32; husbandfree 21+

7K 252 10
                                    

(Versi lengkap 31-32 21+ hingga tamat 44 chapter, ada di karyakarsa ya guys 🗿🙏 hanya 2000)

Melakukan ritual malam, bangun mengurus anak-anak, kemudian sarapan, dan bersantai di ruang keluarga. Membahagiakan sampai kabar tak seseorang yang malas kami bicarakan masuk ke telinga.

"Rencana apa lagi yang mau dia lakuin?" Aku juga bertanya-tanya soal itu.

Karena tiba-tiba saja, Victor yang bertukar posisi dengan Ajun, malah mengundurkan diri tanpa alasan yang diketahui pasti. Kata yang tertera, ingin fokus ke anak istrinya, jelas kami tak akan mudah percaya.

Bahkan sekalipun dia datang seakan mempertegas pembuktiannya--ya, Victor datang bersama istri dan anak perempuannya yang sekitar 7 tahunan. Anak manis itu kelihatan manis dan hangat, tetapi orang tua mereka, karena katanya mereka sama-sama berotak rubah, aku dan Ajun memasang tanda siaga.

"Oh ayolah, kenapa tatapan itu kalian berikan padaku dan anak-anak? Tidak bisakah berbahagia sedikit karena akhirnya aku sadar aku salah?" ucap Victor, seakan playing victim.

"Apa yang kalian berdua rencanakan, hm?" tanya Ajun, tak semata-mata percaya.

"Tidak ada, wanita ini menyadarkanku untuk lebih perhatian pada anak istriku, dan tak mengejar bayanganmu," katanya, menunjukku.

Aku mendelik. "Keknya gegara dibogem, otaknya geser," bisikku, Ajun menahan tawa.

"Jadi, kamu yang namanya Romansa?" Kali ini, si wanita yang berkata, istri Victor. Dia kelihatan amat cantik, modis, dan angkuh sekaligus. Dia mengulurkan tangannya padaku sambil tersenyum yang kelihatan palsu.

"Ya, Melissa, kan?" tanyaku balik, menjabat tangannya. "Salam kenal."

"Kalian jangan galak-galak, dong. Kami ke sini kan hanya mau bertemu, dan melihat anak-anak Arjuna," katanya, tersenyum sok manis.

"Dan oh, sebenarnya kami berempat, tapi seorang lagi sepertinya agak telat," kata Victor.

Seorang lagi?

Namun, tak lama, datanglah seorang lagi ....

"Nah, itu dia." Kala Melissa berkata, aku menoleh ke sana, ke arah seorang wanita cantik jelita tinggi semampai, berbadan bak model dengan wajah bule yang kentara. Dibandingkan aku, kecantikannya luar biasa, dan kala aku menatap Ajun, dia ternganga.

Oh, dia tampaknya ....

"Halo, Arjuna." Si wanita bule tersenyum manis, mulai mendekati kami.

Ajun tiba-tiba memelukku posesif. "Kalian apa-apaan bawa dia ke sini, huh?!"

"Oh, ayolah, Arjuna. Memangnya kamu gak rindu sama mantan istrimu? Wanita yang pernah mengisi hatimu?"

Ajun menatapku seraya menggeleng, dan sedikit paham aku mengerti tatapannya. Mereka ini, selalu saja punya siasat, aku memutar bola mata malas seraya mendengkus pelan.

Aku benci situasi ini.

Jika mereka berpikir ingin menghancurkan kisah cinta kami dengan pihak ketiga di masa lalu, maka kalian salah.

"Oh, jadi kalian mau reuni, ya? Baiklah-baiklah." Aku memeluk Ajun erat. "Sini, sini, mari Sayang kamu pasti mau main sama adik-adik sepupu kamu. Mari."

Kalau mereka mau menantangku, aku jabanin! Jangan mengira aku anak kemarin sore.

Aku yakin Ajun akan mengikuti alur yang kubuat, karena dia pasti tak akan tahan dengan sentuhanku.

Husbandfree [tamat]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang