Selamat membacaa.
Jangan lupa tekan bintangnya dan komen.
Btw, aku baru pulang dari Semarang hahaha.
4555 kata khusus part ini 😲
🥦🥦🥦
"Hai Kitteeeeen." Jesika melambaikan tangan dengan heboh, begitu turun dari mobil. Tangan kirinya menenteng tas sementara yang kanan sibuk menggandeng seorang gadis kecil berusia empat tahun, yang langsung berlari ke arah Bas.
Dinar meringis. Kenapa Jess selalu saja memanggilnya kitten? Bikin malu. Matanya menatap penasaran gadis kecil yang langsung nemplok digendongan Bas. Mungkin dia yang namanya Mona. Rambutnya sebahu dan agak keriting di ujung, hidungnya mancung, kulitnya putih dan memiliki lesung pipi ketika tertawa. Cantik dan lucu, Dinar ingin menoel pipinya tapi ada yang lebih penting dibandingkan menggoda anak kecil. Yaitu, menyambut orang tua Bas.
Dengan gugup, dia menyalami Papi dan mami, mencium punggung tangan keduanya, lalu beralih pada perempuan cantik berambut panjang. Kulitnya seputih susu, tanpa riasan menor, flawless, dan terlihat sangat elegan seperti Putri Indonesia.
"Halo kitten-nya Bas." Suaranya lembut saat menyapa. Iuh, lagi-lagi kitten. Sepertinya, Dinar sudah dinobatkan sebagai anak kucing di keluarga ini. "Sandra. Kakaknya Bas."
Ohw. "Cantik banget." Dinar menyambut uluran tangan itu, tangan yang sangat halus dan lembut. Bahkan hidung Dinar bisa mecium aroma wangi yang menempel di tangannya. "Dinar Tjakra."
Baru juga memperkenalkan diri, gadis itu terkesiap kaget ketika Sandra memeluknya dengan akrab, lalu menempelkan kedua pipi mereka, kanan dan kiri. Aroma wangi dari tubuhnya membuat Dinar keder. Pasti parfum yang dipakai Sandra harganya jutaan, juga body lotion yang membuat tangannya terasa lembut dan wangi.
"Kamu juga cantiik, pantesan Bas anteng banget gak muncul-muncul di grup."
"Halah." Bas senewen, sambil membantu membawa beberapa buah tangan yang dikeluarkan driver dan kakak ipar serta adik iparnya.
Pak Minto dan Mbak Sur dengan sigap juga membantu, membawakan buah tangan itu masuk ke dalam rumah.
Semua tertawa, kecuali bocil dan Mami. Bocil lebih asyik dengan dunianya sendiri, sementara Mami mengamati sekitar rumah.
Setelah Sandra melepaskan Dinar, ganti Jess yang memeluknya, tak kalah heboh. Seperti kawan lama yang kembali bertemu. Lalu memperkenalkan suaminya sendiri, suaminya Sandra, juga anak-anak mereka.
Ada Ian dan Tata, si kembar anak Sandra dan Mas Johan, yang masih duduk di sekolah menengah pertama, serta Sherri yang masih duduk di kelas lima. Lalu Mona, anak satu-satunya Jess dan suaminya, Aryan, yang masih batita.
Dinar menyambut mereka dan mempersilahkan masuk. Tak menyangka kalau keluarga besar Bas datang semua. Amelia Wongso dan Citra juga terkejut, padahal, Ibu Dinar sudah memprediksi akan terjadi. Namun, tetap saja tak menyangka kalau akan seheboh ini yang datang.
"Sori Din, gak nyangka Mami bawa rombongan barongsai," ucap Bas saat keduanya bersisian masuk ke dalam rumah. Dinar menepuk lengannya pelan. Menegur kalau ucapannya tak sopan.
"Cieeeee." Ian dan Tata yang berjalan di belakang keduanya kompak mengejek, membuat Jess terpingkal-pingkal.
Pagi itu, rumah Dinar ramai. Om Lucky dan Pak De Jun-kakak sulung Amelia Wongso- juga ikut menyambut tamu agung.
Rumah Dinar besar dan luas. Bentuknya seperti rumah kuno dengan atap tinggi dan pilar-pilar yang kokoh. Lampu gantung dengan tatakan kayu di ruang tamu membuat suasana kembali seperti zaman dahulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Housemate
RomanceWarning : Adult romance. Kehidupan Dinar Tjakra Wirawan berubah, setelah Ayah dan kakak laki-lakinya meninggal. Impiannya yang ingin menjadi seorang News anchor harus kandas, karena mau tidak mau, dia harus belajar menjadi seorang hotelier, dan me...
