Luna sibuk memotong buah yang ada di kulkas, sementara keysa berpura-pura seperti tamu yang baru pertama kali kesana.
"Maaf, Hanya ada ini"
"Potongannya rapi banget" melihat buah melon dan nanas terpotong sangat rapi.
"Kak luna kayaknya emang perfecsionis"
Luna memberikan garpu kepada mereka.
Gladis menyodorkan buah melon ke arah Luna.
"Tidak perlu"
"Ayolah, kakak yang motong masak gak makan satupun, aku jadi gak enak makannya"
Dengan terpaksa Luna menerima suapan itu. Dia tidak sadar dengan tatapan keysa yang sepertinya sudah siap menerkamnya.
Selanjutnya mereka memainka beberapa game seperti uno stako hingga sore.
Gladis dan fara pulang karena masih ada aktivitas lain. Hanya tinggal keysa yang akhirnya bisa merebahkan diri di kamar.
"Ingin makan malam apa?" Tanya luna.
"Kamu yang ingin kumakan"
"Kanibal?"
Keysa tidak menjawab, luna segera duduk di samping keysa.
"Ada apa? Tidak enak badan?"
"Kamu seneng banget kayaknya hari ini"
"Seneng"
Jawaban itu semakin membuat keysa kesal.
"Pasti senenglah, ada yang nempel sana sini kayak lakban"
"Maksudku aku senang karena bersamamu hari ini"
"Telat"
"Apanya"
"Aku dah terlanjur kesel"
"Salahku apa?"
"iiiihhh dasar gak peka, itu karena kamu banyak bertingkah hari ini"
"Contohnya?"
"Ada acara pelukan, suap-suapan, tatap tatapanlah" sambil menirukan adegan yang terjadi.
Luna tertawa, keysa terlihat sangat cemburu.
"Sayang, kamu bilang ke aku kemarin, kalau ada temen kamu, aku harus ramah"
"Giliran sama cowok dikantin tadi judes, giliran sama cewek-cewek tebar pesona"
"Cowok itu bukan temen kamu, jadi aku gak perlu baik, udah cemburunya ya sayang" dengan nada lembut.
"Udah pokoknya mulai besok balik ke pengaturan awal aja. Jangan senyum selain ke aku"
"Iya iya, aku senyum cuman sama kamu aja"
Luna segera memeluk keysa dengan erat.
Terdengar suara bell rumah dari luar, Luna segera pergi untuk melihat siapa yang datang, dari jendela terlihat jelas wajah yang dia kenal.
Itu adalah ayah dan ibu keysa, beruntung mereka datang saat kakek dan neneknya berada di toko.
Keysa memanggil dari atas, dan Luna memberitahukannya bahwa ayah dan ibunya datang.
Luna segera membuka pintu mempersilahkan keduanya untuk masuk kemudian duduk.
"Maaf tante datang kesini tanpa pemberitahuan, ibu sudah mencoba menghubungi anak ibu tapi gagal, dan ibu tidak memiliki nomor ponsel barumu" mencoba berbicara dengan Luna.
"Iya bu saya mengerti"
"Nak, pulang bareng mama ya"
Keysa menunduk, dia masih ingat ketika sang ayah menampar pipinya.
"Maafkan ayah, ayah lepas kendali, itu karena ayah takut kamu akan memilih jalan yang salah"
"Belum tentu jalan yang ayah pilih adalah jalan yang baik"
"Tapi ayah tau, mana yang baik dan mana yang benar"
"Ayah tau berselingkuh adalah jalan yang salah tapi ayah tetap melakukannya, begitu juga denganku"
Perdebatan itu mulai memperkeruh suasana.
Dan sialnya tiba-tiba nenek dan kakek Luna datang, ayah keysa segera memanfaatkan moment itu untuk menyudutkan Luna.
Dia membeberkan tentang hubungan keduanya.
Tentu saja kakek dan nenek Luna kaget "apa benar cucuku?"
Luna tidak bisa mengelak dia hanya menunduk.
Sang kakek menarik nafas berat "inilah kenapa anakmu lebih memilih pergi dari rumah, karena kamu sebagai ayahnya hanya bisa berteriak dan berdebat"
Ayah keysa kaget mendapat respon negatif.
"Apa maksud anda?"
"Cucuku sudah melewati jalan yang cukup berat, ada penyebab mengapa dia bisa sampai di tahap ini, kita sebagai orang dewasa hanya bisa memberi saran"
"Kita juga harus berusaha memisahkan mereka sebelum mereka semakin terjerumus"
"Lihatlah, caramu berusaha memisahkan mereka malah membuat keduanya semakin dekat"

KAMU SEDANG MEMBACA
Girl love Girl (GXG)
RandomUntuk 21+ banyak kata2 kasar dan adegan dewasa Semua berubah setekah kejadian malam itu, keysha tidak pernah bisa melupakannya. "Semoga kita bertemu lagi" ucap gadis cantik itu setelah mencium Keysha tanpa izin. Ini adalah kisah tentang cinta yang t...