Mohon memberi dukungannya.....
Arya
Aku menunggu semalaman di rumah sakit untuk menemani Zain yang saat ini sedang sakit. Ternyata Zain didiagnosis mengidap penyakit DBD dan untung saja stok darah untuknya sudah tersedia, itu pun dengan bantuan Deni yang secara kebetulan memiliki golongan darah yang sama dengan Zain. Saat ini aku merasa sebentar lagi kepalaku akan pecah karena begitu banyak masalah entah disebabkan Nadia yang terus kabur dan Zain kemungkinan bukan anak kandungku.
Setelah semalaman menginap di rumah sakit akhirnya Soraya datang entah karena alasan apa, mungkin dia tidak tega Zain sakit sehingga mulai menurunkan egonya. Tapi dia saat ini masih bersikap dingin padaku namun itu bukan masalah besar asalkan Soraya tak lupa jika Zain sangat membutuhkannya saat ini.
"Syukurlah kamu datang, Zain sangat membutuhkanmu Soraya..." aku mulai menyapanya saat Soraya masuk ke ruang rawat.
"Zain anakku tentu aku harus datang!" Balas Soraya masih emosi.
Aku tak merespon ucapan Soraya karena merasa lelah dengan pertengkaran ini. Setelah itu aku pun memutuskan untuk pulang dan beristirahat sejenak di kamar tamu karena sudah lama aku tak tidur satu kamar dengan Soraya. Sedangkan tes DNA baru ada hasilnya 4 hari lagi sehingga lebih baik aku tak menunggunya.
Setelah membersihkan diri aku pun tertidur pulas dan urusan perusahaan aku serahkan pada orang lain dulu. Tentu saja aku tetap mengawasinya dari belakang dan tidak serta merta melepaskannya begitu saja. Aku begitu lelah dengan kondisi rumah tangga yang berantakan sehingga saat ini lebih baik tidur dengan pulas.
Tapi beberapa saat kemudian suara ponsel yang berisik membangunkan tidur siangku yang pulas. Aku hampir melempar ponsel ini karena kesal tapi saat melihat panggilan ini datang dari detektif bayaran akhirnya aku mengangkatnya dan berharap ada kabar baik dari mereka. Kalau tidak tentu saja lebih baik bayaran mereka segera ku potong.
"Apa info yang sudah kamu dapat?" Tanyaku malas.
"Saya sudah mendapatkan posisi nyonya Nadia tuan.. bahkan alamat toko bunganya pun sudah kami dapatkan..."
Mendengar kabar ini aku merasa sangat senang. Akhirnya mereka bisa bekerja dengan baik karena akhir-akhir ini aku terus meremehkan pekerjaan mereka yang sungguh lamban. Kalau begini aku tak merasa rugi mengeluarkan uang yang banyak untuk membayar mereka. Harusnya dari kemarin saja mereka bekerja dengan cepat seperti yang aku mau.
"Kalau begitu segera kirimkan alamatnya padaku karena aku ingin bertemu dengannya!"
Setelah itu aku memutus panggilan mereka dan merasa lapar. Sebelum berangkat untuk menemui Nadia di Depok, aku memutuskan makan dengan lahap. Tentu saja aku memang harus menyiapkan amunisi berupa tubuh yang sehat karena berbagai masalah terus datang menghampiri. Jangan sampai karena merasa lelah dengan semua masalah ini aku jadi kehilangan nafsu makanku.
Setelah makan tanpa membuang banyak waktu aku menyuruh supir untuk mengantarku ke alamat yang tertera. Ternyata Nadia kembali membuka toko bunga di depok dan dia membeli apartemen mewah disana. Dalam diam aku terus tersenyum karena tidak sabar untuk menemui dia yang sangat aku rindukan meskipun perjalanan cukup jauh tapi aku tetap akan menemuinya. Aku sudah bertekad akan membawanya pulang kembali ke Jakarta bagaimanapun caranya.
"Maaf mas Arya... aku gak bisa terus jadi istri simpanan kamu, aku akan mengalah jika emang Zain lebih butuh kamu..." ucap Nadia terlihat sangat pasrah.
Bisa-bisanya Nadia berkata akan melepasku semudah itu. Padahal aku melakukan segalanya untuk mempertahankan dia selama ini. Bisa gila aku kalau sampai melepas dirinya begitu saja tapi naluriku mengatakan sungguh tak tega untuk menceraikan Soraya padahal rumah tangga kami sudah tak harmonis lagi. Aish kenapa segalanya serba menguras otak seperti ini sih?
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Wife
RomanceArya merupakan seorang pengusaha sukses yang ternyata memiliki istri simpanan
