⚜️🌹⚜️
Seperti yang telah di rekomendasikan oleh Xenu besoknya arkano mengurung diri di dalam perpustakaan mencari beberapa buku yang akan menjelaskan tentang hal-hal yang ia alami
Tentunya ia juga telah berbicara dengan Azrial dan ia memberikan sebuah buku usang dan menyuruhnya untuk membacanya
Buku itu bukan sebuah buku sejarah malinkan sebuah buku tulis tangan yang berusia ratusan tahun, saat membuka halaman pertama ia dapat melihat sebuah gambar 5 mahkluk yang mirip seperti manusia, di gambar dengan sangat jelas dan juga rapi
Dan di atasnya sebuah catatan singkat tentang kehidupan mereka tertulis dengan jelas
Arkano mengelus singkat gambar itu lalu mulai melihat-lihat halaman lain sampai ia berhenti di bagian 'Neraka', tangannya tiba-tiba gemetar dan dengan cepat ia menutup buku itu dengan nafas yang tersengal-sengal
"Ada satu hal yang harus kau ketahui, tapi tidak baik untuk di kenang" suara itu berasal dari kucing hitam yang kini berdiri di atnara rak dan dengan licah melompat ke atas meja yang di tempati arkano
Arkano tidak terlalu kaget dengan kondisi kucing yang bisa bicara, dengan santai ia mengelus kepala bulat kucing itu "apa yang kau maksud?"
Seperti kucing pada umumnya ia menikmati setiap sentuhan dari arkano dengan dengkuran kecil yang menandakan jika ia tengah berada di kondisi yang nyaman
"Kau akan tau nanti" kucing itu menggeliat
Arkano menghentikan tangannya dan perlahan menarik tangannya kembali, tapak kucing itu mulai melompat ke bawah dan dengan asap kecil kucing itu berubah menjadi manusia
Arkano tersenyum melihat Azrial di depannya "lalu dari mana asalnya mahkluk bayangan itu?" Arkano masih kebingungan
Azrial dengan wajah tegasnya dan ekspresi datar mulai melangkah ke salah-salah rak dan secara ajaib mengambil sebuah kacamata sebelum mengambil salah satu buku yang tersimpan di rak
Ia membuka halaman paling depan lalu membacanya sekilas sebelum akhirnya di berikan kepada Arkano "hanya bayangan kecil yang kabur dari neraka" ungkapnya
Arkano hanya ber Oh, lalu melihat buku yang di berikan kepadanya dan membacanya sebentar lalu kembali bertanya "lalu kenapa mereka mengincarku?"
Azrial diam tampak enggan untuk menjawab, Arkano mengangguk sekilas dan tidak lagi bertanya
Azrial berbalik dan kembali menjadi seekor kucing, melompat ke atas meja dan mulai merebahkan tubuhnya di atas buku-buku yang berserakan, Arkano mengelus perutnya sebentar untuk sekedar memberi kesan nyaman bagi sang kucing dan itu Berhasil
Kucing itu tertidur lelap sambil mendengkur kecil sedangkan arkano kembali tenggelam dalam membaca buku yang di berikan oleh Azrial barusan
Halaman demi halaman telah ia baca sampai setengah buku telah ia selesaikan dengan telaten membaca setiap baris dan memahaminya secara mendalam sampai akhirnya ia bertemu dengan satu halam yang menceritakan tentang andead
Arkano tertegun, ia sekilas mengingat kembali apa yang telah ia alami kemarin, ia sedikit merinding saat melihat penampilan Xenu kecil yang berubah menjadi sesosok lelaki dewasa dengan pakaian kuno compang-campingnya dan sebuah besi yang membelitnya
Ia membalikkan beberapa halaman dan akhirnya sampai pada sebuah gambar sosok yang sama seperti Xenu, di sana tertulis dengan jelas jika sosok itu di sebut 'panglima perang kuno' yang berasal dari peradaban Cina pada 200 tahun silam
Di sana juga tertulis jika ia memiliki saudara yang juga ikut dalam militer negara Cina pada jaman itu, arkano membalik halamannya lagi dan mendapat sesosok yang serupa namun lebih manusiawi
Sesosok lelaki dewasa dengan dua pedang yang ia pegang, sebuah syal panjang membelit lehernya di tambah sebuah tudung yang menutupi hampir seluruh wajahnya, di sana juga tertulis 'Sang ahli pedang' saudar kandung dari panglima perang
Arkano terdiam sesaat "ini si kembar?" Gumamnya tak percaya
"Oh, kau sudah tahu rupanya" suara itu berasal dari pintu
Arkano menoleh dan mendapati Renzu tengah berjalan ke arahnya di ikuti si kembar di belakang, tatapan renzu tidak lepas dari mata indah Arkano dan pandangan mereka saling bertemu untuk waktu yang lama
Senyuman tidak pernah pupus di wajah tampan Renzu sedari tadi, bahkan saat ia kini berada di hadapan Arkano senyuman itu masih terpatri cerah di wajahnya
Arkano mengerutkan keningnya atas kedatangan Renzu yang menurutnya agak aneh, karena biasanya Renzu akan menghabiskan waktunya di kamar atau keluar untuk mengurus hal-hal lain
Renzu yang menyadari tatapan arkano mulai melirik si kembar yang kini berdiri di sampingnya, arkano ikut menatap ke arah pandangan renzu
Dapat ia lihat, dua wajah yang sama persis namun dengan dua ekspresi yang berbeda, Xenu yang terlihat canggung dan Xeno yang hanya menatapnya dalam diam
"Ada apa?" Arkano mengangkat suaranya ke pada Xenu yang terlihat gusar
"Emmm, soal kemarin" ucapnya, ragu untuk melanjutkan
Arkano mendengarkan, tidak heran baginya jika bocah di depannya berbicara seperti orang dewasa karena pengalaman mereka sangat banyak di bandingkan dirinya sendiri
"Maaf karena telah membebani pikiran kakak" ucapnya sendu
Arkano mengerutkan keningnya tidak mengerti lalu menatap Renzu meminta penjelasan, Rnezu mengangkat bahunya membuat arkano memutar matanya malas
Arkano kembali menatap Xenu "tidak perlu khawatir" ucapnya sambil mengelus kepala Xenu "pergilah bermain dengan saudaramu" lanjutnya
Xenu menggeleng "dia tidak akan mau, kakak saja yang menemaniku"
Arkano berpikir sejenak lalu melirik bukunya sekilas dan akhirnya menutup buku itu dan menaruhnya di tempat semula "baiklah ayo" ajaknya setelah selesai
Xenu tersenyum cerah dan akhirnya mereka bertiga pergi meninggalkan Renzu yang masih diam di tempatnya
"Kau tidak berencana untuk memberitahukannya secepat ini kan?" Ucap Renzu
Azrial membuka sebelah matanya"tentu saja" ungkapnya "namun aku tidak menjamin" lanjutnya lalu menggeliat kecil sebelum kembali memejamkan matanya
Renzu melirik buku yang di tiduri Azrial lalu pergi keluar dari perpustakaan
~⚜️🌹⚜️~

KAMU SEDANG MEMBACA
5 Legenda [END]
FantasySebuah kisah yang menceritakan seorang remaja, Arkano yang tanpa ia ketahui merupakan reinkarnasi dari sang dewa bunga, Dy'Methar Kehidupan yang cukup menyedihkan menimpanya saat hampir menginjak usia 17 tahun, kehilangan kedua orangtuanya dan berak...