Mohon memberikan dukungannya dengan memberi vote!!!
Nadia
Mas Ian mencium bibirku sangat lembut dan aku bisa merasakan ketulusan cintanya. Aku berusaha membalas ciumannya hingga tanpa sadar kini aku sudah berada di pangkuannya. Namun entah kenapa saat lidahnya mulai bergerak di langit-langit mulutku, perasaan muntah dan mual mulai hadir. Sontak aku langsung berlari ke toilet untuk memuntahkan makanan yang tadi aku makan.
Aku merasa heran kenapa tubuhku terasa sangat pusing dan berat dari kemarin tapi aku menahannya. Ku pikir ini terjadi karena otakku terlalu banyak pikiran dan tampaknya aku harus segera beristirahat supaya kondisiku kian membaik.
"Nadia kamu sakit?" Mas Ian tampak mencemaskanku setelah aku keluar dari toilet.
"Nggak mas aku baik-baik aja tapi kayaknya aku harus segera istirahat deh..."
"Ya udah kalau gitu kamu istirahat yah aku mau pulang dulu.. kalau kamu butuh apa-apa segera hubungi aku"
"Iya.. kalau gitu Mas Ian hati-hati ya"
Mas Ian pamit sambil memelukku sebentar, setelah dia pergi aku langsung merebahkan diri di kamar. Sejenak aku memperhatikan kalung pemberiannya... memang sangat cantik tapi entah kenapa ada rasa bersalah pada Mas Arya. Tapi saat mengingat Mas Arya menjadikanku yang kedua, rasa bersalah itu hilang begitu saja. Aku tak berniat membalas apa yang Mas Arya lakukan padaku tapi aku hanya ingin lepas dari hubungan toksik ini bersama dia. Walaupun memang salah jika aku menikah dengan Mas Ian karena aku belum bercerai dari Mas Arya. Tapi aku tidak memilili buku nikah dan tidak diakui oleh negara jadi kenapa aku harus diam saja dengan posisi sebagai istri siri yang tidak menguntungkan ini?
Setelah itu aku memejamkan mata berharap rasa mual ini segera sirna. Aku tidak boleh sakit karena 3 hari lagi akan bertunangan dengan Mas Ian. Aku harus bahagia dalam hidup ini, persetan soal cinta aku sudah tidak peduli lagi. Wanita zaman sekarang tidak butuh cinta, hanya butuh dicintai oleh pria yang tepat. Aku tidak boleh goyah sedikitpun... aku tidak akan lagi masuk ke lubang yang sama. Sudah cukup selama ini terus mengalah demi cinta hingga aku mulai tertidur lelap dengan nyaman.
.........................
Waktu pertunanganku telah datang dan Mas Ian memutuskan untuk bertunangan di daerah yang dekat dengan apartemenku. Beruntung Bi Yati pun sudah datang karena beliau adalah satu-satunya keluarga yang ku punya saat ini. Sungguh aku merasa sangat berdebar apalagi Mas Ian mengundang salah satu stasiun TV agar pertunangan kami diliput secara langsung. Memang tidak terduga sama sekali, tapi mengingat Mas Ian adalah keturunan konglomerat maka aku tak heran saat dia menyiapkan semua ini.
Panji hadir dan dia langsung memelukku, ah rasanya rindu sekali dengan bocah ini apalagi kami jarang bertemu. Selain itu ternyata ayah Mas Ian masih hidup dan datang ke acara ini, tapi beliau sudah menikah lagi maka tak heran jika Mas Ian tak pernah membahasnya.
"Nadia you are so beautiful..." ucapnya memuji.
"Makasih mas... "
Kami pun bergandengan tangan dan mulai menuju panggung yang mewah. Sebenarnya aku lumayan berdebar karena acara ini jauh lebih mewah dari dugaanku. Pasti setelah ini banyak media yang meliput kami yang semoga saja semuanya tidak membuat berita buruk.
Kami mulai bertukar cincin dan dilihat oleh banyak orang. Setelah itu semua tamu undangan bertepuk tangan meriah dan kami berdua tersenyum satu sama lain. Mas Ian juga memeluk dan mencium puncak kepalaku hingga suara penonton makin riuh dan meriah. Mulai hari ini kami resmi bertunangan dan rencananya Mas Ian akan menikah denganku satu bulan lagi. Semoga semuanya selalu dilancarkan dan tidak ada hambatan apapun, karena pernikahan yang syahdu dan sakral merupakan impianku sejak lama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Wife
RomanceArya merupakan seorang pengusaha sukses yang ternyata memiliki istri simpanan
