47. Memoar : Dear my Ocean

50 3 0
                                    

HAPPY READING!!!





Crystal Nichole. Adalah nama aslimu, nak. Bukan, Putri Febry yang seperti kamu kenal. Kamu adalah, anak kandung Ayah dan sekaligus bahan percobaan pertama dari super baby yang Ayah didik dengan cara white room. Ayah mu ini, seorang bajingan yang sengaja menjadikan dirimu kuat dimasa depan, guna melindungi banyak orang lemah yang tertindas dan menegakkan keadilan, khususnya, rahasia terbesar keluarga yang lambat laun kau mengerti. Namun, Ayah kembali memikirkan hal apa saja yang akan diluar kendali Ayah nantinya. Hal tersebut termasuk dengan gagalnya rencana Ayah untuk menghilangkan naluri manusia milikmu seutuhnya atau meninggalkannya sedikit. Dan terkait banyak hal yang tidak akan ketahui dengan duniamu.”

“Ayah sengaja membuat dirimu yang sekarang, guna menutupi jati dirimu sendiri dimasa yang akan datang. Ayah sudah menduga, jika nantinya kamu akan mendapatkan masalah yang besar dan Ayah sudah mempersiapkan ini.”

“Ayah rasa, sudah waktunya kamu tau siapa dirimu yang sebenarnya. Maafkan Ayah yang belum bisa menjadi orang tua yang benar-benar mencintaimu dengan tulus. Namun, dari dalam lubuk hati Ayah yang terdalam, Ayah sangatlah mencintaimu dan Bunda seperti banyaknya bintang di galaksi kita”

“pertama-tama, marilah kita ke kisah awal, terbentuknya dirimu. Kamu terlahir dari rahim seseorang wanita yang sangat Ayah cintai, yaitu, Cahyaning Nindy. Kamu terlahir prematur pada usia kandungan menginjak tujuh bulan. Pada saat itu, kondisi fisikmu sangatlah mengkhawatirkan, dan kata dokter, itu semua dengan kemampuan dirimu. Namun, Allah berkata lain. Kamu masih bisa hidup sampai detik ini. Tumbuh kembangmu selalu Ayah tulus melalui dairy yang Ayah tulis, sedangkan Bunda selalu memotretnya dan tak sekali ataupun dua kali, dirinya selalu merekam. Tumbuh kembangmu, sangat berbeda dari yang lain. Walau kau miliki fisik yang ringkih, namun kemampuan IQ milikmu sangatlah besar. Tak seperti manusia pada umumnya.”

“bukan hanya Ayah yang melihat perbedaan yang menonjol padamu, melainkan seluruh anggota keluarga Nichole dan Bunda. Disaat balita, mungkin kebanyakan hanya akan menghabiskan waktunya dengan bermain, makan ataupun menangis. Justru berbanding terbalik denganmu yang sudah mulai bisa mengenal beberapa warna dasar dan menunjukkan beberapa angka yang Ayah sebutkan. Tak sampai disitu, kah mulai bisa mengeja huruf pada usia satu tahun dua bulan. Tak berselang lama, kau mulai mahir membaca, walau dengan aksen bayimu yang amat menggemaskan.”

“lalu diusia enam tahun, kau mulai menunjukkan tanda-tanda penyakit skizofrenia tahap awal. Sudah berulang kali kau mencoba rencana pembunuhan pada seseorang yang ada di sekitarmu, termasukpun, Ayah.”

“walau berita buruknya kau memiliki penyakit jiwa, namun kau berhasil. Ya, berhasil memiliki ‘kekuatan’. Tepat diusia tujuh tahun, kau sudah berhasil menghasut seseorang dan mengendalikan emosi orang itu dengan sempurna daripada Ayah dan paman Jefri. Setelah Ayah mengetahui hal itu, tanpa berfikir panjang, Ayah langsung merekayasa tentang hari itu juga. Ayah menghapus ingatan orang luar tentang putri Ayah sendiri, dan akhirnya, Ayah, menamai mu dengan Putri Febry. Guna menutupi semuanya.”

“lambat laun semuanya berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala. Namun, keheningan dan kenyamanan keluarga kita menjadi berantakan setelah tibanya keluarga Lee, bukan kedatangannya. Melainkan, dengan kematian mendadak yang sudah direncanakan oleh komplotan mereka, yang haus akan banyaknya harta dari Hyuk Jae. Banyak hal aneh yang selalu memantik agar dirimu mengeluarkan jati dirimu yang sebenarnya. Tidak satu ataupun dua hal yang selalu berusaha untuk merebut nyawa milikmu, tapi, kami yang sebagai anggota keluarga. Menurut Ayah, tindakanmu itu sangatlah sebuah kehormatan yang tidak akan ada yang bisa melakukan hal yang sama. Kau menyelediki kasus kematian Hyuk Jae pada dasarnya, kau menaruh perhatian, harapan dan rasa cinta yang mendalam , khususnya pada sang putra semata wayangnya yang tak lain adalah Haechan. Kau memang bisa membohongi semua, tapi tidak dengan Ayah. Ayah memang bukan orang yang melahirkan kau, tapi, peran Ayah dalam tumbuh kembangmu cukuplah besar.”

DEAR HAECHANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang