Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

9 - She is crying

2.1K 36 8
                                        

Mohon untuk memberi vote dan follow akun author!!!!!!!!





Arya

Aku sudah menerima segala resiko saat memutuskan untuk memiliki dua istri, meskipun aku yakin Nadia merasa situasi ini tidak adil karena aku hanya bisa bertemu dengannya dua hari dalam satu minggu. Apalagi setelah aku memecat ayahnya Soraya, kini hubunganku dengan Soraya merenggang sehingga aku harus memikirkan sebuah cara agar segera berbaikan dengannya. Rasanya sungguh tak nyaman terus-terusan perang dingin dengan Soraya karena situasi rumah menjadi mencekam.

Terlebih tadi pagi saat kami sarapan, Zain terus meminta agar kami menemaninya ke taman hiburan. Dia bilang ingin naik Karosel dan terus merajuk karena aku belum memenuhi permintaannya satu ini. Bahkan Soraya yang biasanya bisa menenangkan Zain malah diam saja dan tidak mengatakan apapun namun wajahnya tanpak sembab. Aku yakin dia tadi malam menangis, apalagi aku tidak menemaninya di kamar. Meski tidak tega namun aku tidak mau perusahaan yang ku bangun hancur begitu saja akibat ulah ayah mertua sehingga aku tetap memecat ayahnya Soraya. Yah meski pria tua itu ayah mertuaku tapi dalam dunia bisnis kita tak boleh mencampuradukan urusan pribadi dan urusan perusahaan.

Karena Zain merajuk akhirnya aku menuruti keinginannya dan kami sekeluarga pergi ke taman hiburan. Pelan-pelan amarah Soraya pun mulai luntur apalagi Soraya sangat mencintaiku tentu dia tidak akan tahan terus mendiamiku selama beberapa hari. Yah siapa pula yang akan tahan mendiami sosok Arya Yudhistira si tampan bak Pangeran Yunani ini.

Namun saat kami selesai naik wahana aku malah bertemu dengan Nadia dan entah bagaimana caranya Nadia saat ini sedang bersama Adrian dan seorang anak kecil. Nadia sama sekali tidak izin padaku hingga membuatku marah apalagi dia bersama dengan pria lain sambil sesekali tertawa. Kecemburuanku karena melihat kebersamaan Adrian dan Nadia tanpa sadar membuat tanganku terkepal diam-diam.

"Mas Arya dari tadi diem aja.. ada masalah apa mas?" Tanya Soraya setibanya kami di rumah.

"Hm.. bukan apa-apa Soraya aku cuma sedikit memikirkan pekerjaan karena tadi kan kita malah ke taman hiburan" balasku berbohong.

"Yaudah kalau gitu Mas Arya sama Zain mandi dulu ya aku mau masak dulu buat makan malam kita..."

Setelah itu Soraya bergegas ke dapur dan aku memandikan Zain. Beruntung setelah tadi kita ke taman hiburan, Zain kini tidak tantrum lagi. Bahkan kami bermain air dalam waktu yang lama di kamar mandi sampai Soraya mengomel karena kami terlalu lama bermain air.






................................








Hari rabunya perusahaanku kebetulan mengadakan kerja sama dengan perusahaan Adrian. Tentu saja kami berdua saat ini sedang menikmati hidangan makan siang sambil sesekali mengobrol. Tapi kejadian kemarin masih membuatku cemburu dan tanpa sadar aku jelas masih merasa emosi pada Adrian. Namun aku menahan diri karena Nadia adalah istri rahasiaku.

Bisa-bisanya dia mengajak istri orang kencan meski aku tahu Adrian tidak tahu jika Nadia itu istriku. Tapi tetap saja aku akan menghukum Nadia hari ini supaya dia tidak lagi membangkang dan bersikap seenaknya. Hanya karena aku jarang di rumah bukan berarti Nadia bebas melakukan apapun kan?

"Arya menurut gue bisnis kita ini gak bakalan berkembang jika elo masih cari aman!" Ucap Adrian membuka obrolan setelah kami makan siang.

"Maksud lo Ad?" Tanyaku heran.

"Gue pengennya produk air minum kita bisa dipasok sampai timur tengah. Elo tau kan disana banyak para sultan yang kaya raya dan bisa membuat omzet kita bertambah!!"

"Gue sedikit gak yakin sama ide lo karena elo tau sendiri di timur tengah banyak negara yang lagi dilanda konflik!" Balasku ragu dan aku memang tipe orang yang tidak mau rugi bagaimanapun caranya.

Secret WifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang