Warning : Adult romance.
Kehidupan Dinar Tjakra Wirawan berubah, setelah Ayah dan kakak laki-lakinya meninggal. Impiannya yang ingin menjadi seorang News anchor harus kandas, karena mau tidak mau, dia harus belajar menjadi seorang hotelier, dan me...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Nungguin yaaa?Di sini lagi mati lampu dan hujan, jadi up ngandalin kuota yg mrendip, jadinya gagal mulu sejak tadi🙈
🐈🐈🐈
Dinar kesal. Dalam hati dia berjanji akan melampiaskan semuanya ketika hanya berdua saja di apartemen. Bas meninggalkannya seperti tanpa beban. Sebenarnya, apa yang direncanakan pria itu? Bukankah dia belum move on dari mantan istri? Kenapa malah menjebaknya dalam rencana pernikahan?
Dinar menatap ragu-ragu orang tua Bas. Papi memang terlihat kalem dan biasa saja, tapi Mami masih saja terlihat dingin. Apa benar? setelannya memang begini?
"Kamu jangan tegang begitu." Papi terkekeh sendiri. "Kami ini gak jahat."
Dinar meringis. Tetap saja rasanya kikuk. Mas Bas kampret memang.
"Papi siap-siap dulu, setelah ini kita berangkat."
Dinar bengong. Apa tadi? Papi? Lah, kalau habis ni berangkat, kenapa gak bareng Mas Bas saja?
"Mami temani Dinar ngobrol dulu."
Mampuuuuuus. Tangan Dinar makin dingin. Ditinggal berdua malah tambah tegang lah rasanya.
"Iya Pap."
Duh Gusti. Dinar meremas celananya sendiri.
"Diminum tehnya, Din." Perintah itu membuat Dinar mengangguk saja, tangannya dengan gugup mengangkat cangkir keramik yang kelihatan klasik. Dia berharap, tangannya yang gemetar tidak membuat cangkir ini jatuh dan pecah. Duit dari mana buat ganti?Pengen nangis rasanya.
"Bas ya seperti itu memang anaknya. Kadang masih suka keluyuran kalau malam, makanya, lebih baik kamu tinggal di sini."
Aduh. Apa yang harus dilakukannya sekarang? Meluruskan kesalahpahaman atau bagaimana?
Mas Bas beneran kampret deh. Ngumpanin anak orang sendirian begini. Ngapain sih, dia ngomong soal pernikahan segala?
"Ng, anu, itu---" Suaranya gemetar sendiri.
"Sebagai Ibu, kadang Mami juga jengkel."
Wait. Kenapa membahasakan panggilan dengan sebutan Mami?
"Mami pengen ada yang bisa ngerem dan membuatnya anteng di rumah. Gak aneh-aneh." Mami mengambil cangkir teh nya, dan menyesapnya perlahan. Sangat anggun. Mengingatkan Dinar pada Nyonya-Nyonya di drama korea atau sinetron Indonesia. Jika ditebak-tebak dari arah pembicaraan, kayaknya sia-sia kalau berharap dilempar duit 10 Milyar.
Dinar menghembuskan napas masgul. Jujur, gak nolak juga sih, kalau yang mengajaknya menikah Sultan begini, tapi kan, Dinar maunya menikah atas dasar suka sama suka. Bukan karena terpaksa. Dan dia melihat Bas terpaksa memilihnya karena diberi waktu cuma dua minggu untuk mencari calon istri. Singkatnya, Dinar hanya pilihan terakhir yang dipunya Bas. Si pria kampret yang sialnya, saat ini memang sedang dibutuhkannya. Baik raga, maupun duitnya.