Masih ada yang menantikan tidak?
Apa kalian sudah menebak endingnya?
Kuharap sudah yah....
Ash dan mimi memulai aksinya, mungkin ditengah permainan. Entah mengapa ia teringat ila!!
Bayang wajah dan kejadian di rumah sakit sebelumnya terngiang - ngiang, seketika moodnya turun!!
Ash berhenti, membuat mimi bingung.
"ada apa?" tanya mimi, ash bangun dan merapikan dirinya kembali.
"maafkan aku" ucapnya dan berlalu pergi begitu saja, mimi mencelos!!
Mimi sempat mengejar namun ash sudah berada di dalam mobil dan menyalakan mesin dan cabut dari sana.
"angkat,,, ayo angkat telponnya" monolognya sembari menelpon dan menyetir,
Ia sangat tak memusingkan hidupnya rupanya saat ini.
Sedangkan
Setelah masa tersulit ila telah dilewati,
Dokter keluar ruangan. Esh mendekatinya dan menanyakan keadaan,
"bagaimana dok?"
"hm.... Syukurlah semua kembali normal semestinya"
"apa boleh saya tau kamu siapanya ila?" tanya dokter tiba - tiba,
Esh nampak terdiam!!
'aku siapanya yah?' batin esh pun bertanya.
"teman" jawaban templet esh, sang dokter tersenyum.
"dia adalah tipikal yang sulit dikasih tau!! Bandel,,, hah... Menyusahkan banget" ucap sang dokter sembari melihat ke ruangan ila,
Esh menautkan alisnya.
"kalo boleh tau dokter siapanya?"tanya esh dengan sopan, sang dokter berbalik dan melihat esh.
"aku adalah orang yang ditolong oleh keluarga ila" jawab dokter sejujurnya,
Esh mengangguk entah dia paham apa tidak, juga gak tau penulisnya!!!
"keluarga ila sangatlah harmonis namun sistim yang dipakai sangatlah kolot, kamu tau semua hal yang dilakuin pasti akan selalu dibandingkan, sudah melewati apa yang diharapkan tapi tak ada kata pujian tapi kata *harus*,,,, ila itu anaknya sangat enerjik, malu - maluin, susah kompromi, malas, jorok, memusingkan... " ungkap dokter dengan tersenyum.
"tapi dia adalah anak yang melihat kegelapan{sedih, susah, nangis, marah, sisi yang tak pernah orang tua tunjukan kepada anak} dia selalu menurut setiap permintaan walaupun itu bukanlah kemauannya, dia akan berusaha untuk menjadi apa yang dituntutkan untuknya"
"karena ia adalah anak yang bisa melihat itu, dia tidak pernah mengeluh sekalipun sudah mencapai namun tetap tak dianggap malah dibandingkan. Bagi anak itu, semua adalah harga yang harus ia bayar!! Ia tidak pernah sekalipun melihatkan dirinya lelah walaupun ia lelah" sang dokter mulai sendu,
"maaf... Saya harap kamu bisa menjaganya,,, sebab saya melihat kamu yang bisa menerobos masuk!! Bahkan saya yang paling terdekat pun tidak bisa,, jadi saya mohon untuk.... {sang dokter mengelap air mata dipelupuk matanya} ada untuk dia di saat menyebalkannya yah.... "ungkapan sang dokter berakhir setelah tepukan lembut dipundak esh. Dokter berlalu pergi, membuat pertanyaan dalam benak esh.
Tipikal ila yang kayak patung berjalan itu punya luka sedalam itu?
Wah belum tentu apa yang nampak diluar sama yang didalam!!!
Esh mencoba untuk membuang raut sedihnya, untuk ila!! Ia akan tersenyum.
Pintu terbuka
Esh masuk kedalam ruangan, ila melihatnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Itu Polos?
AcakDi jaman sekarang percaya kah kalian nih bahwa ada cinta yang polos, bukan murni loh yah?! Tapi polos yah polos. Berawal dari kisah seorang senior yang mencoba bangkit dari kenangan masa lalu atau mencoba menutup bahkan mengubur dalam - dalam perasa...
