Ayo ditunggu voment nya!!!
Arya
Ambisi Soraya agar Zain hebat di masa mendatang tampaknya belum surut juga. Dia tetap mendaftarkan Zain les biola dan les berenang padahal Zain tidak perlu sampai sebegitunya dididik sejak kecil. Pada akhirnya aku hanya diam tidak lagi protes pada Soraya atas apa yang dia lakukan. Lelah sekali harus berseteru dengannya apalagi suasana rumah malah terasa dingin.
Tapi soal ketamakan ayahnya Soraya tampaknya belum berakhir. Terbukti saat perusahaan utama mengirim surat pada perusahaan cabang yang dikelola oleh ayah mertuaku tidak menuai respon apapun. Tampaknya aku harus melaksanakan sidak ke perusahaan itu tapi aku masih belum menemukan waktu yang pas untuk berkunjung dan memecat semua pihak yang terlibat. Enak saja mereka menghambur-hamburkan uangku begitu saja padahal keluarga Yudhistira dulu mati-matian berjuang agar perusahaan kami sukses.
Jangan dikira aku akan diam saja hanya karena Yudhistira grup sudah memiliki anak perusahaan yang banyak, bukan berati aku tidak memperhatikan kinerja semua bawahanku. Sialnya perusahaan sawit yang dikelola oleh ayah mertua berada di Bekasi kantor pusatnya. Sehingga aku kesulitan pergi karena aku masih harus standby di Jakarta.
Saat tengah melamun, Deni mengatakan ia sudah mengirim beberapa potong pakaian mewah dan sepatu untuk Nadia. Tentu saja setelah kami menikah aku ingin Nadia mendapatkan semua barang mewah dariku. Meskipun aku merasa sedih karena belum bisa menikahi Nadia secara negara. Minimal dia merasa senang dulu dengan barang-barang mewah itu apalagi semua wanita suka tas dan sepatu bukan?
Bagiku Soraya dan Nadia merupakan dua orang yang sama-sama penting dalam hidup. Meski Soraya merupakan istri sahku saat ini tapi Nadia memberikan warna yang berbeda di hidupku sehingga mereka sama-sama memiliki andil yang besar dalam kehidupan ini. Aku harus berusaha berbuat adil bagi mereka berdua dan sekuat mungkin mencegah Soraya tahu permasalahan ini.
Tak lama waktu bekerja pun usai dan sesampainya di rumah pada sore hari selepas dari kantor ku lihat Soraya tengah bersama Zain dan bersiap-siap untuk pergi. Aku sama sekali tidak tahu dia akan pergi kemana, harusnya dia izin dulu padaku sebagai suaminya. Tanpa sadar aku sedikit merasa emosi karena Soraya tidak menghargaiku sebagai suaminya.
"Soraya kamu mau pergi kemana bersama Zain?" Tanyaku tanpa basa-basi.
"Aku mau pergi berkunjung ke rumah orang tuaku mas" balasnya buru-buru.
"Kamu gak izin dulu sama aku? Kamu lupa suami kamu siapa?" Tanyaku dingin.
"Aku minta maaf tapi ayah pun ngabarin aku mendadak Mas...."
"Jangan lupa Soraya, ayahmu sendiri punya masalah sama perusahaanku, tolong sampaikan padanya aku dan beliau harus berbicara empat mata!" Kemarahanku pada ayah mertua pada akhirnya jadi berimbas juga pada Soraya.
"Mas Arya bisa aku pergi sekarang?"
Rasanya kesal sekali respon Soraya hanya cuek saat aku mengatakan kelakukan ayahnya. Jangan dikira aku mengabaikan permasalahan ini hanya karena hartaku sudah banyak. Ayolah urusan uang tak pernah menjadi permasalahan yang sepele!!
................................
Karena Soraya pergi begitu saja malamnya akupun memutuskan pulang ke rumah Nadia. Terlebih kepala ini rasanya sangat pusing karena terus bertengkar dengan Soraya dan dengan pulangnya aku ke rumah Nadia maka rasanya semua permasalahan pun seketika hilang.
Bahkan pemikiran gilaku mengatakan tidak ada salahnya segera punya anak dari Nadia. Terlebih tampaknya dalam waktu yang lama Soraya tidak mau punya anak lagi. Entahlah setelah menikah selama 5 tahun dengan Soraya, dia cenderung tidak mau menuruti perkataanku sebagai suaminya. Berbeda dengan Nadia, aku yakin dia merupakan seorang wanita yang nurut apa kata suami.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Wife
RomansaArya merupakan seorang pengusaha sukses yang ternyata memiliki istri simpanan
