Seana menangis begitu sedih ketika mendengar cerita dari Zalva. Gadis itu menceritakan keadaan Keza saat ini, dirinya baru tau jika Keza menderita sakit yang lumayan parah.
"Gue mau ketemu Keza." Ucap Seana memohon kepada Zalva agar gadis tersebut mau mempertemukan dirinya dengan Keza.
"Besok hari akad nikah lo, gue gak bisa bawa lo keluar dari rumah ini dengan gampang. Kalau ayah lo tau pasti dia marah besar."
Seana mengusap air matanya, esok adalah hari pernikahan nya dengan Gauzan. Seketika ia teringat akan perkataan sang ayah sebelum dirinya mau menerima laki-laki itu.
"Ayah pernah bilang kalau gue terima lamaran Gauzan dia bakalan turuti kemauan gue. Sekarang gue akan tagih ucapan ayah itu."
"Lo mau minta izin untuk ketemu Keza?" Tanya Zalva, gadis itu mengangguk dengan mantap.
"Gue harus liat kondisi Keza Va, gue kangen Keza." Ujarnya dengan sendu.
"Na maaf, karena gue cerita tentang Keza lo malah sedih dan kepikiran gini."
"It's okey Va, lo gak perlu merasa bersalah. Malah gue mau berterima kasih sama lo, berkata lo gue bisa tau gimana keadaan Keza sekarang. Semua temen-temen Keza tutup mulut dan enggan untuk kasih tau gue tentang Keza, termasuk kakak lo."
"Sejujurnya gue pun enggan untuk kasih tau hal ini sama lo, karena Keza sendiri yang minta untuk gak kasih tau lo tentang apa yang lagi dia derita sekarang. Tapi kayanya emang lo harus tau.."
Pikiran Seana melayang memikirkan laki-laki yang berstatus mantannya itu, mengapa Keza menutupi semua ini? apakah Keza benar-benar sudah melupakan dirinya?
Padahal Seana berharap walaupun sudah menjadi mantan kekasih ia masih bisa bersahabat dengan Keza.
Laki-laki itu sendiri yang memintanya agar tetep menjadi sahabat, tetapi semua itu bohong. Seperti nya Keza benar-benar sudah tidak ingin berhubungan dengannya lagi walaupun sekedar menjadi teman.
"Va.. tapi gue malu untuk ketemu sama bunda." Ujar Seana karena ia merasa malu untuk bertemu wanita itu.
"Bunda selalu nunggu lo buat nemuin Keza, Na. Bunda taunya lo udah tau dengan keadaan Keza, karena waktu itu setelah pulang dari rumah sakit bunda yang minta langsung sama Keza untuk nemuin lo dan kasih tau semuanya. Tapi ternyata hari itu malah hubungan lo sama Keza yang berakhir."
Hari dimana hubungannya berakhir dengan Keza ternyata laki-laki itu ingin memberitahukan tentang penyakit yang di deritanya? tapi kenap Keza tak berbicara tentang hal tersebut, apa karena keadaan yang begitu runyam sehingga Keza memilih diam dan menahan untuk tidak memberitahunya.
"Beberapa hari yang lalu Keza ulang tahun Na."
Seana mengangguk pelan."Gue inget Va."
Zalva mengusap bahu gadis itu lembut. Seana menangis sambil tertawa pelan mengingat kenangan nya bersama Keza dulu. Gadis itu menghela nafas, dulu dirinya sangat dekat dengan Keza namun sekarang bagaikan langit dan bumi. Bertemu saja harus meminta izin terlebih dahulu kepada sang ayah.
"Gue mau minta izin sama ayah buat ketemu Keza, lo tunggu di sini oke?" Ujar Seana keadaan Zalva.
"Sekarang?" Tanya Zalva memastikan gadis itu mengangguk.
"Tapi ini udah hampir mau malam."
"Gue harus ketemu Keza hari ini juga." Zalva mengangguk pasrah.
Setelah itu Seana keluar dari kamarnya, semoga tak terjadi perdebatan.
...
Sudah hampir setengah jam Seana belum kembali ke kamarnya juga, membuat Zalva khawatir. Pasti tidak akan di beri izin dengan mudah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABISATYA | END
Fiksi Remaja"Kalau gue bilang 'Gue cinta sama lo' gimana? apa lo percaya?" "Engga!" "Kenapa? apa karena kita temenan dari kecil mangkanya lo gak pernah mau terima perasaan gue, dengan alasan karena takut pertemanan ini hancur?" "Ja-" "Gue cinta lo Seana! gue e...
