Bab 20 | Sama-sama keras kepala

2.6K 217 40
                                        

~Garis Semesta~

"Terus lo mau kemana, Sa?" tanya Reva menahan lengan Mahesa yang akan melenggang pergi.

"Balik. Sekali lagi gua minta tolong nemenin Shabira kalau bisa lo nginep malam ini," tukas Mahesa. Reva melepaskan tangannya dari lengan Mahesa, sedikit menghela nafas dan mencoba menatap Mahesa.

"Lo ada masalah sama Bira?" tebak Reva.

Mahesa terdiam.

"Kalau lo diem berarti iya, why?"

"Gua males, Rev. Gua mau balik." Reva memutarkan bola matanya dengan kesal, orang di depannya ini aneh. Tiba-tiba mengirimkan pesan singkat yang menyuruhnya untuk kerumah Shabira dengan waktu yang cepat.

"Kalau gua sampe lo tau lo nyakitin Shabira awas aja," gerutu Reva.

"Dah ya gua nitip Bira." Bersamaan dengan mobil berwarna hitam yang berhenti di perkarangan rumah Shabira, tanpa mengucapkan apa-apa lagi Mahesa masuk ke dalam mobil itu dan mobil itu melenggang pergi dengan kecepatan sedang Reva pastikan itu Adrian.

Di atas sana Shabira hanya bisa melihat kepergian yang ia sebut sebagai kekasihnya. Setelah apa yang terjadi beberapa menit lalu membuat Shabira benar-benar kecewa dengan semua apa yang barusan terjadi.

Kekasihnya mencuri ciuman pertamanya  tanpa izin bahkan terbilang memaksa. Apa itu benar Mahesa?

Shabira menggelengkan kepalanya dan meremas sisi bagian bajunya dengan keras, sakit di hatinya ada. Tapi apa boleh buat jika semua terjadi berawal dari dirinya yang mendesak Mahesa untuk menjawab.

Jika kejadiannya akan seperti ini Shabira mungkin tidak akan mendesak Mahesa terlalu dalam.

Tok.. tok..

"Ra.. Shabira.."

Itu suara Reva. Shabira melihat Reva di bawah tadi bercakap-cakapan dengan Mahesa, apa Mahesa yang menyuruh Reva untuk menemaninya malam ini? Dugaan itu memang benar adanya, Reva ke sini untuk menemaninya.

Shabira mengusap air mata yang tersisa di area wajahnya dengan cepat Shabira menutup pintu balkon dan membuka pintu kamarnya untuk mempersilahkan Reva masuk.

"Hai.." sapa Reva. Shabira membalasnya dengan senyuman yang sangat tipis.

"Hei lo kenapa?" tanya Reva dengan wajah yang panik memegang bahu Shabira. Di tanya kenapa tentu saja jiwa sensitif Shabira tergoncang kembali, air mata yang barusan saja ia hapus agar tidak membuat Reva khawatir kini mengalir lagi dengan deras bahkan membuat tubuhnya bergetar hebat.

Melihat sahabatnya yang sedang tidak baik-baik saja Reva langsung mendekap Shabira dan mengusap punggung belakang Shabira.

"Gak papa nangis aja dulu kalau udah tenang cerita sama gua, ya?" Reva membawa Shabira ke atas tempat tidur Shabira karena tidak mungkin menenangkan Shabira dengan posisi berdiri.

Reva tidak berani mengeluarkan pertanyaan lain sebelum Shabira benar-benar tenang. Reva membiarkan Shabira meluapkan semua emosinya agar menjadi lebih tenang lagi saat nanti bercerita. Yang Reva duga Shabira berselisih dengan Mahesa, karena tidak biasanya Mahesa menyuruhnya untuk menemani Shabira di saat cowok itu saja bisa menemani Shabira. Di lihat dari masing-masing kondisi Reva juga melihat wajah prustasi Mahesa yang entah ada apa.

Garis Semesta | ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang