--ENJOY YEOROBUN--
***
-tandai jika ada typo!
--Happy Reading--
~o0o~
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 21.30 malam, di ruang kerjanya yang sunyi Agam masih bergelut dengan pikirannya. Tak ada suara yang keluar. Hanya terdengar dentingan suara jam yang bergerak maju. Memikirkan putri satu satunya yang kini terbaring di ranjang Rumah Sakit membuat Agam kian tak tenang.
Sementara dari arah luar tampak Sera yang sedang membawakan secangkir teh untuk suaminya. Sera tau Agam masih memikirkan Kaili dan memilih untuk merenung di ruang kerja jadi dia berinisiatif membawakan minuman agar Agam bisa sedikit merasa lega, dan fokus memikirkan kesembuhan Kaili.
"Aku bikinin teh buat kamu. Di minum dulu, biar enakan. Jangan sedih terus.. kita juga harus tetap sehat untuk bisa merawat Kai."
Agam masih terus diam tak berkata sampai saat Sera ingin keluar dari ruang kerja barulah suara mengintimidasi suaminya keluar memecah kesunyian ruangan itu.
"Kemana kamu sampai Kai bisa pergi sendirian tanpa ada yang tau?" suara berat Agam seketika menghentikan langkah Sera menuju pintu.
"Tadi aku pergi ketemu anak ku, dia kangen udah lama kita nggak quality time berdua."
Berdiri dari duduknya, Agam berjalan mendekat pada Sera, "kenapa kamu nggak telfon aku? kalau tau kamu mau pergi aku bisa pulang lebih awal."
Kening Sera berkedut. Ada apa dengan Agam? Suaminya seakan-akan menyalahkan nya atas apa yang terjadi pada Kaili.
"Ya aku nggak tau kalau Kai akan pergi keluar sendirian. Aku pikir dia pergi dengan Darrel. Dan kenapa kamu seolah-olah menyalahkan aku atas musibah yang terjadi?"
"Mereka berdua sedang ada masalah. Aku yakin saat melihat Kai yang pulang sendiri tanpa Darrel. Aku tidak menyalahkan mu atas apa yang terjadi tapi aku hanya menyayangkan kenapa kamu pergi bertemu putramu di saat aku belum pulang dan rumah sepi, andai saja kamu bisa menunggu ku pulang mungkin Kai tidak akan keluar dan mengalami kecelakaan itu."
Sera tak menyangka dengan perkataan Agam barusan, apa yang ada di pikiran suaminya itu? Apa dia pikir Sera senang dengan musibah ini. Sera juga tidak tau jika hal sebesar ini akan terjadi pada Kaili, ia menyayangi Kaili Sera tidak mau sesuatu buruk menimpa Kaili. Tapi tak bisa di pungkiri bahwa putranya juga sangat ia sayangi, mereka sudah lama sekali tidak bertemu dan memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama hari ini. Sera sudah berjanji pada putranya jauh sebelum hari ini jadi tidak mungkin ia membatalkan rencana quality time mereka secara sepihak.
Sejak dulu Agam sudah tau jika Sera pernah menikah dan mempunyai seorang putra, Sera juga sudah menceritakan kepada Agam kenapa pernikahan sebelumnya kandas. Agam selalu mengerti dan memberikan izin untuk Sera agar ia menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu bersama putranya kapan pun jika mereka saling merindukan. Namun, kenapa hari ini Agam malah mempermasalahkan hal itu.
"Aku juga tidak tau akan seperti ini kejadiannya. Putraku juga membutuhkan ku di waktu tertentu, aku tidak bisa membuatnya menunggu lagi hanya untuk bisa menghabiskan waktu bersama ku!" nada bicara Sera sedikit naik karena ia tersulut emosi dengan perkataan Agam, "Kaili juga putriku, aku menyayanginya, bahkan dia lebih sering mendapatkan perhatian dariku ketimbang putra kandung ku sendiri!"
Jujur Agam tak berniat meributkan hal ini tapi ia tidak ingin kehilangan Kaili hanya karena sebuah keteledoran.
"Aku tidak mencegahmu untuk menghabiskan waktu bersama putramu. Aku hanya meminta mu untuk menjaga Kaili jika aku sedang tidak ada karena aku tidak ingin kehilangan Kaili seperti aku kehilangan ibunya!" emosi Agam pecah. Ia keluar meninggalkan Sera yang masih berdiri tegap di ruang kerjanya dengan mata yang berkaca-kaca.
KAMU SEDANG MEMBACA
KAIDAR: Bad Couple!
Romance❌ PLAGIAT DILARANG MENDEKAT ❌ Calandra Kaili Mallory. Anak tunggal pengusaha sukses yang memiliki sikap kurang ajar dan tak terpuji. Ia tak suka diatur dalam hal apapun. Karena sikapnya lah sang Papa memutuskan untuk menjodohkannya dengan anak sahab...
