part 45 memeluk

2.2K 154 10
                                    

"Karena kita udah makan bareng, sekarang waktunya buat waktunya nemenin aku belanja"

"Aku gak pernah bilang mau nemeninmu belanja"

"Ini layanan untukku yang kemarin udah jadi patung di tengah perdebatan ayah dan anak"

Luna ingat kemarin ketika dia menyeret Nita saat sang ayah ingin bicara dengannya.

Kemudian luna setuju, menemani Nita ke sebuah mall terbesar yang ada di kota itu.

"Pilihkan aku baju yang cocok untukmu" sambil melihat lihat sebuah baju.

"Kamu bisa memilih sesuai seleramu" ucap luna tidak ingin repot.

"Kalau begitu aku juga akan membelikanmu baju"

"Tidak perlu" sambil membuka hp melihat pesan.

Tiba tiba nita melingkarkan tangannya di pinggang Luna, pelukan hangat dan cukup erat, luna tidak bisa bergerak.

"Apa ini"

"Diam sebentar" ucap nita. Setelah beberapa saat dia melepas Luna "lagi ngecek lebar pinggang kamu, biar gak susah milih ukuran bajunya"

Alasan yang sangat tidak masuk akal "modus" terang luna.

"Itu tau, suruh siapa mau" tersenyum penuh kemenangan.

"Aku fikir ada apa.. kamu nyuruh aku diem"

Tolong ambilkan ukuran S dan M ya "kepada pelayan" dan meminta luna untuk mencoba pakaian yang dia pilih di ruang ganti.

"Aku bisa nyoba sendiri"

"Terus siapa yang bisa nilai? Ini pas ato nggak"

"Kaca yang nilai" luna takut nita akan kembali berulah.

Saat selesai memilih, giliran mereka berdua ribut untuk membayar.

"Aku aja"

"Aku yang lebih tua"

"Gak ada hubungannya dengan usia"

Setelah gagal mencapai kesepakatan, mereka akhirnya meminta pelayan untuk memilih.

"Sudah kuduga" dengan wajah kesal.

"Jangan bete, emang pada dasarnya mukaku keliatan muka muka cewek kaya"

"Jadi wajahku?"

"Hmm karna mukamu masih terlihat kayak mahasiswa semester awal, rapi dan polos, jadi orang ngira kalo kamu type type beban orang tua yang suka hura-hura" tertawa penuh kemenangan.

Mereka segera pergi setelah membayar, saat berjalan melewati salah satu toko yang menjual pakaian tidur, dan pakaian dalam.
nita melihat bahwa luna sempat melirik.

"Pengen beli BH?"

"Siapa bilang?"

"Sapa tau, kalo mau aku beliin, tapi jangan yang itu, kegedean buat kamu"

"Sok tau"

"Kan udah liat" dengan santai.

Luna langsung menyilangkan kedua tangan menutupi dadanya "dokter mesum" baru ingat bahwa dokter nita yang mengganti pakaiannya saat sakit.

"Tapi sumpah selera fashionmu emang Oke, bramu aja cakep"

Luna langsung menutup mulut nita dengan tangan kanannya, sebelum dia mengatakan hal memalukan lainnya.

Setelah nita memberi isyarat bahwa dia akan diam, luna baru melepasnya. Saat mereka berdua ayik berkeliling, luna malihat seorang anak kecil bermain didejat eskalator, dia terus memperhatikan anak itu karena mrmiliki firasat buruk.

Girl love Girl (GXG) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang