CHAPTER 20 : Rahasia Dibalik Rahasia

156K 7.2K 391
                                        

Hai...

Ku tengok-tengok agaknya banyak pembaca yang baru datang. Welcome ya...

Pasti dari Tik-Tok????

Semoga betah sampai akhir!!!

Mohon dukungan, kritik, dan sarannya buat cerita ini ❤️🕺

Mohon dukungan, kritik, dan sarannya buat cerita ini ❤️🕺

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kalau udah cinta ngomong, Ken. Bukan ngelihatin fotonya terus!"

Suara itu mengganggunya. Sabian yang banyak bicara. Yang suaranya kini tengah bertabrakan dengan riuh rinai yang jatuh ke bumi. Yang kemudian menghancurkan lamunannya tentang pemilik wajah teduh yang akhir-akhir ini mengganggu pikirannya. Entah dengan senyuman yang ia miliki, entah dengan suaranya yang terdengar candu, atau entah dengan binar matanya yang selalu memancarkan kilau menyesatkan.

Kenandra mendengus mendengar kalimat barusan.

"Enggak usah denial, Ken. Kalau lo belum cinta sama istri lo ngapain lo susah-susah ngelindungin dia dari keluarga mendiang Aruna?"

"Ngapain lo susah-susah ngatur strategi buat ngehancurin keluarga dan bisnis Abimana Aryo Sariatmaja kalau bukan demi Gistara?"

"Itu karena mereka pantas mendapatkannya, Sab."

"Kalau lo enggak cinta sama Gistara ngapain lo nyari keberadaan Dinantra Wardhana Sariatmaja?"

"Itu karena Dinantra Wardhana Sariatmaja harus bertanggungjawab atas apa yang sudah diperbuat tiga tahun yang lalu, Sab."

"Demi siapa? Yap betul, demi Gistara. Karena kalau Dinantra Wardhana Sariatmaja tidak ditemukan maka Gistara yang akan dijebloskan ke penjara oleh keluarga mendiang Aruna. Dan lo enggak terima kalau Gistara di penjara. Iya 'kan?"

Lantas begitu saja, Kenandra membiarkan sahabatnya berbicara sesuka hati. Menganggap seolah pria itu tak ada sedikit lebih baik daripada ia harus menanggapi ocehan tak bermutu dari Sabian.

Di luar hujan tak jadi turun. Rinai-rinai yang datang seperti terlewat begitu saja tanpa meninggalkan genangan. Namun, di ujung barat langit menggantung masih sama seperti tadi. Kelabu.

Dipandanginya sebuah nama yang menghias roomchat miliknya akhir-akhir ini. Istriku... demikianlah Kenandra menamainya. Tiada simbol hati berwarna merah di belakang rangkaian huruf itu. Sebab, ia sendiri masih tak tahu. Perasaannya seperti abu-abu.

Terkadang ia berdebar ketika mereka sedang duduk bersebelahan, atau ketika mereka sedang berbaring di atas ranjang. Juga terkadang debar lain datang ketika ia menangkap binar-binar yang berkilau di antara dua mata milik Gistara. Namun di waktu yang bersamaan ingatan tentang Aruna mendadak muncul, lalu rasa bersalah itu datang menghantam dirinya.

"Hubungi aja lah, Ken. Lo kayak remaja labil yang baru jatuh cinta aja. Padahal mah udah berpengalaman sama yang dulu sampai-sampai kalian udah bercocok tanam sebelum halal."

DESIDERIUM (SELESAI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang