benift! 34. SWITCH! [hug me, rn]

12.8K 1K 16
                                        

Jaemin bergeming, termenung sambil terus menatap lekat sosok pacarnya. Dadanya terasa sakit, tak menyangka dibalik sosok keras pacarnya ada kisah masa kecil sesakit itu.

Ia menatap lekat obsidian hitam yang entah kenapa terlihat penuh luka, tangannya terulur—menggenggam tangan milik sang pacar yang berada diatas meja.

Jeno menoleh saat merasa tangannya digenggam oleh Jaemin, dapat ia lihat seulas senyum tipis dibibir sang pacar.

"Cattie.. I'm sorry.. I didn't mean to make you reminisce about your past.." ujarnya pelan, terdengar jelas bahwa pemuda bersurai biru itu sangat menyesal.

Ia genggam tangan Jeno dengan keduanya tangannya lalu mendaratkan kecupan kecil di tangan pacarnya itu, sebelum kemudian ia kembali menatap obsidian hitam milik Jeno.

Jaemin tersenyum tipis sambil masih menggenggam tangan pacarnya ia berkata.. "maafkan pertanyaanku yang tadi ya? Kita tidak perlu membahas ini lagi, I don't want to see you sad anymore."

Jeno balas tersenyum, ia menggelengkan kepalanya lalu balas menatap manik rusa milik Jaemin.

"This is not your fault, Na. Aku yang malah keceplosan menceritakannya," sahut Jeno pelan. Ia akui ini memang salahnya, Jaemin hanya bertanya soal marga sang mama tapi entah kenapa hatinya malah memaksanya untuk menceritakan salah satu kisah masa lalunya pada pemuda Na itu.

Lagi-lagi Jaemin melempar senyuman tulusnya, ia beranjak bangun membuat Jeno sontak mengikuti kemana pacarnya itu bergerak.

Jaemin mengitari meja lalu duduk tepat disamping Jeno membuat sang empu sontak membulatkan matanya saat melihat Jaemin yang mendudukkan dirinya dilantai dingin.

"Jaemin! Jangan duduk di sin—"

Chup.
Jaemin memotong ucapan Jeno dengan bibirnya. Ia mengecup bibir tipis milik sang pacar, kedua matanya terpejam dengan satu tangannya bertengger di tengkuk sang submisive.

Jeno kaget saat tiba-tiba benda kenyal itu menempel dibibirnya, mengulum bibirnya, membuatnya perlahan masuk ke dalam buaian ciuman milik Jaemin.

Chup.
Tautan bibir keduanya terlepas, kini Jaemin beralih menatap nanar sosok tampan pacarnya. Ia tersenyum, sebelah tangannya terulur mengusap pipi tirus milik Jeno.

"I love you. Maaf membuatmu harus kembali mengingat masa lalumu," ujar Jaemin tulus. Jeno menggeleng, ia memalingkan wajahnya saat menyadari pipinya perlahan memerah.

Melihat itu tentu membuat Jaemin terkekeh, ia mengusak surai gelap sang pacar membuat Jeno langsung menatapnya dengan tatapan malu dan juga kesal.

"You're so cute, cattie~ mulai sekarang aku akan membuat banyak kenangan indah denganmu agar kamu tidak mengingat hal-hal sedih lagi," tutur Jaemin sambil kembali menggenggam kedua tangan Jeno.

Jeno berdecak, ia menarik tangannya dari genggaman sang empu lalu memalingkan wajahnya.

"Tapi pertanyaanmu tentang marga belum terjawab, ingin aku jelaskan?" Jaemin menggelengkan kepalanya, ia menatap lekat wajah sang pacar.

"Tidak perlu." Jaemin kembali membawa tangan Jeno ke genggamannya, ia menepuk pelan tangan sang pacar. "Waktu kita masih banyak untuk bercerita tentang masa lalu, untuk sekarang kita hentikan obrolan ini sampai sini saja, nanti jika waktunya sudah tepat kita bisa bertukar cerita tentang masa lalu kita, iyakan?" Imbuh Jaemin dengan senyum hangat dibibirnya.

Jeno mengangguk, "baiklah."

Jeno memalingkan wajahnya, ia berdeham singkat sebelum memulai bicaranya.

"Jaemin.." panggilnya yang dibalas dehaman oleh sang empu. "Ada apa?" Sahut Jaemin sambil masih menatap Jeno.

Lagi-lagi Jeno berdeham, ia mengulum bibirnya merasa ragu untuk mengutarakan hal yang ingin ia katakan.

Merasa ada yang aneh tentu membuat Jaemin menautkan alisnya, ia menatap bingung kucing manisnya.

"Cattie, what's wrong, hm?"

"Hug me."

"What?"

"Hug me, right now. Na Jaemin."
"Sebelum aku berubah pikiran."

Ini singkat ajaa, hanya sekedar mengobati rindu dengan JaemJen :) sebetulnya ada lanjutannya, tapi aku gabung di next chapterr mwehehe [tertawa licik]

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ini singkat ajaa, hanya sekedar mengobati rindu dengan JaemJen :) sebetulnya ada lanjutannya, tapi aku gabung di next chapterr mwehehe [tertawa licik]

Sooooo, see you next chapter!!!!

SWITCH! | JAEMJENTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang