"Itu kak Luna" panggil Fara dengan bersemangat.
Sebenarnya memang sengaja menunggu keysa di depan TU, namun bersikap seakan itu adalah pertemuan yang tidak disengaja.
"Udah lama gak ketemu kak"
"Mm iya"
Sapaan hangat Fara hanya di balas dengan jawaban singkat.
Bukan hanya itu, bahkan ketika ada salah seorang dosen yang menyapa Fara hanya membalas dengan senyuman tipis yang hampir tidak terlihat.
"Wah keren" gladis menatap takjub ke arah Luna.
"Apanya?" Tanya keysa
"Kak Luna lah, satu satunya orang yang berani nyuekin dosen"
"Itu gak beradap namanya" tambah keysa yang langsung mendapat tatapan tegas dari Luna.
Begitulan Luna, saat diluar rumah terutama dikampus dia terlihat seperti orang yang berbeda.
Menambah daya tarik tersendiri, sikap diamnya membuat semua orang ingin mendekat, sementara senyuman tipisnya membuat orang takjub, aneh bukan? Tapi itulah kenyataannya.
"Ikut kita makan di kantin" ajak Fara sambil langsung menggandeng lengan Luna.
Saat memesan makanan di kantin, ada salah seorang pegawai baru laki-laki yang masih muda. Laki laki itu awalnya sangat percaya diri karena memiliki wajah yang bagus dengan postur tubuh yang sempurna.
Dia mencoba mengajak Luna untuk berbicara saat memesan makanan, walaupun Luna hanya sedikit merespon.
"Kak? Udah pesen minum?"
Luna menggeleng, gladis segera memesankan minuman untuk luna. Kemudian mereka kembali ke meja.
Tidak lama makanan pertama datang diantar oleh lelaki itu.
"Ini makananmu, aku memberikan lebih banyak sayur untukmu"
Luna tidak menjawab, namun laki-laki itu tidak menyerah, bahkan ketika dia datang untuk mengantarkan minuman selanjutnya.
"Maaf, apa aku boleh meminta nomor ponselmu?"
Luna mulai kesal dan merasa terganggu, dia langsung menatap laki-laki itu.
"Apa aku mengenalmu?"
"Tentu tidak, karena itu siapa tau kita bisa saling mengenal"
"Aku tidak ingin" dengan tatapan datar.
Fara dan gladis saling melirik, fara segera menyenggol Luna, memberi aba-aba.
Luna mengerti kode itu "maaf" ucapnya pada lelaki itu "tapi aku merasa tidak nyaman"
"Oh begitu, baiklah kalau begitu" dengan raut wajah kesal.
Selanjutnya luna kembali makan seakan tidak terjadi hal apapun.
"Wahhh"
Lagi-lagi luna heran dengan gladis yang bertepuk tangan sambil menatapnya.
"Ada apa?"
"Keren"
"Siapa"
"Kak luna, aku berasa lagi nonton drakor tokoh utamanya bad girl"
Keysa hanya tersenyum, saat selesai makan, mereka mulai merapikan meja sesuai kebiasaan agar yang membersihkan meja mereka tidak terlalu kesulitan.
"Abis ini kemana"
Mereka saling melirik, tidak punya rencana.
"Kalo ke mall mustahil, udah bau, badan gak enak juga"
"Kalau mau, bisa main kerumah, aku lagi tinggal sama kakek gak jauh dari sini"
Fara dan gladis langsung tersenyum lebar, sementara keysa kaget tidak menyangka bahwa luna akan mengajak temannya ke rumah.
"Naik apa?" Tanya fara
"Aku bawa mobil"
"Kerennn"
Saat gladis akan berdiri dari kursinya, tanpa sengaja kakinya tersandung meja dan hampir saja terjatuh.
Refleks luna yang berada paling dekat dengan fara segera menangkap tubuh gladis agar tidak terjatuh.
Posisi mereka terlihat seperti berpelukan, karena tangan gadis langsung memeluk erat tubuh gladis dengan kuat karena takut terjatuh.
"Gak paapa?"
Gladis mengangguk, luna segera menjauh dan berjalan lebih dulu.
Keysa berjalan beriringan dengan gladis.
"Sumpah andai kak luna cowok, udah aku pepet terus"
Keysa hanya tersenyum paksa, sebenarnya dia merasa cukup kesal.

KAMU SEDANG MEMBACA
Girl love Girl (GXG)
AcakUntuk 21+ banyak kata2 kasar dan adegan dewasa Semua berubah setekah kejadian malam itu, keysha tidak pernah bisa melupakannya. "Semoga kita bertemu lagi" ucap gadis cantik itu setelah mencium Keysha tanpa izin. Ini adalah kisah tentang cinta yang t...