Percobaan pembunuhan

3.6K 267 8
                                    

ゑ⎛⎝ ﷽ ⎠⎞ゑ

Happy Reading

*
*
*

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


***

Bu Fatma tersentak kaget mendengar ucapan dari Gus Zhafi. apa yang dimaksud dengan memulai permainan itu? Pikir Bu Fatma.

"M-maksudnya, permainan apa ya?" tanya Bu Fatma gugup.

"Bukananyya Bibi sudah tau?" ucap Gus Zhafi membuat Bu Fatma semakin bingung.

"Mohon maaf saya tidak mengerti," jawab Bu Fatma seperti orang ling-lung.

"Seharusnya Bibi langsung paham dengan apa yang saya ucapkan, karena Bibi duluan yang main-main dengan keluarga saya!" tegas Gus Zhafi yang membuat Bu Fatma kelabakan.

Wajah Bu Fatma pias seketika tatkala mendengar ucapan dari Gus Zhafi. Ia sudah tau kemana arah pembicaraan Gus Zhafi itu.

"Bagaimana Bi?" Tanya Gus Zhafi sangat dingin.

"Saya main-main sama keluarga kamu Zhafi? Maksudnya apa ya? Kamu merasa saya mengganggu keluarga kamu?" ujar Bu Fatma seperti orang bodoh.

"Bibi merasa?"

"T-tidak, saya tidak merasa mengganggu keluarga kamu Zhafi. Buat apa saya menganggu kamu dan juga istrimu, istri kamu kan keponakan saya sendiri," ucapnya bersandiwara.

"Keponakan? Keponakan yang mau Bibi bunuh?!" Gus Zhafi membuat pertanyaan yang skakmat, sehingga membuat Bu Fatma bungkam.

Bu nyai Hilwa meneteskan air matanya tatkala mendengar ucapan dari putranya. Hatinya begitu teriris ketika mendengar putrinya mau dibunuh oleh bibinya sendiri.

"Iya kan?! Saya bukannya tidak tau kalau Bibi yang selama ini mengirim teror ke rumah saya!" ucap Gus Zhafi masih santai namun dengan wajahnya yang sangat dingin.

Khanza yang melihat terpancar kemarahan dari sang suami langsung memberikan usapan lembut pada punggung tangan suaminya itu untuk menenangkan.

"Bagaimana Bibi? Apa Bibi masih tidak mau mengaku?"

"Bagaiamana bisa kamu menuduh saya Zhafi? Sedangkan kamu tidak punya bukti," angkuhnya merasa menang saat berkata seperti itu.

"Apakah Bibi butuh bukti? Kalau iya akan saya tunjukkan," ucap Gus Zhafi dengan santainya.

Bu Fatma membulatkan kedua matanya. Ia menelan salifa tatkala mendengar ucapan dari Gus Zhafi. Tadi, ia sudah merasa menang karena merasa bahwa Gus Zhafi tidak akan memiliki bukti, tapi apa ini? Justru ia terjebak dengan ucapannya sendiri, ternyata Gus Zhafi jutru malah mau menunjukkan bukti itu padanya.

Bersamamu hingga ke syurga (TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang