"Kalo mau deketin Allah, deketin dulu kekasih-Nya (Nabi Muhammad), kalo mau deketin Nabi Muhammad, deketin dulu bagian daripada beliau, dan bagian daripada beliau adalah putri bungsunya, yakni Sayyidah Fatimahtu-Zahro. putri dari istri pertama Rasullullah, yang tak lain dan tak bukan adalah Sayyidah Khadijah Al Kubro binti Khuwailid"
-Hilya Aqilah Nadhifa-
~
"Mas Alfa udah kabarin Abi sama Baba?" tanya Alya dengan menghampiri suaminya yang kini baru selesai mandi
Bukan pertama kalinya Alya melihat suaminya itu keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah
Meski terkadang Alya merasa greget kepada Gus Fatih karna dirinya keluar dengan rambutnya yang basah, tapi ketampanan wajah Gus Fatih keluar dari kamar mandi itu mampu membungkam mulut Alya agar tak mengomelinya
"Sudah. Mas juga sudah bilang ke Kafka biar undang semua santri buat makan di resto juga" jawab Gus Fatih dengan menggosok rambutnya yang basah dengan handuk
"Hei, kenapa lihatin,Mas, sampe segitunya, hm?" tanya Gus Fatih dengan mencubit pelan hidung Alya yang sudah menjadi candunya
Alya yang merasa lamunannya dibuyarkan pun merasa kesal dan langsung mencari bahan omelan, dirinya melakukan itu agar menutupi rasa malu karena ketahuan menatap suaminya dengan rasa penuh kekaguman
"Mas Alfa, kenapa kalo habis keramas rambutnya nggak dikeringin dulu sih.. Mas Alfa sengaja apa gimana?" tanya Alya dengan nada mengomel
"Enggak, Mas cuma nggak mau aja lama lama di kamar mandi"
"Bohong"
"Enggak, Mey"
Mendengar itu Alya pun memutuskan keluar dari kamar untuk mengambil pel, setelah dirinya kembali dan hendak mengepel, dengan sahutan kilat pel itu direbut oleh Gus Fatih
"Mau ngapain, hm?" tanya Gus Fatih dengan menaikkan satu alisnya
"Yang pasti nggak mau nanam batu kalo ambil pel" cetus Alya kesal
Mendengar itu Gus Fatih pun meletakkan pel itu di depan kamar dan memberikan handuknya kepada Alya
"Bantu Mas keringin, ya?"
"Gamau" tolak Alya dan kemudian ia pun mulai meninggalkan suaminya untuk pergi keluar dari kamar
Namun pada saat Alya baru membuka pintu kamar, "yaudah kalo nggak mau bantu keringin, nanti jangan salahin, Mas, kalo ga pakai peci, ya?"
Mendengar itu Alya pun memicingkan matanya dan menatap wajah Gus Fatih yang saat ini sedang menatapnya dengan menaikkan satu alisnya kepadanya
"Maksud Mas Alfa apa?"
"Bentar lagi adzan Isya', hari ini Mas ada jadwal jadi imam masjid. Rencananya Mas ga-..."
"Gamau pake peci mau tebar pesona ke santriwati?" potong Alya cepat
"Ga niat gitu, tapi kalo kamu nangkapnya gitu ya-.."
"Yaudah"
"Yaudah apa?" tanya Gus Fatih
"Yaudah nanti Alya juga nggak mau pake cadar! Toh juga pake cadar itu sunnah kan?" kini malah Alya yang menaikkan satu alisnya
"Mau muroja'ah berapa juz lagi, hm?" tanya Gus Fatih yang mulai mengeluarkan kata mutiara yang dimana kata itu adalah kata mematikan bagi Alya
"Mau puasa berapa hari lagi, Mas?"
skak mat!
"Mey.." lirih Gus Fatih
KAMU SEDANG MEMBACA
EL-FATIH (END)
Novela Juvenilبِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ANAK NYA NADHIELFATHAN
