Warning : Adult romance.
Kehidupan Dinar Tjakra Wirawan berubah, setelah Ayah dan kakak laki-lakinya meninggal. Impiannya yang ingin menjadi seorang News anchor harus kandas, karena mau tidak mau, dia harus belajar menjadi seorang hotelier, dan me...
Sialan! Masih pagi sudah ribut. Siapa lagi duda yang dimaksud kalau bukan dirinya? Bas geleng-geleng kepala, melihat obrolan grup yang gak jelas. Grup yang tadinya terdiri dari lima cowok lajang, yang dibentuk sehari setelah reuni SMA, dua tahun yang lalu. Di antara lima pria lajang itu, satu akhirnya menikah. Dan tidak mau dikeluarkan meski disogok uang sekalipun.
Diki : Punya cem-ceman baru, dia.
Rendra : Cewek?
Diki : Tahu tuh, pindah ganda putra kali.
Bas : SETAN!
Andre : Nah, muncul nih orangnya. Lo masih doyan Maria apa Mariadi, Bas?
Rendra : Mariadi 🤣🤣 Hak e Hak e
Beni : 🤣🤣 Kampret, gue jadi bayangin Bas sama Mariadi. Jijik banget.
Bas : WOE!!! GUE NORMAL!!
Andre : 🤣🤣🤣🤣
Diki : 🤣🤣🤣🤣 (2)
Rendra : 🤣🤣🤣🤣 (3)
Beni : 🤣🤣🤣🤣 (4)
Bas gedek. Meletakkan ponselnya, dan memijit pelipisnya yang terasa pening. Semalam, efek samping dari kelakuan Dinar berujung panjang. Dua bongkahan dengan ujung menggoda yang tertutup tank top hitam, memancing gairahnya. Bisa-bisanya Dinar seceroboh itu.
Gadis itu membawa ponselnya tanpa sadar, kalau posisi layar mengarah pada bagian depan tubuhnya. Belum lagi, paha mulus yang ah—
"Lo baperan amat sih, Tong?" Sentaknya kesal. Lagi-lagi pada sesuatu yang tak bersalah di bagian sana, yang saat ini kembali mengeras. "Bisa gila gue." Dia menyugar rambutnya. Tiba-tiba dapat tampilan live beberapa detik begitu. Efeknya lebih parah, dibandingkan video 19 detik yang pernah dikirim Diki ke grup pecinta janda.