HAPPY READING ;)
“kebawah sekarang. Ada yang mau aku omongin. ” ucapnya dengan tangan yang masih setia melingkar.
Kamipun memilih dapur sebagai tempat membicarakan ini. Karena jaraknya tak teralu jauh dan bernuasa lebih santai.
“Nana, kamu habis dari mana?. Ini tengah malem loh, trus_” selanya terpotong oleh ku dengan cepat
“aku pergi nyari informasi sama Seunghoel, gak perlu dijelasin siapa dia. Pasti kami udah tau dari Jisung. ” diriku mengeluarkan semua isi dari tas rampasan tadi siang
“ rencana selanjutnya adalah, mereka bakal menyandera kamu, Ayah dan Bunda. Isi dari flashdisk ini merupakan kunci jawaban awal. Kata Seunghoel, kalau kita bisa secepatnya buka dari isi flashdisk ini, untuk kedepannya kita tau rencana dan pergerakan mereka. Tapi, kita punya kendala yang sangat besar, kamu tau kan itu Na Yuta? “ jelasku beralih menatap Yuta
Dengan tatapan bertanya sesekali ingin melayangkan protes, namun seketika dirinya pun maksud akan ucapan ku .
“ASTAGA!!! , bentar lagi kita semua ulangan kenaikan kelas. Aku baru inget, sumpah baru inget. ” selanya meletakkan kepalanya di atas meja makan “ini kita beneran berhenti sesaat? Apa gimana? ”
racaunyaAku hanya bisa mengelus surai hitam milik Yuta perlahan “kasih Papa lah. Pertama, kita simpulkan ini dulu sebelum fokus ke materi pelajaran. Nah, habis ulangan selesai. Kita dapet nilai dan libur otw naik kelas. Dari situ kita pakai kesempatan emas itu buat mecahin ini berdua. ”sela ku meminum air putih tuangan dari Yuta sebelumnya
“gimana, deal gak nih? ”Kulihat raut wajah Yuta menjadi sumringah, dan disitulah dirinya mendongkrak senang.
“deal dong. Apapun keputusan dari ayang beb ambil pasti aku ikuti”ucapnya sembari tersenyum aneh.
“dih, gombal. Minta dicium emang ni bocah. Sini gak.. ” ledek ku padanya
Yuta yang mendengar itupun reflek mendekat padaku dan
“hehe, mau dong. Masa rejeki kaya gini dibuang gitu aja” dirinya mendekap diriku dengan sangat erat dan memajukan bibirnya menjadi sangat manyun.
Dan...
Cup, tepat pada sasarannya. Yuta pun berhasil mencium pipi kanan ku dengan sangat gembira.
“hiii, NA YUTA!!! ” aku mendengus kesal dengan tak luput mengelap bekas ciuman itu
“gimana? Seneng gak nih. Btw besok lagi ya, Na. Yang banyak” ledeknya dengan setia memandang diriku.
“pala bapak lo tu...Gak dulu, makasih” balas ku
Dan...
Cup, aku melakukan hal yang sama seperti Yuta padaku.
“he, yang bener dong. Gak kek gini Naaaa” serunya dan mengejarku.
Akhirnya aksi tadi pun selesai dan aku mengunci pintu, supaya Yuta tak bisa mengejar ku lagi.
Pagipun tiba, aku sangat terbiasa terbangun di waktu subuh . Beberes mandi dan tak luput membersihkan luka di kedua tanganku..

KAMU SEDANG MEMBACA
DEAR HAECHAN
FanfictionBerteman dengan sosok Lee Haechan merupakan hal yang telah memberikan banyak warna dalam kehidupanku yang begitu monoton. kepergiannya, membuatku terpukul dan nyaris mengakhiri hidup karena hilangnya sebagian cerita dalam hidupku . Apakah aku akan...