2. Terhubung

974 120 18
                                        

Halooo!!!

Seneng nggak aku update lagi? 

Mumpung hari ini agak longgar. Jadi, aku manfaatkan buat update. Kalau besok sampai jumat aku bakal jadi orang sibuk. Ciee... sok sibuk. haha

JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN!

FOLLOW AKUN WATTPAD AKU JUGA, YA!

Maaf capslock jebol.

Ada yang penasaran nggak kenapa mereka pisah?

Ada yang penasaran nggak kenapa mereka pisah?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kalau penasaran, ikutin terus cerita ini!

Happy reading....


💕💕💕














"Kamu gimana, sih, Je? Udah mama bilang pulang ke Malang weekend ini. Malah nggak pulang! Kamu tuh makin tua makin sering ngebantah aja! Mama pusing punya anak cowok bandel kayak kamu!" omel Bu Julia dari telepon.

Suara wanita yang hampir bercucu 3 itu membuat gendang telinga Jeano rasanya mau pecah saking kencangnya. Jeano menggeliat di kasur empuknya. Matanya masih memejam meski Bu Julia menyemburnya habis-habisan. Heran kenapa sepagi ini mamanya menelepon.

"Kamu tahu nggak kemarin Tante Yannie sama Melvi ke sini nungguin kamu. Tapi kamunya malah nggak dateng. Kasihan kan Melvie pengen banget ketemu kamu, Je."

"Hmm, iya." Jeano hanya menjawabnya singkat karena masih mengantuk.

Hari sabtu kemarin Jeano ada meeting dengan perwakilan perusahaan induk dari Jakarta. Dan nanti siang dia harus mempelajari lagi berkas yang akan dikirim ke Ale. Jeano memang masih sering kontak-kontakan dengan Ale karena mereka juga menjalin kerjasama dengan perusahaan informatika milik keluarga Ale. Jeano dan Ale punya proyek pengembangan produk paper-white kindle lokal untuk tunanetra. Jadi, mana mungkin dia pulang ke Malang kalau sudah sibuk dengan bisnis. Seandainya pulang pun pasti tidak akan bisa fokus pada pekerjaannya.

"Kamu dengerin Mama ngomong nggak, sih, Je? Jangan pura-pura budeg! Nanti budeg beneran kapok kamu!"

"Iya, Ma."

"Mama mau ngenalin kamu ke Melvi bukan tanpa alasan, Je. Melvi itu cantik, baik, pinter dan udah mandiri. Dia punya usaha restoran Italy sendiri. Pokoknya Melvi itu perempuan idaman." Tuh, kan ujung-ujungnya Bu Julia mempromosikan lagi anak sahabatnya itu.

"Hmm!"

"Je, kamu dari tadi diajak ngomong susah banget nyahutnya? Kamu abis ngelem, ya? Abis kobam?" tuduh Bu Julia sembarangan.

What Can I Do?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang