku tidak akan berakhir sia-sia.

Calansha membuka matanya dan meniup lilinnya. Suara ledakan balon dan terompet terdengar di telinga Calansha.

"Selamat ulang tahun, sayang." Kandra memeluk Calansha dengan sayang, disusul dengan ayahnya.

"Happy birthday, my little daughter." Abian memeluk Calansha dan tidak lupa mencium kening putrinya dengan sayang.

Kini giliran Aarav, ia memeluk Calansha-nya dengan sayang dan penuh cinta. Sambil berbisik pada Calansha, "Happy birthday, my Calansha."

Calansha tersenyum manis mendengarnya.

"ANSHA!! HAPPY BIRTHDAY TO YOU!!" Semua teman-teman Calansha berlari memeluknya secara bersamaan. Ini merupakan hal yang ditunggu-tunggu sejak dulu oleh Calansha.

Saat teman-teman Aarav ingin memeluk Calansha, mereka sudah dihadiahi tatapan tajam dari Aarav.

"Yahh.... nggak bisa peluk deh." Ujar sedih Farzan.

🌻🌻

Setelah perayaan ulang tahun Calansha, kini ia berada di kamarnya untuk membuka kadonya. Ia sangat penasaran dengan kado-kado yang ia dapatkan. Apalagi kotak hitam kecil dengan perhiasan berlian merah diatasnya. Ia tidak tau siapa yang memberikan ini.

Aarav?

Calansha membuka kotak itu, "Flashdisk?"

"Apaan sih? Tapi isinya apa ya?" Calansha mengambil laptopnya dan memasukkan flashdisk itu ke dalam laptopnya.

Hanya ada satu file dalam flashdisk itu, sepertinya file tersebut merupakan rekaman suara seseorang.

Hai
Happy birthday to you, my sister
Lama nggak jumpa kamu ya, udah satu tahun

Calansha mem-pause rekaman itu, jantungnya berdetak kencang. Wajahnya sudah memerah, wajahnya sudah dibasahi oleh keringat dingin, padahal masih ada sekitar tiga per empat lagi rekaman yang harus ia putar.

Calansha memutarnya lagi

Gimana kabar kamu? Aku harap kamu baik-baik aja dan....aku disini baik kok
Kamu nggak perlu kaget karena kenapa aku bisa buat rekaman ini padahal aku kan udah kamu bu-
Nggak bercanda...
Suatu saat kamu bakal tau dan....jaga Aarav dulu ya buat aku
Ada satu hal yang buat aku bingung, apa aku harus panggil kamu Calansha?
An...suatu saat kamu harus mempertanggung jawabkan semuanya, kamu nggak boleh lari gitu aja dari apa yang kamu perbuat
Semua perbuatan pasti ada konsekuensinya dan kamu harus melakukan itu

"NGGAK!!" Teriak Calansha, ia tidak mau melakukan hal itu. Ia ingin bahagia sampai akhir hayatnya

To my sister, jangan lupa jaga dulu mama sama papa ya, kamu sekarang satu-satunya mutiara keluarga Borg
Jangan lupa jaga diri kamu sendiri, karena aku belum bisa jaga kamu sebelum kamu mempertanggung jawabkan semuanya
Sekali lagi, happy birthday my sister
Kamu jangan lupa kasih aku juga ya
Bye...
Aku akan selalu disini

Bip

Calansha menatap kosong pada laptopnya, apakah ini semua?

"NGGAK!! GUE NGGAK MAU!!"

_
_
_
_
_
_
_
_
_

Happy birthday Calansha

Who Is She? [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang