part 4 pelukan

12.1K 572 7
                                    

"Kamu merasa bersalah?" Ucap luna setelah mempersilahkan Keysa masuk.

"Nggak, siapa juga yang memintamu untuk membantuku"

"Lalu, kue untuk apa itu?"

"Ini, ayahku memintaku untuk memberikannya padamu"

"Wah kita sudah sedekat itu ternyata"

"Jangan salah faham" keysa mengelak.

Luna tersenyum, terlihat bekas pukulan di pipinya.

"Kamu baik-baik saja?"

"Aku baik baik saja"

"Tidak ada yang terluka?"

"Mmm"

Suasana hening sejenak, keysa melihat sekeliling kamar ada beberapa novel karya jonathan stoud.

"Kamu suka baca novel vantasi?"

Luna membuka lemari yang ada di sebelah kirinya "bukan hanya suka baca, tapi suka ngoleksi juga"

Jejeran buku buku clasik yang ada di dalam lemari itu membuat keysa terpukau. Novel langka yang dia cari selama ini juga ada disana.

"Apa aku boleh meminjamnya?"

"Jika kamu menjadi milikku"

"Kalau gitu nggak jadi"

"Kenapa nggak jadi"

"Karena aku gak mau jadi milikmu"

Luna mendekatkan dirinya pada keysa yang sudah siap-siap untuk pindah.

"Kalo gitu aku aja yang jadi milikmu"

"Aku juga gak pengen milikin kamu" ngotot.

"Aku suka kamu"

Kalimat random itu membuat bibir keysa menutup rapat.

"Kamu becanda"

"Aku serius"

"Kamu lesbi?"

Luna terdiam sejenak tanpa mengalihkan tatapannya, dia meraih tangan Keysa "jika menyukaimu dianggap sebagai lesbian, maka sebut saja begitu"

"Kita baru kenal, dan bahkan kamu langsung nyium aku pas awal ketemu dan kamu bilang suka aku? Secepat itu"

"Itulah yang kurasakan"

"Tapi maaf aku normal" menyingkirkan tangan Luna.

"Siapa yang bilang kamu gak normal"

"Bagiku, kamu cuman kakak senior"

"Lalu kenapa kamu melirikku bahkan menoleh kebelakang saat pertama kita bertemu di lorong kampus?"

Keysa kaget, berarti Luna mengenalinya saat itu. "Itu karena kaget, cewek aneh yang pernah cium aku tiba tiba ada di depanku"

"Terus kenapa kamu terus merhatiin aku di ruang seminar"

Tebakan keysa bahwa Luna tidak sasar akan kehadirannya salah "tau darimana"

"Indra keenam"

"Boong"

"Jelas" sambil mengangguk.

Keysa merasa harus melarikan diri dari kamar itu "aku akan pulang"

"Jangan pergi" ucap luna sambil menahan pergelangan tangan Keysa.

Langkah kaki keysa terhenti begitu saja menuruti kalimat yang dia dengar. Dia juga heran bagaimana bisa keysa meng hipnotisnya.

Luna berdiri, perlahan memeluk tubuh Keysa, sebuah pelukan hangat yang tidak pernah keysa Rasakan.

"Lepas" keysa hampir saja kembali terhipnotis

"Aku tau kamu menyukainya"

"Berapa kali aku bilang, aku normal"

"Kenapa kamu begitu yakin?"

"Aku punya pacar"

Kalimat itu berhasil merubah mimik wajah Luna, sedikit rasa kecewa membuat Luna menghela nafas.

Entah mengapa keysa merasa bersalah padahal dia tidak melakukan kesalahan apapun.

"Jadi, jangan mencoba mendekatiku, dan jangan pernah membantuku lagi, aku tidak ingin berhutang budi"

"Budi yang berhutang kenapa kamu yang terbebani"

Bibir keysa menganga, luna masih sempat bercanda.

"Lupain".

"Aku gak bakal nyerah"

"Terserah"




Girl love Girl (GXG) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang