Bab 7 | Pingsan

4.2K 243 17
                                        

Baca lagi dari awal gais karena ada beberapa yang aku tambahin dan yang aku ilangin. Alasan kenapa aku mengobrak-abrik ceritanya karena gak mau ceritanya bertele-tele seperti kemarin. Semoga kalian mengerti ya dan mau membaca ulang.

Instagram : wpdisni.pupu

~Garis Semesta~
Lee Heeseung

"Jadi lo bakalan tinggal dirumah Keisya, Sa?" tanya Azka dengan heboh, emang dasarnya Azka pembawa keceriaan apa-apa di bawa heboh termasuk saat Azka dan yang lainnya mengetahui jika Mahesa akan tinggal dirumah Keisya.

Bukannya menjawab Mahesa seakan terpaku melihat Shabira yang baru saja masuk kelas bersama Reihan karena sudah menemui pembina Osis.

Azka yang melihat itu terkekeh dan mengusap wajah Mahesa dengan kasar, lantas tangan Azka di hempaskan Mahesa dengan kesal.

"Biasa aja dong, gua juga suka kali sama Shabira tau gua biasa aja tuh," celetuk Azka.

"Langsung ganti baju sama baju olahraga ya udah di tunggu Pak Lian," tukas Shabira kepada semua teman-teman kelasnya.

"Siap Neng cantik," celetuk Azka yang langsung mendapati tatapan tajam dari Mahesa.

"Dia punya gua," desis Mahesa.

"Halah punya gua punya gua punya gua di kasih kepastian enggak?" sewot Azka.

"Liat aja nanti," ucap Mahesa melirik sebentar ke arah Shabira. Shabira tersenyum tipis sebagai balasan.

"Ayo ganti baju dulu," tukas Shabira.

"Bareng kan, Ra?" tanya Satria dengan senyuman nakal .

"Sana aja sama bencong," celetuk Shabira kesal.

Satria dan Shabira itu sudah bersahabat sejak mereka berada di taman kanak-kanak dan siapa sangka persahabatan itu berlangsung sampai akhirnya kini mereka SMA.

"Sama gua aja, Ra," kekeh Azka lagi.

"Gak. Udah sana pada ganti baju. Kei, Nai, Rev yuk!" ajak Shabira kepada ketiga sahabat perempuannya.

"Yuk!"

Keempat perempuam itu keluar dari kelas untuk mengganti baju di ruang ganti atau bahkan ada yang di toilet. Shabira berjalan di samping Reva dan Naina dan Reva di belakang mereka.

"Ra, Mahesa udah nembak lo, ya?" tanya Reva menebak membuat Shabira bingung harus menjawab apa karena pertanyaan Reva memang benar tetapi ia belum memberikan jawabannya.

"Jujur aja, Ra. Gua liat-liat pandangan Mahesa ke lo beda banget," tukas Naina.

Shabira mengangguk. "Tapi syutt ya gua belum ngasih jawaban apa-apa."

"Serius, Ra?"

"Udah gua duga Mahesa gak akan cape ngejar lo, Ra. Beda sama Azka yang sekali nembak lo tolak dan dia langsung nyerah," kekeh keisya si paling anti cowok.

"Kalau dipikir-pikir Ra udah keberapa kali Mahesa nembak lo dan lo gak kunjung ngasih jawaban. Its oke kita paham lo belum siap atau lo masih ragu tapi ya Ra apa lo gak liat tulusnya Mahesa sama lo?" cerocos Reva diangguki Naina.

Garis Semesta | ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang