LAGI-LAGI KHEEVA
Adora menghembuskan nafasnya dengan berat. Kelasnya hari ini sangat menguras pikiran hingga membuat kepala Adora terasa pusing. Tugasnya juga begitu banyak hampir di setiap mata kuliah memilikinya. Adora bingung bagaimana dia akan mengatur waktunya setelah ini. Adora sangat lelah bila harus menyambungnya usai part time dengan kondisi badan dan pikiran yang sudah tidak fokus. Adora melihat Anshana yang sudah menunggunya di bangku yang disediakan pada setiap kelas. Adora melihat jam di ponselnya yang kini menunjukkan pukul setengah dua belas siang. Gadis itu menghampiri Anshana dan menepuk pundak sahabatnya yang sedang menonton sebuah video bertajuk 'Get Ready With Me' yang belakangan ini sedang viral diikuti oleh para konten kreator.
"Na, yuk, langsung pulang aja!"
"Bentar, Ra, fotoin gue dulu dong!" Anshana menyerahkan ponselnya. "Bagus gak outfit gue hari ini?"
Adora memperhatikan penampilan Anshana yang mengenakan mini skrit berwarna putih dan blouse berwarna sky blue. Seperti biasa Anshana selalu menggerai rambutnya membuat gadis itu terlihat anggun. "Endorse?" tebak Adora.
Anshana dengan cepat menggeleng. "Enak aja lo bilang endorse. Gue beli sendiri nih di Kanneth Fashion. Edisi terbaru mereka gue gak mau sampai kelewatan!"
"Sering-sering lo beli di sana lama-lama jadi brand ambassadornya lo." Adora berceletuk ringan sembari memilih angel terbaik untuk hasil foto Anshana.
"Amin! Soalnya banyak kenalan teman-teman selebgram gue pada jadi BA mereka kalau gak model di sana." Anshana membalas.
"Lo tau gak sih, Na, kemarin Dalena kena marah nyokapnya habis-habisan. Ada gak Dalena cerita sama lo?" ujar Adora sembari fokus mengambil foto dan video Anshana.
Anshana menggeleng. "Ada apaan? Kok gue gak tau? Pergi berdua kalian? Kok gak ngajak gue?!" cecar Anshana terdengar cemburu.
"Gak akan mau lo ikut. Gue ke club sama Dalena untuk mergokin Crystal sama cowoknya."
Anshana menarik Adora untuk kembali duduk. "Serius lo? Kok bisa? Ceritain ke gue, Ra!"
"Iya, jadi kayak gitu, Crystal berani banget anjir! Bener-bener copy paste Dalena. Padahal lo tau sendiri kan kalau Dalena sering kasih tau Crystal untuk jangan ikut-ikutan?"
"Terus Crystal gimana? Kena marah juga sama Tante Anggi?"
Adora menggeleng. "Malam itu sih enggak. Tante Anggi malah marahin Dalena, ungkit semua masa lalu Dalena. Sumpah, ya, Na, Dalena pasti sakit banget hatinya!" ucap Adora prihatin.
"Tapi, Na, temen lo yang satu itu gilak banget!" Adora melanjutkan ceritanya, "Gue sama dia habis dimarahin Tante Anggi, rencananya mau nginap ke rumah gue habis dari itu. Tapi sialnya dia malah ngajakin balik ke club! Parah gak tuh?!" Adora tidak jadi prihatin dan malah kembali kesal.
"Jadi mabora kalian?"
"Lo pikir aja sendiri! Jam empat subuh gue baru pulang bawa tuh anak yang udah gak bisa ngapa-ngapain!"
"Gak temen gue sih dia!" Anshana mencari kontak Dalena sembari terkekeh mendengar cerita Adora. "Gue mau telfon tuh anak!"
"Hai, Ra!" Sapaan tersebut membuat Adora dan Anshana menatap ke arah Kheeva yang baru saja datang menghampiri.
Anshana menatap Kheeva dan juga Adora bergantian. Tangannya menyenggol lengan Adora dengan satu alis naik menggoda sahabatnya.
"Apaan sih lo, Na!" gerutu Adora. "Hai, Kak. Ada apa ya, Kak?" tanya Adora pada Kheeva.
"Kok lo tumben masih ada di kampus, Ra? Biasanya jam segini udah di resto?" Kheeva menunjukkan layar ponselnya yang menunjukkan angka 12.19 WIB.
Adora sontak terkejut dengan tatapan panik dan mulut terbuka. Dia cepat-cepat melihat ponselnya ternyata sudah ada pesan masuk dari Sakya. "Mampus gue telat!" ungkap Adora panik. Gadis itu menggaruk kepalanya karena dia belum memesan ojek online.
"Gara-gara cerita sama lo nih, Na, telat kan gue! Siap-siap dimarahin deh gue!" gerutu Adora segera membuka aplikasi pemesanan ojek online.
"Ya sorry. Namanya juga keasikan cerita, kan lo duluan yang ngajakin!" balas Anshana tak mau kalah.
"Ra, lo sama gue aja. Gue antar ke resto!" Kheeva menarik tangan Adora untuk segera menuju ke area parkir.
"Eh, tapi, Kak—Na, gue duluan!" Adora menyempatkan diri untuk berpamitan pada Anshana.
Anshana tak menjawab dia hanya memperhatikan keduanya berlalu. Tatapan Anshana tertuju pada punggung Kheeva yang berbalut kemeja oversize yang digunakan sebagai outer—ciri khas laki-laki itu dalam berpakaian. Kakak tingkatnya itu akhir-akhir ini sering sekali mengunjungi fakultasnya dan Adora.
"Kak, gue telat gimana nih?!" tanya Adora panik tanpa melepas genggaman tangannya dengan Kheeva. Laki-laki itu membawa Adora sampai ke mobilnya dan masuk bersama.
"Tenang ya, gue bakal cepet kok bawa mobilnya!"
Adora menatap Kheeva dengan puppy ayesnya. Gadis itu merasa tertolong hari ini. "Makasih, Kak kheeva!"
Kheeva terkekeh hingga bibirnya yang tadi berbentuk bulat kini mengembang menampakkan deretan gigi kecilnya dan mencetak jelas lesung pipinya yang tersembunyi itu. "Gak usah lucu gitu, Ra. Biasa aja."
Adora terkekeh mendengar Kheeva memujinya. "Emang lucu anaknya!" ucapnya percaya diri. "Tapi serius, Kak, gue takut dimarahi sama Sakya. Asal lo tau ya, dia lebih galak dari bos gue!" bisik Adora.
Kheeva masih terkekeh mendengar kejujuran Adora. Tangannya menunjuk poni Adora yang berantakan. "Benerin poni lo. Bernatakan tuh!" Kheeva menurunkan sebuah kaca yang tadi tertutup di hadapan Adora.
'Makasih, Kak." Adora segera merapikan poninya agar menutupi dahinya dengan sempurna.
Kheeva memperhatikan Adora dengan ekor matanya sembari fokus menyetir. "Lo lucu ya, Ra!" Lagi-lagi Kheeva memuji.
"Apanya, Kak? Gue tau sih gue lucu. Tapi suka bingung apa yang lucu dari gue?" Adora semakin dipuji justru semakin naik ke atas dengan tingkat percaya diri bagaikan tambahan energi untuknya.
"Haircut lo, ditambah muka lo yang mungil gitu. Berasa ngeliat anak SMA gue, Ra."
Adora benar-benar terbang melayang dan mengibaskan rambutnya pelan. Dengan sombong dia berkata, "Iya dong! Adora gitu lho! Itu artinya muka gue gak boros, Kak."
"Nyesel gue muji lo," gumam Kheeva masih dapat didengar oleh Adora dan membuat gadis itu terkekeh.
"Kak, lo nanti makan di resto kan?" tanya Adora.
"Iya, kenapa, Ra? Mau bayarin?" kelakar Kheeva.
"Kok tau?? Lo peramal ya, Kak?" jawab Adora sangat bersemangat.
Kheeva tertawa mendengarnya. "Gak usah. Gue bercanda doang tadi."
Adora menggeleng kuat. "No! Nanti gue yang bayar. Lo langsung duduk rapi aja nunggu pesanan lo datang. Gue udah hafal menu kesukaan lo." Adora bersikeras.
"Gak usah, Ra."
"Ihhhh! Biarin tau, Kak. Kan lo udah baik sama gue." Adora mengakhiri ucapannya itu dengan senyuman di bibirnya.
Kheeva tersenyum samar dan terpana melihat senyuman Adora yang sangat manis dan kepribadian gadis itu yang riang. Rasanya Kheeva sangat ingin memiliki senyuman itu.
.
.
.
.
Halo semuanya! 🍒🍭💛
Ketemu lagi di cerita SULUNG ヾ(^-^)ノ
Tetap stay disini yaa ikutin perjalanan mereka hehe
Follow akun baru Zar, yuk, di Instagram @niulazzahra dan tiktok Zar @niulazzahra
Terima kasih (♡´▽'♡)
KAMU SEDANG MEMBACA
SULUNG
Teen Fiction‼️WAJIB FOLLOW UNTUK MEMBACA KELANJUTAN CERITANYA ‼️ Adora dan kedua sahabatnya dulu pernah berjanji sewaktu SMA untuk tidak menjadi asing. Segalanya dulu mereka selalu bagi termasuk suka duka menjadi anak pertama di keluarga masing-masing. Tapi sem...
