29. Tamu-tamu tak diundang.

59.7K 4.1K 1.1K
                                        

Selepas Isya, Dinar mematut dirinya di depan kaca.  Jantungnya deg-degan parah, melihat piyama pendek yang dikenakannya kali ini.

Sebenarnya, saat belanja dengan Alana kapan hari, dia juga mengambil beberapa model piyama lain, yang dibelinya dengan menggesek kartu milik Bas. Jadi, seharusnya dia pakai ketika di rumah kan? Apalagi, piyama ini dibeli dengan uang suaminya. 

Tadi siang, dia memang jengkel ketika Bas menariknya masuk ke toko pakaian dalam. Merasa sangat malu. Apalagi, pakaian yang menurutnya mirip jala nelayan itu, membuatnya teringat dengan selera dari mantan istri suaminya.  Dinar ogah disamakan! 

Sekali lagi, Dinar berputar di depan kaca. Melihat tubuhnya yang memakai piyama dengan model V neck bertali satu, dengan bawahan model celana pendek. Mengekspos setengah pahanya yang mulus. 

"Ini lebih mending daripada lingeri macam jala ikan, sih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ini lebih mending daripada lingeri macam jala ikan, sih. Hanya saja, rasanya aneh. Kalau nanti dia terangsang gimana?" Dinar bergidik. "Mulutnya kan seperti vacum cleaner. Main nyosor saja, sama suka ngigit seenaknya."

Tadi sore, setelah dia puas menangis. Bas kembali menciumnya di sofa, meski Dinar protes keras ketika beberapa kali Bas menyesap terlalu kuat,  dan menambahkan bekas tanda lagi di tulang selangkanya. 

"Padahal tadi sore aku masih pakai kemeja. Apalagi kalau pakai baju seperti ini?" keluhnya pelan. Sebenarnya dia malu memakai model piyama pendek seperti ini. Saat beli pun, dia pikir akan disimpannya dulu. Dan akan dipakainya setelah merasa aman dan nyaman bersama Bas. Namun, obrolan siang menjelang sore tadi, membuatnya berubah pikiran.

Bas sudah melakukan banyak hal untuknya. Tidak hanya sebagai suami, tapi juga mengambil alih peran Ayah dan kakaknya. Setelah banyak hal yang dilakukan pria itu, rasanya tidak fair, jika dia tidak belajar membuka diri dengan memposisikan sebagai istri. Bukan hanya mengurusi soal perut ke atas, tapi juga urusan perut ke bawah. 

Tapi....
Sekali lagi dia mematut dirinya di depan cermin.

"Ah embuhlah, sereeem." Dinar bergidik. Merasa tak siap berpenampilan terbuka seperti ini. Akhirnya, setelah menimbang beberapa saat, dia memutuskan untuk ganti baju saja. Dinar tak siap memancing serigala lapar. Bahaya. Takut saja, meski saat ini dia sedang berhalangan. 

"Din, mau makan di lu—"

Terlambat, serigala lapar itu tiba-tiba membuka pintu dengan lebar.

"MAS??" Dinar yang hendak mengambil baju ganti kaget, Bas pun tak kalah kaget. Matanya bahkan tidak berkedip melihat penampilan istrinya. 

"TUTUP MATA GAK SIH???" Dinar buru-buru meraih bantal dan dilemparnya pada Bas yang langsung sadar dan cepat menangkap bantal itu. Dinar meraih bed cover, dan menutupkan ke dirinya sendiri. 

"Lho, lho? Kok masuk?" Makin panik, karena bukannya keluar, Bas justru masuk sambil menyeringai. Melempar bantal begitu saja, membuat Dinar makin merapatkan bed cover ke tubuhnya. "Kenapa tadi gak ketuk pintu dulu sih??"

Housemate Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang