Hari 3 semenjak pertengkaran kecil terjadi, mereka tidak bertegur sapa karena ego masing-masing.
Luna merasa dia tidak bersalah, walaupun nada yang dia keluarkan cukup keras hari itu, namun bagi Luna keysa juga sedikit keterlaluan menghinanya di tempat umum.
"Aku tidak akan perduli, lagipula aku selama ini baik-baik saja sendirian" berbicara pada diri sendiri.
Namun matanya beberapa kali melirik hp yang ada di sebelah laptop, ketika layar hpnya hidup dan bergertar, dia segera melihat apakah ada pesan masuk.
"Hhh" desah Luna ketika dia tau bahwa hpnya bergetar karena notifikasi aplikasi shopee.
Suara rintik hujan terdengar, Luna segera menutup jendela. Dia melihat sebuah taksi berhenti di depan rumahnya kemudian seorang wanita dengan rambut pitang turun, Luna langsung menutup jendelanya rapat, kemudian mengunci pintu.
Luna mendengar suara ketukan pintu samar-samar, derasnya hujan membuat nya tidak terlalu mendengar teriakan seseorang yang terus memanggil namanya.
Luna berjalan ke kamar, mengambil selimut kemudian tenggelam di dalamnya, sebuah telfon terus berdering sari nomor tidak dikenal, Luna langsung mematikan ponselnya karena dia ingin gadis itu menyerah kemudian pergi.
Luna akhirnya tertidur dengan hp ada di genggaman tangannya.
"Ctarrrrr"
Suara petir mengagetkannya, dia segera melihat jam dinding.
Sudah 2 jam sejak dia tertidur, dia kembali teringat akan Alya
"Dia takut petir,.. dia pasti sudah pulang" meyakinkan diri.
Namun luna tidak kunjung merasa tenang, dia akhirnya bangun dan keluar untuk memastikan.
"Alyaa.. mamu belum pergi juga"
Gadis itu menengadahkan wajahnya, dia meringkuk diantara kedua lututnya dengan tubuh basah kuyup.
Rumah yang ditempati Luna memang tidak memiliki plafon di bagian halamannya.
Luna mendekat, memegang lengan Alya yang terasa sangat dingin, kulit telapan tangan Alya mengkerut pertanda sudah lama tubuhnya terkena hujan.
Luna segera membawa Alya masuk, mengambilkan handuk dan mematikan Ac yang masih menyala.
"Kenapa kamu begitu bodoh?? Kenapa kamu tetap disana?"
Alya langsung memeluk Luna dengan erat. "Sangat hangat"
Luna diam untuk sesaat, dia merasakan suhu tubuh Alya sedingin es, dia merasa bersalah.
"Aku menyesal" bisik alya.
"Aku sudah melupakannya"
"Aku sungguh menyesal, aku merasa sangat takut, aku tidak bisa membayangkan bagaimana pandangan orang lain terhadapku jika mereka tau bahwa aku adalah seorang lesbian... kemudian aku mencoba, aku ingin sama seperti wanita pada umumnya, jatuh cinta kepada seorang laki-laki... tanpa kusadari, aku menghianatimu, tanpa aku sadari aku menyakitimu, aku hanya memikirkan perasaanku, tanpa memikirkan perasaanmu sedikitpun.. kemudian kamu pergi, kamu menghilang tanpa jejak, semuanya menjadi lebih buruk, aku tidak merasa bahagia sedikitpun. Aku bahkan tidak lagi perduli dengan orang lain, aku merasa kesepian, aku berfikir mungkin perasaan ini akan menghilang dengan berjalannya waktu, tapi rupanya perasaanku terus tumbuh, aku semakin merindukanmu aku mencarimu selama ini"
Luna diam dan hanya mendengarkan apa yang diucapkan gadis yang masih memeluknya.
Alya melepas pelukannya, menatap luna dengan tatapan sendu, sementara salah satu tangannya membelai pipi Luna.
"Aku ingin kita kembali seperti dulu.."
"Aku sudah memiliki orang lain, dan aku.."
Alya menutup bibir Luna dengan dengan jemarinya.
"Aku masih mencintaimu, seperti dahulu"
Tangan Alya turun memegang kerah baju Luna, menarik sedikit bahunya, wajah mereka terpaut semakin dekat..
Ogoing......

KAMU SEDANG MEMBACA
Girl love Girl (GXG)
РазноеUntuk 21+ banyak kata2 kasar dan adegan dewasa Semua berubah setekah kejadian malam itu, keysha tidak pernah bisa melupakannya. "Semoga kita bertemu lagi" ucap gadis cantik itu setelah mencium Keysha tanpa izin. Ini adalah kisah tentang cinta yang t...