(Warning! Dalam bab ini terdapat beberapa kalimat kekerasan yang tidak layak untuk ditiru.)
***
Brakkk
Jennie baru saja keluar dari dalam taxi yang telah berhasil mengangkut dirinya dari restaurant, hingga saat ini langkah kakinya yang tertatih tengah mengabsen lantai dari lobby apartement mewah miliknya bersama suaminya.
Kebohongan besar yang dilakukan oleh suaminya hari ini berhasil merubah Jennie menjadi seperti mayat hidup.
Maka dari itu, Jennie memutuskan untuk pulang seorang diri ke Penthouse milik mereka, dan meninggalkan kelas mengajarnya untuk menenangkan dirinya di sana.
Cekrekkk
Pintu utama dari Penthouse milik Lim dan Jennie, baru saja terbuka melalui tangan lemas milik Jennie.
Bertepatan dengan itu, Jennie langsung membulatkan matanya karena melihat kekacauan dan keramaian yang terjadi di bagian lantai dasar dari penthouse miliknya itu.
"Mwo?!"
Tidak ada seorangpun yang menyadari Jennie di sana.
"Peter!" Panggil Jennie kepada pengawal pribadinya itu.
"Nyo,,, nyonya muda?" Peter terkejut.
Namun meskipun demikian, Peter harus segera menghampiri nyonya mudanya itu.
"Nyonya muda." Peter membungkuk pada Jennie.
"Hmmm. Katakan! Ada apa semuanya ini dan apa yang sudah terjadi sebelumnya di dalam rumahku?!" Tanya Jennie dengan segala kebingungannya.
"Hmm,,," Peter tidak kalah bingung dari Jennie karena ia tidak tahu harus berkata apa lagi.
Jennie yang pikirannya tengah kalut itu langsung mengarah kepada satu alasan yang membuat suaminya berbohong hari ini.
"Katakan!!!" Bentak Jennie kemudian.
Para pekerja yang berada di lantai dasar itu serentak menoleh ke arah Jennie, karena mereka terkejut mendengar suara teriakan dari Jennie barusan, kemudian mereka kembali melanjutkan tugas mereka yang tengah diburu waktu itu.
"Hmm, aku kurang tahu, nyonya muda, karena aku hanya diperintahkan oleh tuan muda untuk semuanya ini." Jawab Peter apa adanya.
Mendengar nama suaminya disebut oleh Peter barusan, Jennie kembali tersulut emosi karena ia telah meyakini apa yang ada di dalam isi pikirannya saat ini.
"Hentikan seluruh kegiatan yang tengah berlangsung saat ini, dan sekarang juga kau suruh mereka itu pergi dari rumahku!" Perintah Jennie.
"Ba,, baiklah, nyonya muda... Hei, kalian semua! Hentikan kegiatan itu! Sekarang pergilah kalian dari tempat ini!" Peter menunduk dengan patuh kepada Jennie, kemudian ia menginstruksikan kepada para pekerja yang berada di sana.
"Tapi, tuan,,,"
"Tidak ada tapi tapian. Mengenai upah dan pembayaran atas semua ini tidak ada yang berubah dengan itu. Sekarang kalian pergilah dari sini!"
"Ah, baiklah kalau begitu, tuan Peter, kami senang mendengarnya."
"Hmmm." Jawab Peter sambil fokus kepada ponsel miliknya, untuk segera menghubungi nomor contact atas nama tuan mudanya.
***
Setelah Jennie memberikan perintahnya kepada Peter, ia langsung berjalan cepat menuju ke tingkat dua dari Penthouse miliknya.
Sambil berderai airmata dan membawa kobaran api cemburu di atas kepalanya, Jennie menaiki anak tangga satu persatu dengan cepat, agar kaki jenjangnya yang tiba tiba saja bertenaga itu segera tiba di depan kamar milik Lim sebelumnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
You're Still The One(JENLISA)
Romance"Maafkan aku Jane, aku mencintai kekasih ku yang sekarang, mari kita bersahabat saja." Limario Akankah kisah cinta masa kecil itu kembali bersemi setelah melalui begitu banyak tahap yang menyakitkan? "Akan aku rebut kembali apa yang sudah seharusny...
