JANGAN CERITA KE MANUSIA

26.6K 1.3K 12
                                        

!! WARNING !!

DI BAB INI ADA NASIHAT SAMA PELAJARAN BUAT PEMBACA, JADI DIBACA DENGAN DETAIL YA? KALO ADA KESALAHAN KATA SILAHKAN DITANDAI.

NB: VIERA BAGI-BAGI PENJELASAN/NASIHAT GINI BUAT SHARING AJA YA SAMA KALIAN, BUKAN UNTUK YANG LAIN, KITA DISINI SAMA SAMA BELAJAR, OKEY?

🌹🌹🌹

Beberapa jam telah berlalu, kini ujian akhir di kampus Al-Fattah telah selesai dan saat ini waktunya pulang dan beristirahat dengan sejenak

"Eh, mau ke mall nggak? aku mau beli tunik. Kemarin tunik ku di ghosob" ajak Hana

"Ayok ae gue mah" sahut Melly

"Ko bisa kena ghosob itu tunik? ko jemur tunik ko dimana?" tanya Ria

"Ya ditempat biasanya lah, Ria. Dah lah kamu ikut nggak? sekalian jajan disana nanti kan ujian Tahfiz juga, itung-itung refreshing dikit"

"Ikut lah aku, daripada di kamar sendiri" putus Ria

"Kamu gimana, Al?"

"Aku sih ayo aja, tapi janji jangan lama lama di mall nya"

"Oke, kita duduk di gazebo dulu, aku mau pesen grab dulu" titah Hana dan ketiga mahasiswi itu pun duduk sembari bercengkrama ringan untuk menunggu grab nya datang

"Eh gays, aku boleh minta saran nggak sih sama kalian semua?" tanya Hana disela-sela cengkrama mereka

"Boleh lah, kenapa ko pake nanya, kek sama siapa saja ko nih" jawab Ria

"Kenapa ya? akhir-akhir ini tuh masalah ku itu datang terus menerus... Ujian ku tuh ngga selesai selesai... Masa masalah satu belum selesai, malah datang lagi masalah baru" tanya Hana dengan tangisannya

"Dosa ko banyak maybe" ujar Ria

"Heh, Ria! mulut mu ku jahit nanti!" bisik Melly yang greget kepada Ria

"Bisa jadi sih, Ri. Lagian aku juga ngerasa hidup aku cuma gini gini aja nggak berubah" ujar Hana lagi

"Sabar ya, Han.. Ingat aja kalo semua ini pasti ada hikmahnya" saran Melly dengan mengelus punggung belakang Hana

"Iya, Han. Dari masalah ini juga lah, ko bisa kuat menghadapi beban ini lebih dari sebelumnya" imbuh Ria

"Saran aku, kamu kembali lagi ke Allah. Allah itu rindu sama kamu. Makannya Allah kasih kamu ujian dan masalah yang bertubi-tubi biar Allah angkat derajat kamu" kini Alya yang berbicara

Ketiga mahasiswi itu pun langsung menatap ke arah Alya bersamaan, sedangkan Alya tengah memandangi bunga kertas di samping gazebo itu

"Jangan cerita ke manusia, jangan pulang ke manusia, tapi pulang dan ceritakan lah semuanya kepada Allah" ucap Alya

"Allah itu Ya Rahman Ya Rahim. Tapi kenapa hidupmu dibuat gitu-gitu aja sama Allah? .... Allah buat hidupmu gitu-gitu aja karena ulah kamu sendiri yang jarang pulang ( ke Allah), kamu jarang bersandar kepada Allah.. Makanya Allah beri kamu cobaan dan ujian bertubi-tubi itu biar kamu nangis, kamu ngadu ke Allah lagi"

"Heh ko, Alya. Ko ni cantik, tapi kenapa ko suka sekali menampar orang sama nasihatmu?" tanya Ria kepada Alya

Ia benar-benar heran karena setiap kali Alya memberikan nasihat untuk teman-temannya, dirinya juga merasa tertampar

Alya menghela nafas sejenak dan menjawab "Wallahi, aku nggak ada niat buat nampar kalian sama nasihat ku disini, tapi sebenarnya aku ngomong gini buat nampar diri aku sendiri yang biasanya bertanya hal demikian... Namun, lambat laun aku menerima jawaban dari pertanyaan ku dulu yang sempat ku tanyakan ke Rabb-Ku" jawab Alya dengan wajah tenangnya

EL-FATIH (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang