Part 15 benci

6.6K 383 7
                                    

Langit sangat cerah, jam kuliah sudah berakhir, luna baru saja keluar dari TU setelah menemui salah satu dosen.

Dia mengekuarkan hp dari tas, mengirimkan sebuah pesan teks kepada Keysa.

Senyuman tersungging di bibirnya ketika langsung mendapat balasan.

Mereka sepakat bertemu di depan joglo kampus untuk makan bersama di kantin. Dari kejauhan dia sudah bisa melihat Keysa dan Fara sudah menunggu sambil berbicara dengan seorang mahasiswa lain.

Fara melihat kedatangan Luna "eh udah ya Aldo, aku mau ke kantin dulu"

"Oke kabari nanti ya kalau ada yang bikin bingung"

"Siap" jawab Fara sambil melambaikan tangan.

Keysa tersenyum lebar dibalas dengan senyuman tipis namun terlihat sangat tulus.

"Hemat bener senyumnya" ketika keysa berada tepat di sebelah Luna.

"Senyum tipis aja banyak yang kepincut, ntar kalo senyum lebar gimana kalo makin banyak yang suka"

"Pd banget ya sekarang"

Fara datang, mereka segera menyudahi perdebatan yang mereka mulai.

"Kak luna, maaf nunggu"

"Gak paapa"

Mereka berjalan sambil berbincang menuju kantin, di sepanjang perjalanan cukup banyak mahasiswi dan mahasiswa yang menyapa Keysa, dia memiliki teman jauh lebih banyak dari keysa, hal itu terjadi karena Keysa mudah bergaul dan sangat welcome terhadap orang baru, tidak seperti Luna yang lebih memilih menutup diri.

"Cieee tenar sekarang" bisik Luna.

"Gak mau kalah sama kamu"

Mereka tertawa kecil dibelakang Fara yang sibuk membaca pesan grup di watshap.

Langkah Luna terhenti, ketika melihat kedatangan Revan.

Dengan sebuah buket bunga berukuran standart laki-laki itu tersenyum, ketadatangannya mendapat perhatian dari mahasiswa yang ada di sekitar mereka.

Berbeda dengan Luna, ekspresinya berubah dingin ketika melihat Revan datang.

"Aku datang untuk meminta maaf" sambil menyodorkan buket bunga yang ada di tangannya.

Luna tidak menerima buket itu "kita harus berbicara" menarik Revan berniat untuk berbicara diluar kampus.

"Aku ingin kenal dengan teman-temanmu" menolak pergi.

Dengan sengaja Revan mengulurkan tangan ke arah fara "kamu pasti teman Luna, kenalin aku Revan tunangan Luna"

Fara menganga dia kaget mengetahui bahwa Luna sudah bertunangan, kalimat itu di ucapkan Revan dengan nada sedikit tinggi, dia sengaja agar orang lain dapat mendengar.

Fara kemudian menjabat tangan Revan "aku Fara"

Kemudian Revan memperkenalkan diri kepada Fara.

"Revan, kita harus bicara"

"Disini juga bisa kan? Kebetulan aku lapar, kalian pasti kekantin untuk makan kan? Bolehkah aku bergabung?"

Keysa diam, Luna tentu menolak, namun Fara malah mengiyakan, Fara tidak tau permasalahan antara Revan dan Luna.

Terpaksa mereka duduk di kantin bersama. Revan memberikan sebuah donat dengan topping Almond yang baru saja dia pesan kepada Luna.

"Cobalah, ini enak, aku pernah memakannya"

Keysa menjauhkan donat itu dari Luna "Luna alergi kacang"

"Alergi kacang?" Mengangkat sedikit alis

"Kamu tidak tau?"

Mata keduanya bertatapan cukup lama "Luna tidak memiliki alergi apapun" jawab Revan yang masih percaya diri.

"Aku alergi kacang" pengakuan Luna memberikan sebuah jawaban yang sedikit mempermalukan Revan.

"Begitu? Kamu tidak pernah mengatakannya padaku"

"Untuk apa aku memberitahumu" dengan nada ketus.

Fara kebingungan dengan interaksi aneh keduanya. Alih alih terlihat sebagai pasangan, mereka malah tampak seperti bermusuhan.

"Baiklah, kalau begitu, aku saja yang makan"

"Jika sudah selesai, cepatlah pulang"

"Kamu bahkan belum makan"

"Melihatmu, membuatku tidak berselera"

Revan tersenyum "kamu masih marah?"

Keysa segera memegang erat tangan Luna di bawah meja. Membuat Luna menjadi lebih tenang dan tidak membuat keributan.

Namun mata Revan sangat jeli, dia bisa melihat bahwa tatapan Luna kepada Keysa sangat berbeda, dia bahkan masih ingat saat tadi Luna tersenyum ke arah Keysa sebelum menyadari kedatangannya.

"Kamu ternyata sama saja, menyukai seseorang yang mirip dengannya"

"Apa maksudmu"

Revan kembali tersenyum, dia langsung berdiri dari kursinya "agar aku tidak menganggu makan siang kalian, aku akan pergi" sebelum pergi revan sedikit maju ke arah Keysa membisikkan sesuatu.

"Semua mantan Luna terlihat sepertimu, dia juga memberikan gelang  yang sama seperti yang kamu pakai kepada semua mantan kekasihnya, jika kamu tidak percaya, aku bisa membuatmu bertemu mereka" kemudian Revan pergi begitu saja membuat Keysa dipenuhi rasa penasaran akan ucapannya

Girl love Girl (GXG) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang