"Halo bun ini Kenzo."
"Iya kenzo, bunda boleh minta tolong sama kamu untuk sedikit menjauh sebentar dari Keza? Bunda mau ngomong sesuatu sama kamu."
Kenzo melirik sekilas ke arah Keza kemudian beranjak dari duduknya lalu keluar dari kamar.
"Aku udah di luar Bun."
"Kenzo.. kamu mau kan bantu bunda bikin surprise untuk Keza? hari ini dia ulang tahun."
Kenzo memaki dirinya sendiri, bagaimana dirinya bisa lupa jika Keza berulang tahun hari ini.
"Bisa bun! bunda mau aku bantu apa?"
"Saat ini bunda sedang bersama bang Ghazi, Zidane, Rehan, Zalva dan juga Mawar. Nanti Zidane dan Zalva akan datang ke rumah dan membuat keributan dengan kamu dan juga Nafisa, ini hanya pura-pura saja kok."
Kenzo mengangguk paham mendengar rencana Riana."Oke-oke aku ngerti."
"Bunda tutup telponnya ya? sebentar lagi Zidane dan Zalva datang."
"Siap Bun!"
Panggilan di akhiri oleh Riana setelah itu Kenzo masuk kembali ke rumah tersebut.
"Bunda ngomong apa Jo?" Tanya Keza penasaran ketika melihat Kenzo datang kembali ke dalam kamarnya.
"Bunda minta gue buat jaga lo dulu, karena katanya bunda pulang sedikit larut." Jawab Kenzo bohong namun Keza percaya, karena biasanya bunda selalu meminta Mawar untuk menemani nya di rumah jika gadis itu sedang ada waktu, berhubung Mawar tidak bisa mungkin bundanya itu meminta tolong kepada Kenzo yang kebetulan sedang berada di rumahnya.
"Maaf ya bikin kalian berdua repot."
"Ih engga kok, malah gue seneng bisa nemenin lo di sini." Ucap Nafisa.
"Makasih." Keduanya mengangguk.
"Permisi.." Ketiganya menoleh ke arah sumber suara, terlihat Zidane dan Zalva yang datang dari arah pintu kamarnya.
"Loh Zid, katanya lo ada kelas dadakan?" Tanya Nafisa bingung ketika melihat laki-laki itu.
"Udah selesai mangkanya gue kesini."
"Cepet banget." Ujar Nafisa tidak percaya.
"Kenapa emangnya? lo gak bisa jauh-jauh dari gue ya?" Tanya Zidane jahil.
"Ih apaan sih, ga jelas." Balas Nafisa menatap Zidane dengan bergidik ngeri.
Zidane tertawa kemudian mengusap rambut gadis itu membuat Kenzo menatapnya dengan tatapan menusuk.
"Ngapain lo usap-usap rambut cewek gue?!"
"Abisnya Nafisa gemes banget Joy, buat gue aja ya?"
"Kalau gitu Zalva buat gue ya?" Ucap Keza yang sedari tadi diam.
"Masa mau sama sepupunya mantan sih Ja." Cibir Zidane membuat Keza mengumpat. Zalva tertawa mendengar hal itu.
"Sialan Zidane."
"Lo kenapa cantik banget sih Naf hari ini, gue kan jadi naksir." Goda Zidane tiada henti. Kenzo tau ini bagian dari rencana, namun hatinya sedikit tidak terima jika sang kekasih di goda seperti itu oleh Zidane.
"Va tolong kandangin tuh cowok lo." Suruh Nafisa kepada Zalva yang biasa-biasa saja ketika kekasihnya menggoda perempuan lain.
"Jangan gitu, gini-gini lo pernah naksir sama gue kan? bahkan dulu lo sempet bilang kalau mau nikah sama gue." Ceplos Zidane bercanda membuat Nafisa mencibirnya.
"Mending gue nikah sama bapak lo!"
"Emang sanggup hidup sama bapak gue? ibu gue aja pergi tuh." Ujar Zidane membuat Nafisa diam tak berani menjawab ucapan tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABISATYA | END
Fiksi Remaja"Kalau gue bilang 'Gue cinta sama lo' gimana? apa lo percaya?" "Engga!" "Kenapa? apa karena kita temenan dari kecil mangkanya lo gak pernah mau terima perasaan gue, dengan alasan karena takut pertemanan ini hancur?" "Ja-" "Gue cinta lo Seana! gue e...
