Bab 9 | Romansa anak muda

2.9K 213 10
                                        

Baca lagi dari awal gais karena ada beberapa yang aku tambahin dan yang aku ilangin. Alasan kenapa aku mengobrak-abrik ceritanya karena gak mau ceritanya bertele-tele seperti kemarin. Semoga kalian mengerti ya dan mau membaca ulang.

Instagram : wpdisni.pupu

~Garis Semesta~
Lee Heeseung

Tidur Shabira terusik karena tangan Mahesa yang tidak bisa diam memainkan pipinya. Shabira menatap Mahesa dengan tatapan kesal, melihat itu Mahesa terkekeh geli.

"Kamu ganggu aja aku tuh ngantuk," lirih Shabira yang ntah sejak kapan menjadi aku-kamu.

"Maaf, mau bobo lagi?" tanya Mahesa.

Shabira mengganti posisinya menjadi duduk masih dengan wajah bantalnya. "Katanya ngantuk, bobo lagi aja," sambung Mahesa menatap lekat wajah cantik Shabira.

"Gak mau ah, udah sore," lirih Shabira. Mahesa menarik pelan tubuh Shabira dan merangkulnya posesif.

Sejak pulang dari rumah sakit Mahesa memang mampir kerumah Shabira yang sebelumnya Shabira meminta Mahesa untuk menemaninya dirumah karena kedua orang tuanya yang masih bekerja apalagi papah Shabira yang jarang pulang karena seorang pilot.

"Sa.."

"Iya cantik?" Shabira tersenyum tersipu mendengar balasan manis yang keluar dari mulut Mahesa.

"Ciee salting," kekeh Mahesa melihat perubahan mimik wajah Shabira.

Shabira menyandarkan kepalanya pada bahu Mahesa seketika ruangan keluarga ini hening tidak ada yang berbicara kembali.

"Buby.." Shabira menoleh dan menyenyitkan dahinya. Shabira belum pernah mendengar nama itu dari siapapun.

"Buby? Who?" tanya Shabira cengo membuat Mahesa gemas melihat wajah itu.

"Panggilan cinta aku buat kamu, lucu kan?"

"Lucu dan aku suka," balas Shabira kembali menyandarkan kepalanya.

Shabira memejamkan kedua matanya menghirup wangi khas seorang Mahesa Atharaza, wangi yang soft dan tidak menyengat. "Aku suka wangi kamu," lirih Shabira.

"Aku lebih suka kamunya aja sih, By," kata Mahesa mengecup singkat kening Shabira.

Walau hubungan mereka baru berusia dua minggu tetapi rasa dan perhatian mereka sudah terjalin dari lama itu lah yang membuat mereka tidak canggung memberikan kasih sayang. Apalagi Mahesa yang merupakan cowok soft, tidak gengsi memberikan kasih sayang secara terang-terangan terhadap kekasihnya.

Sejak dulu Mahesa menyukai Shabira tetapi Shabira sendiri menganggap remeh perasaan Mahesa. Hingga sudah kesekian kalinya Mahesa menyatakan perasaannya kepada Shabira dan baru kali ini mereka resmi menjalin kasih.

Mahesa yang kecintaan dan Shabira yang tidak kepekaan. Itu lah mengapa tidak sedari dulu mereka berpacaran, karena salah satu dari mereka tidak menganggap pacaran itu hanya untuk kesenangan semata.

Shabira ingin satu lelaki untuk selamannya bukan untuk menemaninya di masa SMA saja.

"Laper, mau makan," pinta Mahesa .

Garis Semesta | ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang