"Permisi"
Keysa sadar dari lamunannya, dan baru menyadari bahwa seorang laki-laki berdiri di depannya sejak tadi.
"Iya? Ada yang bisa kubantu?"
"Untukmu" menyodorkan sebuah coklat, dan setangkai bunga.
"Untukku?"
"Karena aku tidak memiliki orang spesial di hari valentine ini, bolehkah memberikannya untukmu?"
Rupanya hari ini adalah hari valentine, hari dimana kebanyakan pasangan muda saling memberikan hadiah coklat kepada pasangannya.
"Bisakah kamu menerimanya?"
Keysa melihat sekelilingnya, ada cukup banyak mata yang melirik ke arah mereka, jika keysa menolak, laki laki itu pasti merasa sangat malu.
Keysa menerima hadiah itu, tanpa berfikir panjang.
"Terimakasih"
"Sama sama" laki laki itu tersenyum lebar.
Berbeda dengan Luna, dia memiliki kebiasaan menolak pemberian orang lain dengan alasan tidak ingin memiliki hutang budi dengan cara yang sangat dingin.
Luna hanya akan menatap orang itu kemudian meninggalkannya begitu saja, akibat hal itu tak ada seorangpun yang berani untuk memberikan sesuatu padanya, kecuali orang itu sengaja ingin mempermalukan dirinya sendiri.
Tidak ada yang salah dengan alasan luna, hanya caranya yang salah. Dan tidak ada yang salah dengan cara keysa menerima pemberian orang lain, hanya saja konsekuensi yang harus dia terima ketika orang itu mengira bahwa keysa sudah memberikan lampu hijau untuk orang itu mendekatinya lebih dalam.
Saat jam kuliah berakhir, keysa menunggu luna di sebuah tempat duduk tongkrongan mahasiswa yang berada di dekat mading.
Luna datang dengan membawa seragam putih lab yang terlibat di lengannya.
"Kamu abis praktikum?"
"Iya, dari tadi" sambil duduk "apa itu?" Melihat sebuah totebag.
"Ah ini, coklat dan buket, beberapa orang memberikannya, katanya valentine"
"Cowok??"
"Iya"
"Terus kamu terima?"
"Gak enak yang mau nolak"
Luna diam sejenak "kamu harus membuangnya" sambil merampas totebag itu dari tangan luna.
"Mau kamu kemanain" sambil menahan totebag itu.
"Buang"
"Kenapa dibuang? Itu makanan"
"Kamu tau nggak, dengan nerima pemberian kayak gini, artinya kamu ngasih harapan ke mereka"
"Harapan apa?"
"Buat deketin kamu"
"Gak semuanya gitu kok"
"Tau darimana"
"Pokoknya buang" tegas luna
"Gak boleh perlakuin pemberian orang kayak gitu"
"Jadi nggak mau?"
"Udah luna.. udah ya gak usah ributin hal kayak gitu.."
"Yaudah terserah kamu"
Luna kesal langsung beranjak pergi, keysa segera menahannya.
"Jangan ribut karena masalah sepele gini, kita udah dewasa"
"Jadi maksud kamu? Aku ke kanak kanakan?"
"Bukan gitu maksud aku"
"Jadi apa maksud kamu?"
"Aku cuman berusaha menghargai pemberian orang lain"
"Menghargai atau kamu caper? Pengen diliat cowok cowok dengan image gadis baik. Biar jadi primadona kampus, disenengin semua orang, tebar pesona sana sini"
Nada yang keluar dari bibir Luna cukup kuat, dan cukup untuk didengar orang yang ada di sekitar mereka, keysa merasa sangat malu.
"Apa tau kamu?? Kamu yang bahkan tidak tau bagaimana cara menghargai orang lain.. kamu nggak berhak mengomentariku, sekarang aku mengerti, kamu bukan dingin... tapi arrogant dan sombong"
Kalimat itu mengakhiri perdebatan keduanya, keysa pergi begitu saja, sementara ini merupakan pukulan keras yang diterima oleh Luna. Tidak pernah ada satupun mahasiswa junior yang berani berkata dengan cukup berani.
Sikap keysa membuat beberapa mahasiswa yang ada disana menjadi takjub.

KAMU SEDANG MEMBACA
Girl love Girl (GXG)
RandomUntuk 21+ banyak kata2 kasar dan adegan dewasa Semua berubah setekah kejadian malam itu, keysha tidak pernah bisa melupakannya. "Semoga kita bertemu lagi" ucap gadis cantik itu setelah mencium Keysha tanpa izin. Ini adalah kisah tentang cinta yang t...