part 20

4K 282 6
                                    

Luna berdiri di pinru keluar kelas keysa, dia mengetahui jadwal kelas keysa dari Fara.

Tepat saat keysa keluar kelas, Luna langsung memberikan kode untuk bertemu di kafe samping kampus. Seperti biasa Luna langsung pergi sebelum keysa menjawab.

"Kebiasaan"

"Hah? Apanya?" Tanya ajeng teman sekelas keysa yang tidak menyadari kedatangan Luna.

"Nggak paapa.. oh iya aku duluan ya.. aku masih ada urusan"

"Oh iyaudah duluan aja"

Keysa bergegas menuju kafe, disana Luna sudah memesan sebuah minuman sembari memainkan hp.

"Ada apa"

"Kamu mau pesen apa?"

Keysa langsung beridiri dan memesan kinumannya sendiri sekaligus membayar.

"Kenapa manggil aku kesini" jual mahal setelah pertengkaran saat itu.

"Masih marah?"

"Bukannya kamu yang marah"

"Kamu yang marah"

"Nggak, aku biasa aja"

"Terus kenapa gak ngubungin aku?"

"Kamu sendiri?" Balik bertanya

"Aku fikir kamu marah"

"Aku juga"

"Kok kamu balikin omonganku terus" luna mulai kesal.

"Mau ribut lagi?"

Luna memegang tangan keysa yang ada diatas meja "aku mau minta maaf, aku terlalu ngatur kamu"

Keysa menarik tangannya sambil melirik ke berbagai arah "banyak orang ngeliat"

"Emang kenapa"

"Nanti mereka mikir aneh-aneh"

"Kan kita emang aneh"

"Gak usah diperjelas juga"

"Jadi maafin aku nggak??"

"Ada syaratnya"

"Apa??"

"Boleh aku nanya sesuatu?"

"Apa itu?"

"Tapi janji jawab jujur"

Luna mengangguk tanpa berfikir panjang.

"Alya, apa dia masih menemuimu"

Luna mengangguk "dia dateng semalem?"

"Ha? Semalem?"

"Iya"

"Kenapa gak ngasih tau aku?"

"Kan kita tengkar"

"Iya juga, terus kamu usir dia?"

"Iya, tapi diluar ujan, pas aku buka pintu dia masih diluar keujanan"

"Terus? Kamu gak biarin dia keujanan terus kan?"

"Nggak, terpaksa aku suruh masuk"

"Terus"

"Aku kasih selimut"

"Terus???"

Luna diam sejenak "dia meluk aku"

"Terus???"

"Dia ngomong banyak hal"

"Terus??"

"Aku cuman dengerin aja"

"Terus??"

"Terus terus terus maunya apa.. udah itu aja"

"Gak ada yang terjadi"

"Dia hampir nyium aku?"

"Apa???" Sambil menggebrak meja.

Refleks semua mata tertuju pada mereka berdua "katanya takut orang mikir aneh-aneh"

Keysa menutup bibirnya sendiri karena malu "terus kalian ciuman" dengan suara yang terdengar seperti berbisik"

Luna tersenyum sambil mengacak poni rambut keysa "tentu saja tidak, aku sudah memilikimu" menjawab dengan jujur

"Ah yakin??? Dia kan cantik, tinggi, putih"

"Memang"

"Apa kamu bilang?" Kembali mengencangkan suara.

Luna menahan tawa dengan tingkah keysa yang selalu memintanya untuk berhati-hati padahal keysa yang paling ceroboh.

Mereka kemudian pergi dari kafe dan memilih duduk di tempat terbuka dan cukup sepi agar keysa bisa berbicara dengan bebas.

"Ah sial, ada apa denganku hari ini"

"Sisi lainmu akhirnya terlihat"

"Berhenti mengejekku, ini semua karenamu"

"Maaf, pacarku yang manis, kamu nggak kalah cantik dari Alya kamu lebih baik dari dia walaupun masih kalah tinggi"

"Kamu itu emang suka ngangkat orang kamu sanjung terus kamu banting"

Luna tidak bisa menahan senyumannya hari itu, dia memegang tangan keysa kemudian menutupnya dengan tas agar keysa tidak khawatir orang lain curiga.

"Terimakasih udah jujur" ucap keysa.

"Berjanjilah, apapun yang terjadi kita harus tetap jujur, walaupun terkadang kejujuran itu sangat pahit dan menyakitkan"

Keysa setuju, dia memberikan jari kelingkingnya layaknya anak kecil.

Keysa menyender di bahu Luna "aku kangen kamu"

"Kangen aja apa kangen banget"

"Kangen banget, lama banget nunggu kamu buat ngalah"

"Kamu satu-satunya yang buat aku nyerah buat pertahanin egoku"

Girl love Girl (GXG) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang