part 36

3K 184 13
                                    

Luna melakukan peregangan beberapa kali, tubuhnya mulai merasa sakit karena lelah.

Banyak yang harus mereka lakukan dan pelajari setiap hari, mulai dengan piket memeriksa bangsal, mengikuti operasi dan hal lainnya.

Hingga pasien aneh datang, seorang pria berusia 40 tahunan mengalami kecelakaan dalam keadaan mabuk.

"Mana dokternya.. aku terluka cepat obati aku" sambil mengamuk.

Luna yang mendapat tugas untuk berjaga di ruang ICU langsung berpapasan dengan pria itu.

"Anda harus tenang, ada banyak pasien lain juga disini" ucap luna dengan nada tenang.

"Apa katamu? Tenang? Kamu tidak melihat darah di pelipisku? Jika kamu seorang dokter segera obati aku" Langsung menarik baju Luna.

"Karena itu, anda harus tenang agar dokter bisa mengobati anda, bersikap seperti ini, membuat semua orang ketakutan"

Semua suster dan pasien histeris petugas keamanan segera datang.

"Kamu berani beraninya menceramahiku"

Hampir saja memukul Luna, beruntung satpam sikap segera menarik pria itu menjauh.

"Lepas.. baiklah... aku akan tenang" ucap pria itu membuat satpam melonggarkan pegangannya.

Saat itu juga pria itu mengambil sebuah pulpen berniat untuk melukai Luna. Satpam segera mengejarnya kembali dan berhasil menangkapnya kembali.

Tapi pulpen itu berhasil melukai pipi kiri luna.

Semua orang berteriak, kecuali Luna yang masih berdiri tegak di posisinya. Luka sekecil itu tidak membuat luna takut atau meringis sakit.

Seorang dokter wanita menarik Luna ke ruangannya.

Namanya adalah dokter Nita, dia adalah konsulen atau dokter pembimbing Luna.

"Saya bisa mengobatinya sendiri"

Dr Nita tidak mendengarkan ucapan Luna, dia menahan tangan Luna agar tetap duduk sambil mengobati lukanya.

"Walaupun luka kecil, jika tidak mengobatinya dengan baik, bisa terjadi infeksi dan meninggalkan bekas luka di wajahmu"

"Terimakasih"

"Bagaimana kamu bisa tetap tenang dalam situasi seperti itu? Dilihat dari wajah dan pakaianmu sepertinya kamu adalah anak dari orang berada, sesuai pengalamanku, biasanya koas dengan ciri-ciri seperti itu cukup manja"

Luna tersenyum "aku pernah mengalami rasa sakit akibat luka yang lebih parah dari ini"

"Benarkah? Ingin bercerita"

"Aku pernah terjatuh" berbohong

Dr nita tau bahwa gadis dihadapannya enggan berbicara lebih jauh.

Wajah mereka berdekatan saat Dr nita mulai menutup luka itu dengan plester.

Mata luna bisa melihat dengan jelas belahan dada Dr nita dengan jrak sedekat itu. Dia segera menunduk dan membuat plester itu sedikit meleset.

"Kenapa"

"Tidak apa-apa"

"Apa tidak menarik?"

Pertanyaan aneh dan sangat membuat Luna banyak berfikir sebelum menjawab.

"Tentang"

"Apa yang kamu lihat"

Luna masih diam, berfikir dan mencerna.

"Orang seperti kita seharusnya bisa saling mengenali antar sesama bukan" dengan tatapan lekat sementara wajah keduanya sama sama dekat.

Luna segera mengalihkan pandangannya dan mundur menjauh dari posisinya.

"Kalau begitu, saya akan kembali bekerja" melarikan diri dari situasi aneh.

Sebelum beraktivitas kembali, luna kembali ke ruangannya untuk membuka hp.

Sudah ada 4 pesan watshap dari keysa.

"Maaf sayang aku baru bisa bales, aku baru istirahat"

Setelah pesan itu panggilan vidio langung masuk, seakan keysa tidak ingin menyia nyiakan waktu.

Luna lupa dengan luka dipipinya, itu membuat keysa langsung ribut menyakan lebih dari 10 pertanyaan tentang luka itu.

"Ini tidak sengaja tergores aku akan menjelaskannya nanti malam, aku selesai jam 5 sore hari ini" segera menutup telfon

Tidak pernahterbesit fikiran bahwa luna baru saja membuat keysa khawatir cukup jauh.

Akibatnya saat luna pulang ke kostnya dia mendapati keysa sudah berada di sana.

"Keysa"

Gadis itu langsung memeluk luna "kangenn"

"Dari jam berapa dateng"

"1 jam lalu"

"Kamu pasti capek 4 jam perjalanan, naik bis?"

Keysa mengangguk dan segera masuk ke dalam kamar luna.

"Kenapa luka di pipimu"

"Luka kecil.. sungguh, kamu kesini kuliah gimana"

"Libur, kan ini jumat"

"Kalo gitu, aku beli makan dulu, kamu pasti laper"

Keysa menahan tangan Luna, dan mencium bibirnya.

Girl love Girl (GXG) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang