Bab 17 {REVISI}

17.9K 769 28
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

......


Suara gebrakan terdengar nyaring memenuhi ruangan.

"Sialan! Ke mana mereka pergi!? Ini udah dua hari!" bentak Rasello sambil membanting ponselnya ke lantai, sumber suara keras yang barusan menggema.

Ia sudah menyuruh beberapa bodyguard bayarannya untuk mencari keberadaan Viola dan Rasella. Namun hasilnya nihil. Keduanya seolah menghilang tanpa jejak. Frustrasi menekan dadanya hingga napasnya terasa berat.

"Tenang, bro... mereka pasti baik-baik aja. Percaya sama gue," ujar Deo berusaha menenangkan Rasello yang tampak semakin kalut.

"Gimana bisa gue tenang? Ponsel mereka nggak bisa dihubungi sama sekali!" ucap gelisah Rasello, pasalnya kedua gadis itu tidak mengabarinya sama sekali, tidak pun memberitahunya jika mereka tidak pulang.

"Mungkin mereka lagi liburan."

"Nggak mungkin." Rasello memijat pelipisnya kuat-kuat. "Kalau mereka liburan, pasti ngabarin gue. Dan baju mereka di lemari masih utuh."

Ben yang sejak tadi diam akhirnya angkat bicara. "Lo sudah bilang ke nyokap sama bokap lo?"

"Belum. Gue bisa habis kalau mereka tau kedua adik gue hilang."

"Kenapa nggak minta bantuan temen masa kecil lo itu?" usul Ben.

Rasello menoleh, berpikir sejenak. "Temen yang mana?"

"Yang lo bilang IQ-nya di atas rata-rata. Yang bisa retas dark web."

Rasello menjentikkan jarinya. "Jeff."

"Ingatan lo masih bagus juga," kata Deo.

"Jelas," sahut Ben bangga sambil memukul dadanya sendiri.

Tanpa berpikir panjang, Rasello segera menghubungi Jeff.

"Halo, Jeff."

"Ya, kakak ipar. Ada apa? Tumben baru nelpon."

Rasello berdecak, tahu sikap tengil teman masa kecilnya itu. "Ck, telinga gue sakit tiap lo manggil gue kakak ipar."

"Oh, come on. Lo kan pasti bakal jadi kakak ipar gue." seringai Jeff.

"Sekarang jangan bahas itu. Ada hal penting. Viola sama Rasella menghilang...."

"What!? Menghilang? Beruang kutub gue ke mana!?" suara Jeff terdengar panik diseberang telepon sana.

"Dengerin gue dulu sampai selesai!"

"Oke, sorry."

"Dua hari lalu gue tinggalin mereka di puncak. Begitu gue balik ke mansion, mereka hilang. Sampai sekarang ponsel mereka mati. Gue minta bantuan lo buat lacak keberadaan mereka."

"Oke. Gue urus."

Jeff memutus sambungan telepon sepihak. Ia terlalu khawatir memikirkan Rasella. Walaupun yang akan ia lakukan jelas ilegal, jika menyangkut gadis itu, ia tidak peduli konsekuensinya.

Ello Untuk Ola {END}Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang