benift! 31. SWITCH! [i love you]

17K 1.2K 71
                                        

Jeno mengerejapkan matanya saat merasa tubuhnya dipeluk dengan erat oleh seseorang. Ia membuka matanya perlahan dan menemukan Jaemin yang tertidur diatasnya sambil memeluknya dengan begitu erat.

"Jaemin!?" Jeno tersentak. Ia buru-buru melepas pelukan Jaemin dan bangkit dari posisinya, membuat sosok yang tadinya memeluknya tentu langsung terbangun.

Jaemin menguap lalu membuka matanya, menatap obsidian hitam yang tengah menatapnya dengan tatapan kaget.

"Hello, cattie. Maaf mengagetkanmu," ucap Jaemin sambil kembali memeluk tubuh Jeno dan menelusupkan wajahnya di dada sang pacar.

Jeno menggelengkan kepalanya lalu membawa bahu Jaemin agar laki-laki menjauh dari tubuhnya. "Jaemin! Apa yang kamu lakukan disini?!" Sentaknya yang dibalas dengan tatapan mengantuk sang empu.

Jeno memutar bola matanya malas, "Jaemin, jawab aku!"

"Apa.. aku hanya tidur kok.." jawabnya dengan suara khas orang baru bangun tidur. Jaemin lagi-lagi menubruknya tubuhnya dengan tubuh sang pacar, memeluk erat tubuh Jeno dengan kepalanya yang bersender di dada sang pacar.

Jeno mendengus lalu menatap kesal pacarnya itu. "Jaemin, bagaimana dengan infusmu? Sebaiknya kamu kembali ke ranjangmu, Jaem."

Jaemin menggeleng, ia malah semakin menyamankan posisinya. "Dokter sudah melepas infusku.. dia bilang aku sudah tidak perlu itu, makanya aku ingin tidur denganmu."

Jeno menghela napasnya lelah, "tapi tetap saja, Jaem. Pindahlah ke ranjangmu, disini sempit, Jaemin." Jaemin menggeleng, "aku tidak perlu, aku hanya ingin tidur denganmu saja!" Kekeuh nya.

Jaemin memang sangat keras kepala!

Jeno memejamkan matanya, helaan napas lelah keluar dari belah bibirnya, kalau sudah begini dia hanya bisa pasrah.

Tangannya naik, mengusap surai biru sang pacar dengan sebelah tangannya yang lain bergerak mengusap bahu Jaemin. Membuat sang empu mengulum senyum senang.

Dengan ragu Jeno menumpu dagunya di kepala sang dominan, tangannya bergerak mengusap lembut kepala dan bahu pacarnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Dengan ragu Jeno menumpu dagunya di kepala sang dominan, tangannya bergerak mengusap lembut kepala dan bahu pacarnya.

"Apa tangganmu masih sakit?" Jaemin menggeleng pelan, "sudah tidak terlalu, dokter juga bilang kalau tanganku sudah baik-baik saja."

Jeno mengangguk paham membuat pacarnya itu ikut mengangguk. Jaemin mengeratkan pelukannya pada pinggang Jeno dengan kepalanya yang nyaman bertengger di dada sang pacar.

"Kamu khawatir padaku ya?" Tanya Jaemin dengan kekehan dibibirnya, yang tentunya berhasil membuat sang pacar berdecih.

"Aku hanya takut terjadi hal buruk padamu."

"Ya tetap saja, kau khawatir."

"Terserah."

Jaemin tertawa kecil sedangkan Jeno, wajahnya sedikit memerah karena malu.

SWITCH! | JAEMJENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang